Lokasi Menulis Favorit 6 Para Pengarang Terkenal Dunia, Pondok Oktagon di Atas Bukit hingga Kabin di Tengah Hutan

Lokasi Menulis Pengarang Terkenal

Menulis adalah pekerjaan yang kerap membutuhkan konsentrasi tinggi. Nggak heran kalau banyak dari pengarang memiliki tempat menulis favorit, seperti perpustakaan, kamar hingga gubuk terpencil, di mana mereka bisa menemukan ketenangan diri dan fokus melakukan pekerjaannya.

Advertisement

Beberapa pengarang kelas dunia bahkan pernah menghasilkan karya-karya terbaiknya dari dalam penjara. Sebut saja Pramoedya Ananta Toer, atau Marco Polo yang menulis buku berjudul “Travel” saat dipenjara setelah memimpin pertarungan melawan orang Genoa.

Nah, berbeda dari dua nama di atas, berikut adalah lokasi menulis favorit 6 pengarang dunia dihimpun dari Amusing Planet.

1. Roald Dahl

Kabin milik Roald Dahl | Photo by Roald Dahl Museum

Terkenal sebagai pengarang novel dan cerita pendek untuk anak-anak dan dewasa, Roald Dahl punya kabin kecil untuk menulis di Great Missenden, Buckinghamshire, Inggris. Dari sini lah banyak dari kisah Dahl lahir. Nggak ada yang spesial dari kabin yang tampak nyaman dan hangat berkat pintu berwarna kuning tersebut. Dindingnya dipenuhi kutipan inspirasi dan foto-foto, sementara kursi yang ia gunakan dulunya milik sang ibu.

Advertisement

2. Dylan Thomas

Kabin milik Dylan Thomas | Tony in Devon, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons

Dylan Thomas adalah penyair dan novelis asal Wales. Beberapa karyanya yang terkenal berjudul “And Death Shall Have No Dominion”, “Poem In October”, hingga “Light Breaks Where No Sun Shines”. Sang penyair ini punya kabin untuk menulis di Carmanthenshire, Wales, pada sebuah tebing yang menghadap ke muara Tâf. Tempat ini lah yang menginspirasi Roald Dahl untuk membuat kabin miliknya.

Seperti pada kabin Dahl, Dylan menempelkan banyak foto dan poster di dinding kayu bercat putih. Satu meja kerja berdiri tepat di bawah jendela yang membebaskan pandangan.

3. Mark Twain

Advertisement

Pondok oktagon Mark Twain | No machine-readable author provided. Stilfehler assumed (based on copyright claims)., CC BY-SA 3.0, via Wikimedia Commons

Pengarang “Adventures of Huckleberry Finn” dan “The Adventures of Tom Sawyer” ini punya lokasi menulis favorit berupa pondok oktagon di sebuah tanjung yang menghadap ke Sungai Chemung di Elmira, New York. Pondok ini dibangun oleh Susan Crane, saudara ipar Mark Twain yang ingin ia bekerja di luar rumah lantaran kebiasaannya merokok.

Mark Twain menyebut pondok segi delapan di mana masing-masing sisi memuat jendela ini sebagai “the loveliest study you ever saw“.

4. George Bernard Shaw

Pondok milik George Bernard Shaw | Photo by Eric Meyer from Flickr

Shaw merupakan novelis, kritikus, esaias sekaligus politikus asal Irlandia yang menetap di Inggris dan punya kabin unik untuk menulis. Disebut unik karena kabin milik Shaw yang terletak di pekarangan rumahnya di desa Ayot St Lawrence, Hertfordshire ini dapat berputar. Tujuannya membangun kabin unik ini adalah agar selalu mendapatkan cahaya matahari.

Modern Mechanix pada tahun 1932 mencatat kalau kabin milik Shaw dibangun di atas meja putar. Ketika matahari pagi bergeser, Shaw tinggal mendorong salah satu sisinya sehingga cahaya matahari masuk ke dalam dari sudut yang pas. Sejak Shaw meninggal pada tahun 1950, kabin tersebut masih dalam kondisi aslinya.

5. Henry David Thoreau

Replika kabin milik Henry Davit Thoreau | RhythmicQuietude at en.wikipedia, CC BY-SA 3.0, via Wikimedia Commons

Naturalis dan filsuf Amerika ini sempat menghabiskan dua tahun, dua bulan, dan dua hari di kabin terpencil yang ia bangun di dekat Walden Pond, sebuah danau di Concord, Massachusetts. Thoreau menggunakan waktu ini untuk menulis buku pertamanya, “A Week on the Concord” dan “Merrimack Rivers”. Bukunya paling terkenal berjudul “Life in the Woods” yang menceritakan pengalamannya hidup dalam isolasi juga ditulis di sini.

Wisatawan dapat mengunjungi replika kabin Thoreau dan patungnya yang berada di dekat Walden Pond.

6. Henry Williamson

Kabin milik Henry Williamson | Dok. Heritage Calling

Henry Williamson terkenal berkat bukunya “Tarka the Otter”. Ia memiliki sebuah kabin kayu di dekat Georgeham yang dibangun dari uang penghargaan Hawthornden pada tahun 1928 untuk buku tersebut. Williamson pun menulis banyak buku selanjutnya di sana. Ia biasanya menghabiskan waktu hingga 15 jam sehari.

Setelah kematiannya, kabin tersebut dipelihara oleh anggota keluarga. Pada tahun 2014 kabin tersebut dijual, dan nggak berselang lama berstatus terdaftar di English Heritage Grade II.

Itu dia 6 lokasi menulis favorit pengarang dunia. Sederhana dan jauh dari kebisingan sehingga mereka bisa fokus menghasilkan karya-karya hebat.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

get me away from here I'm dying

Editor

Penikmat jatuh cinta, penyuka anime dan fans Liverpool asal Jombang yang terkadang menulis karena hobi.

CLOSE