6 Kuliner Banyuwangi yang Bisa Bikin Mulut Kamu Meleleh Karena Rasa Nikmat yang Tiada Tara

Kuliner Banyuwangi

Banyuwangi adalah tempat yang lengkap banget buat destinasi wisata kamu selanjutnya. Selain punya banyak pantai yang eksotis dengan ombak kelas dunia, savana ala Afrika di Baluran, hingga Kawah Ijen yang terkenal dengan api birunya. Tetapi nggak hanya itu, Banyuwangi masih memiliki sebuah sektor wisata yang menarik, apalagi kalau bukan makanan dan kulinernya!

SoHip bisa menemukan beraneka makanan yang siap menggoyang lidah dan perut di Banyuwangi. Mulai dari masakan suku Osing yang menjadi penduduk asli Banyuwangi, hingga makanan-makanan yang datang dari percampuran dengan kuliner Jawa Timur. Nah Hipwee udah nyiapin 6 rekomendasi makanan yang wajib, kudu, mesti kamu cicipin kalau ke Banyuwangi!

ADVERTISEMENTS

Pecel Pitik, makanan khas suku Osing, bermula sebagai hidangan dalam perayaan khusus, kini menjadi sebuah makanan khas Banyuwangi

Pecel yang menggunakan bahan dasar ayam kampung suwir, dengan parutan kelapa yang dibumbui kemiri, cabe rawit, terasi, dan jeruk ini memiliki rasa pedas-pedas segar yang unik. Hidangan ini pada awalnya hanya dimasak untuk acara-acara tertentu seperti selamatan dan perayaan adat, tetapi karena mengikuti perkembangan zaman, maka makanan ini bisa kamu temui dengan mudah sekarang.

Keunikan lain dari makanan ini adalah cara memproses ayam kampung yang digunakan, ayam yang digunakan dalam pecel pitik menggunakan ayam panggang, sehingga ayam kampung yang digunakan mempunyai aroma khusus yang menambah nikmat hidangan ini.

ADVERTISEMENTS

Apa jadinya kalau rujak dipadukan dengan kuah soto? Ya jadi Rujak Soto! Meskipun agak janggal tapi rasanya enak dan unik lho!

Meskipun namanya rujak, tapi hidangan ini nggak menggunakan rujak buah ya, rujak yang dimaksud di sini adalah rujak sayur, mirip-mirip lah sama lotek atau gado-gado lah kalau SoHip tahu. Nah hidangan ini emang unik banget, rujak sayur yang sudah jadi disiram terlebih dahulu dengan kuah beserta isi soto daging atau jeroan sebelum siap kamu nikmati dengan lontong atau nasi.

Rasa soto yang seger akan menjadi lebih nikmat ketika bertemu dengan bumbu rujak sayur yang gurih pedas, asam, dan manis! Makanan “fusion” ini gampang banget kamu temukan di warung-warung makan sekitaran Banyuwangi, selain rasanya enak, harga makanan ini juga nggak bikin kantong jebol kok!

ADVERTISEMENTS

Selain Rujak Soto, makanan “fusion” lain yang wajib kamu cicipi jika ke Banyuwangi adalah Pecel Rawon

Masih sejenis dengan rujak soto, pecel rawon adalah hasil penggabungan 2 makanan, pecel yang berbumbu kacang, dipadukan dengan rawon daging yang kuahnya kaya rempah dan kaldu! Meskipun kelihatannya janggal, ternyata campuran ini enak banget! Bumbu kacang dari pecel nggak hilang lho rasa gurihnya ketika dicampur dengan kuah rawon, malah campurannya saling mendukung!

Kamu akan merasakan gurih dan pedasnya bumbu kacang pecel yang bersatu dengan kuah kaya rempah dari rawon. Tolong jangan minta deskripsi lebih lanjut, karena rasanya yang unik agak susah buat di deskripsiin. Tapi percayalah, ketika SoHip menyantap makanan ajaib ini dengan nasi panas, maka akan luntur segala keraguan kamu tentang makanan ini!

ADVERTISEMENTS

Mau coba makan nasi yang pedesnya kaya ditampar? Cuma ada di Banyuwangi! Namanya Nasi/Sego Tempong

Nih buat SoHip yang doyan pedas, kamu bisa nyobain sego tempong! Hidangan nasi dengan lauk sayur-mayur, tempe, tahu, dan ikan gabus goreng ini biasa disajikan dengan sambal kacang atau sambal terasi. Yang menjadi primadona di sini bukan lauknya, melainkan sambalnya! Sambal yang dibuat dari bahan-bahan segar seperti cabe rawit merah, tomat ranti, dan air jeruk ini saking pedesnya bisa bikin kamu berasa di tampar setelah makan sambel ini!

Sebenarnya nasi ini bisa disajikan dengan berbagai macam lauk, nggak cuma ikan gabus dan sayur-mayur, kamu bisa dapet sego tempong dengan ayam, bahkan daging! Buat yang suka tantangan atau yang suka pedas, jangan bilang kamu jagoan kalau belom makan hidangan ini!

ADVERTISEMENTS

Masih buat yang suka pedas, kamu bisa coba Ayam Pedas khas Banyuwangi, hidangan mirip opor ini nggak cuma lezat, tapi pedasnya juga nggak main-main, sama pedasnya dengan Sego Tempong!

Nah ini buat yang mau makan pedas tapi ada kuahnya! Kamu bisa mencicipi ayam pedas khas Banyuwangi! Sejalan dengan pecel pitik, ayam pedas Banyuwangi biasanya juga dibuat menggunakan ayam kapung, jadi rasanya pasti lebih nendang dan gurih jika dibandingkan dengan opor atau makanan sejenis yang dibuat dengan ayam negeri!

Sajian mirip opor ini enak dan gurih, tapi yang membedakannya dengan opor adalah tentu saja pedasnya. Kalau opor ayam biasa warna kuahnya kuning, maka ayam pedas punya kuah oranye cenderung merah. Belum lagi di kuah tersebut biasanya ada potongan cabai yang juga ikut dimasak bersama ayam dan kuahnya ini. Bisa dipastikan selain membuat kamu melek karena sedap, rasanya juga akan menggoyang lidah kamu!

ADVERTISEMENTS

Pindang Koyong, makanan olahan ikan berkuah asli Banyuwangi yang seger dan kaya gizi!

Rasanya agak kurang kalau ngomongin Banyuwangi, tapi nggak ngomongin ikan agak kurang gitu ya? Sebagai daerah yang memiliki banyak pantai yang indah, Banyuwangi juga memiliki hidangan olahan ikan yang rasanya juga juara, namanya pindang koyong. Ikan pindang dengan kuah yang seger ini bakalan membuat kamu seger karena rasanya yang asem-asem gurih!

Mungkin sekilas terlihat seperti soto ikan tetapi jika soto lebih berat kepada rasa rempah, maka pindang koyong lebih berfokus kepada rasa asam. Karena salah dua bahannya adalah belimbing wuluh dan jeruk, maka jangan heran kalau kuah yang dihasilkan akan terasa gurih ikan dan segar. Mari kita bayangkan, memakan pindang koyong di siang hari dengan nasi panas dan es kelapa, pasti enak tiada tara!

Nah itulah 6 kuliner khas Banyuwangi yang harus banget SoHip cobain jika sedang bertandang ke tempat ini!

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

What is bravery, without a dash of recklessness?

Editor

Penikmat jatuh cinta, penyuka anime dan fans Liverpool asal Jombang yang terkadang menulis karena hobi.