Stereotip wanita yang menyatakan bahwa wanita nggak bisa banyak melakukan kegiatan ketika memasuki waktu datang bulan, silakan kubur dalam-dalam. Waktu menstruasi kadang memang menyiksa dan sedikit mengganggu berbagai aktivitas. Apalagi kalau kamu sedang bervakansi. Duh, rasanya itu loh!

Wanita dijajah datang bulan sejak remaja~

Advertisement

Keresahan wanita tentang mendaki gunung, sudah pernah dibahas. Nah, kali ini Hipwee Travel akan mengulas keresahan wanita dalam mengatasi datang bulan ketika kamu sedang liburan. Yuk, Girls!

Penuhi stok pembalut yang akan kamu bawa nantinya. Jangan cuma bawa secukupnya, ya!

Bawa semua juga boyeh~

Bawa semua juga boyeh~ via www.teropongsenayan.com

Kalau kamu sudah memperkirakan tiga-empat hari lagi kamu akan dapet, bawalah persediaan pembalut yang banyak. Misal kamu berencana liburan selama lima hari, bawalah seenggaknya 10-12 buah pembalut. Jangan bawa pembalut sejumlah hari liburanmu. Toh, sebungkus pembalut nggak akan menambah beban ranselmu jadi lebih berat, ‘kan? Ya, kalau berat, tinggalin aja peralatan riasmu yang makan tempat dalam ransel itu. :p

Selain pembalut, kamu juga perlu menyiapkan daleman dan bawahan. Ya, kalau tembus dan bocor?

Setas isinya daleman semua. -___-

Setas isinya daleman semua. -___- via www.eaglecreek.com

Kalau kamu rasa sudah banyak membawa pembalut, nggak ada salahnya kamu bawa bawahan dan daleman yang berlebih. Biasanya, ‘kan, kalau menstruasi baru masuk hari pertama dan kedua, keluarnya lebih banyak tuh. Nah, takutnya tembus ke celana atau rokmu. Nggak nyaman loh situasi kayak gitu. Yakin deh.

Kalau kamu berencana wisata bahari, ada baiknya kamu pakai tampon. Pembalut doang nggak cukup keleus.

Bocor, bocor, bocor...

Bocor, bocor, bocor… via www.stocksy.com

Advertisement

Nih, buat kamu yang mengagendakan wisata bahari dalam vakansimu, ada baiknya kamu juga memakai tampon sebagai pembalutmu. Emang sih, pemakaian tampon ini cukup ribet. Apalagi kalau kamu memakainya pas udah di jalan. Tapi, kalau kamu memang mau berenang, pakailah dulu tampon ini sebelum masuk ke air!

Pembalut aja nggak cukup untuk menghindarkan perubahan air laut/kolam menjadi merah darah, kalau kamu ikut masuk ke air. Malu, sedih, serba salah gitu deh. 🙁

Kalau kamu naik gunung, gunakanlah pakaian dan celana dengan bahan yang cepat kering. Takut lembab.

Sing penting nyaman, Mbak.

Sing penting nyaman, Mbak. via www.instagram.com

Menstruasi memang kadang bikin nggak nyaman untuk melakukan banyak kegiatan. Apalagi kalau kamu sedang mendaki gunung. Misalnya, kamu yang sedang mendaki gunung, tiba-tiba dikejutkan dengan kedatangan tamu bulananmu. Duh! Itu rasanya…

Nah, untuk mengatasinya, cobalah kamu menggunakan pakaian dan celana yang berbahan ringan dan cepat kering. Jangan pakai celana jeans! Itu bukan saran pakaian yang tepat untuk mendaki gunung! Dengan kamu memakai celana berbahan katun, niscaya Miss V-mu akan selamat dari kelembaban. Aman. Aamiin!

Ketika pendakianmu terhenti oleh keram perut karena haid, kompreslah perutmu dengan air hangat di dalam botol.

Kompres, jangan ngeluh!

Kompres, jangan ngeluh! via www.facebook.com

Buat kamu yang lagi naik gunung, dan tiba-tiba keram perut menyerangmu akibat menstruasi, don’t be panic, Girls! Mintalah temanmu untuk merebus air panas, lalu masukkan ke dalam sebuah botol. Mengompres perut dengan botol berisi air panas atau hangat dipercaya dapat mengurangi sedikit rasa nyeri perutmu. Konon, air hangat dapat merelekasasikan otot-otot perut yang sedang berkontraksi karena haid.

Meski hanya bersifat temporer, seenggaknya kamu bisa melanjutkan trekking-mu hingga beberapa kilometer tanpa merasakan nyeri keram perut yang mengganggu.

Tubuh lebih banyak mengeluarkan cairan ketika lagi menstruasi. Upayakanlah kamu selalu minum air putih dan mengonsumsi yang manis-manis.

Ini mah bukan manis, tapi cantik. #eh

Ini mah bukan manis, tapi cantik. #eh via howng.com

Saat menstruasi, tentu kamu akan kehilangan banyak cairan. Ditambah lagi kegiatanmu di waktu liburan. Makin banyak cairan yang dikeluarkan deh. Nah, air putih dan makanan/minuman yang manis dipercaya dapat menambah energi dan mengganti ion tubuh yang hilang karena menstruasi. Cobalah untuk banyak minum air putih dan mengonsumsi yang manis-manis.

Neneng: Bang, bagi air putih dong!

Koko: Yah, abis, Neng.

Neneng: Yaudah, apa kek, yang manis pokoknya!

Koko: Aku dong?

Neneng: *WADEZIG!!!*

Akhir cerita, mereka jalan sendiri-sendiri.

Sebelum memutuskan untuk liburan, pastikan kamu ingat dan hapal tanggal kamu menstruasi. Biar nggak kecolongan.

Catet tanggalnya!

Catet tanggalnya! via pondokibu.com

Enggak jarang sih, cewek hapal dan ingat tanggal jadian dia dapet. Bahkan hampir semua cewek selalu mencatat tanggal krusial ini. Nah, agar liburanmu nggak gagal total, cobalah hindari liburan di hari kamu akan menstruasi. Tapi kalau memang hari liburmu bertepatan dengan hari dapetmu, upayakanlah persiapanmu cukup matang untuk liburan bareng tamu bulananmu itu. Biar nggak kecolongan, Girls!

Menstruasi itu pasti, traveling kadang setahun sekali. Jaga stamina agar selalu bugar, ya!

Olahraga dulu, yuk!

Olahraga dulu, yuk! via www.instagram.com

Buat kamu yang selalu disibukkan dengan agenda kampus dan pekerjaan, liburan itu ibarat sebuah danau di padang savana. Terus, kamu menstruasi, seperti…tiba-tiba danau yang hanya sepetak itu tadi dipakai mandi kawanan buaya. Kelar deh liburanmu! Nah, untuk mengatasinya, cobalah kamu selalu menjaga stamina tubuhmu agar selalu fit. Liburan akan terasa percuma dan sia-sia kalau kamu sakit. Sayang banget, ‘kan, udah sampai Lombok, tapi kamu sakit? 🙁

Nah, itulah cara mengatasi keresahanmu ketika datang bulan di saat kamu lagi traveling. The point is, jangan selalu mengeluh ketika datang bulan! Toh, lebih baik datang daripada telat, ‘kan? Selamat berlibur, Girls! 😉

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya