Memutuskan untuk mengambil jeda di tengah kesibukan dengan bepergian memang menyenangkan. Tapi, pergi meninggalkan kenyamanan juga merupakan keputusan besar yang tidak bisa dengan mudah diambil oleh setiap orang.

Apakah kamu termasuk salah satu orang yang selalu berpikir ribuan kali untuk berkemas dan sejenak meninggalkan kenyamanan yang kamu miliki saat ini? Jika memang iya, pengalaman pasangan nomaden berusia 70 tahun yang sudah keliling dunia ini bisa menginspirasimu atau membuat kamu malu.

Perkenalkan, Mereka Adalah Don dan Alison

Pasangan 70 tahun yang berkeliling dunia via media.nomadicmatt.com

Don adalah mantan neuropsychologist yang memutuskan untuk pensiun karena merasa jenuh dengan pekerjaaannya. Stres dan beban pekerjaan bahkan menyebabkan kesehatannya sampai terganggu. Istrinya, Alison adalah seorang ibu rumah tangga biasa.

Keputusan untuk meninggalkan semua hal yang mereka miliki datang setelah Don yakin sepenuhnya untuk meninggalkan pekerjaannya. Suatu hari, Don tiba-tiba mengusulkan pada Alison bahwa mereka harus menjual kondominium mereka dan pergi keliling dunia.

Keputusan Gila, Mereka Menjual Semua yang Dimiliki

Advertisement

Menjual semua yang dimiliki demi perjalanan via media.nomadicmatt.com

Sebelum memutuskan pergi untuk melihat dunia, Don dan Alison tidak memiliki dana untuk mewujudkan perjalanan tersebut. Satu-satunya cara yang bisa dilakukan adalah dengan merelakan aset yang mereka miliki. Don dan Alison benar-benar menjual semuanya.

Sampai detik ini, sudah 2 tahun mereka hidup tanpa tempat tinggal yang pasti. Hingga saat ini mereka sudah mengunjungi Eropa, India, Indonesia, Australia dan Meksiko. Mereka sesekali pulang untuk menemui keluarga dan membeli barang yang mereka butuhkan. Tapi mereka belum berencana untuk menetap di satu negara, dan masih ingin terus melakukan perjalanan sampai batas waktu yang belum ditentukan. Pasangan ini juga rutin membagi kisah perjalanan mereka di blog ini.

Usia Tidak Menghalangi Mereka Untuk Berkeliling Dunia

Usia tidak menghalangi mereka via alisonanddon.files.wordpress.com

Saat ditanya bagaimana pendapat rekan dan keluarga soal keputusan mereka melepaskan semua yang dimiliki untuk berkeliling dunia, Don dan Alison menjawab dengan

“Gak ada yang bilang langsung di depan muka kami sih, tapi kebanyakan orang yang kami kenal terkejut dengan keputusan ini. Banyak dari mereka yang malah kagum atas keberanian kami dan mendukung kami untuk mengambil langkah ini”

Masalah kesehatan jadi kekhawatiran yang paling dipikirkan oleh Don dan Alison selama mereka bepergian. Tapi ternyata hal itu tidak serumit yang dibayangkan. Kalau sakit ya mereka tinggal pergi ke klinik terdekat. Justru Don kini lebih sehat dan bahagia semenjak melakukan perjalanan.

Mau Tahu Apa Kata Pasangan Ini Soal Anak Muda yang Masih Belum Berani Traveling?

1. Pergilah selagi kamu masih kuat dan bisa

Pergilah selagi kuat via alisonanddon.files.wordpress.com

Walau merasa perjalanan mereka tidak terbatasi oleh usia, tapi Don dan Alison menyadari bahwa faktor usia tetap berpengaruh. Mereka tidak bisa tinggal di hostel yang murah, terkait dengan keamanan dan kenyamanan. Selama ini mereka lebih memilih untuk tinggal di hotel bintang 3 yang mampu memberikan kenyamanan yang mereka butuhkan.

2. “Kamu Ingin Punya Tempat Tinggal Tetap, Atau Punya Kehidupan?”

Meninggalkan kenyamanan via alisonanddon.files.wordpress.com

Inilah yang dipikirkan Alison sebelum memutuskan untuk menjual seluruh aset yang dimilikinya. Dengan tetap tinggal di rumah dan menjalani kehidupan yang biasa, hidup mereka memang akan aman. Namun, rasa puas atas kehidupan tidak akan mereka dapatkan. Jangan takut mengambil risiko dan mulailah perjalananmu sedari muda.

3. Perjalanan akan benar-benar membuka pikiranmu

Perjalanan adalah jalan membuka pikiran via alisonanddon.files.wordpress.com

Don: “Sepanjang perjalanan yang kami lalui, aku dan Alison belajar kalau manusia dimanapun itu sama saja. Jika kita memperlakukan mereka dengan baik, maka mereka juga akan membalas dengan kebaikan yang sama. Dunia yang sebenarnya jauh lebih ramah dibandingkan dengan kengerian yang sering ditampakkan di media dan berbagai situs travel warning pemerintah”

Saat mengunjungi festival di Peru via alisonanddon.files.wordpress.com

Alison: “Aku jadi lebih menghargai arti hidup di saat ini. Semakin lama kami berjalan aku jadi sadar. Sebenarnya kita gak perlu khawatir soal masa lalu atau masa depan, karena kita hidup di saat ini. Setiap aku merasa lemah, aku selalu membawa diriku kembali ke masa sekarang. Waktu dimana aku sedang menjalani hidup”. 

4. Jangan pernah asal pergi

Foto Don dan Alison dari Venice via alisonanddon.files.wordpress.com

Persiapkan perjalananmu. Jangan pernah asal pergi tanpa mengetahui apapun. Cari jadwal tiket, kemana saja kamu harus pergi, kebutuhan akomodasi, pelajari juga bahasa negara yang akan kamu kunjungi. Semakin banyak kamu tahu informasi, kamu akan merasa semakin siap. Persiapan bisa mengurangi rasa tidak aman yang kerap kamu temui dalam sebuah perjalanan panjang.

5. Gak punya uang bukan alasan

Alison bersama rekan yang ditemui di perjalanan via alisonanddon.files.wordpress.com

Dana bisa diusahakan. Kami bahkan menjual rumah dan semua aset yang kami miliki untuk mewujudkan impian ini. Kalau kamu berniat ingin pergi, persiapkan dana sedari awal. Don dan aku (Alison) memanfaatkan uang simpanan, dana pensiun dan hasil penjualan aset. Sepanjang perjalanan, anggaran perjalanan bisa ditekan dengan mencari akomodasi yang lebih ringan. Memasak makanan sendiri juga bisa menekan biaya perjalanan.

6. Tetap Sisakan Ruang untuk Spontanitas

Walau persiapan itu penting, namun jangan membatasi dirimu dengan jadwal yang terlalu kaku. Cobalah untuk tetap spontan dan mengikuti kata hati sepanjang perjalanan. Percayai saja insting dan keyakinanmu. Kamu akan terkagum-kagum pada indahnya hidup. Bagaimana orang-orang disekitarmu sesungguhnya sangat baik. Yang kamu perlu lakukan hanya membuka diri dan pikiran, singkirkan semua stigma buruk yang selama ini diberitakan media.

Gimana? Masih ragu terus untuk mencoba keluar dari zona nyamanmu? Gak malu sama pasangan yang umurnya udah 2 kali lipat diatasmu ini? Tunggu apalagi, selagi masih muda dan kuat — segeralah angkat ranselmu dan rasakan dunia. Hidup cuma sekali, Bung-Nona!