3 Museum Unik dan Sumber Inspirasi untuk Merayakan Kegagalan dan Kesedihan. Bikin Cepat Move on!

Museum kegagalan

Kegagalan dianggap sebagai hal yang mengerikan sehingga dihindari oleh semua orang. Bagi sebagain orang, saat mengalami kegagalan mereka butuh inspirasi dan motivasi agar bisa cepat bangkit lagi. Nah, salah satu hal yang bisa menginspirasi ketika mengalami kegagalan adalah dengan jalan-jalan atau rekreasi. Hal inilah yang melatarbelakangi berdirinya beberapa museum tentang kegagalan.

Advertisement

Uniknya, museum tentang kegagalan benar-benar menyimpan koleksi barang gagal dan kisah-kisah sedih lainnya. Biasanya orang yang mengalami kegagalan akan berusaha melupakan hal yang menyebabkan gagal supaya bisa fokus memperbaiki kesalahan. Namun, di museum ini kegagalan justru di simpan sebagai aset untuk masa depan. Penasaran ada museum apa saja? Yuk, simak ulasan museum tentang kegagalan berikut!

Museum of Failure in Innovation. Menyimpan ratusan produk dari merek ternama  yang gagal dalam proses inovasi

Sesuai namanya, museum tentang kegagalan ini mengusung moto “Innovation Need Failure” untuk menggambarkan hal apa saja yang dikoleksi di sini. Museum ini didirikan oleh Samuel West seorang doktor di bidang psikologi organisasi yang tertarik mempelajari psikologi kegagalan. Museum yang dibuka sejak 2017 didirikan dengan tujuan untuk mengingatkan pengunjung bahwa keberhasilan atau kesuksesan bisa berawal dari kegagalan. Setidaknya ada lebih dari 100 produk milik merek-merek ternama di dunia yang ditarik dari pasar atau diberhentikan produksinya karena dianggap gagal. Misalnya Google glass, Nokia N-Gage, Coke II, DeLorean, Kodak DC-40, Pepsi Crystal dan lain sebagainya.

Advertisement

Museum yang terletak terletak di Helsingborg, Swedia ini menjadi rujukan bagi bisnis-bisnis untuk belajar mengenai kegagalan bisnis lain. Bagi Samuel, museum ini adalah tempat untuk merayakan kegagalan karena setiap kegagalan menjadi awal suatu keberhasilan. Hal inilah yang membuat Samuel semakin giat mengumpulkan barang-barang gagal sebagai upaya untuk menyongsong masa depan yang lebih baik.

Museum of Bad Art (MOBA). Museum ini menegaskan bahwa setiap artisant berhak untuk gagal dalam berkarya

Advertisement

MOBA memiliki semboyan “art too bad to be ignores“. Sesuai dengan namanya, bahwa museum ini menyimpan karya-karya seni yang dinilai buruk. Museum yang dibuka pada tahun 1994 ini memiiki koleksi karya seni yang dinilai nggak memiliki standar artistik. Berbagai bentuk karya seni di sini sebagian besar didapat dari donasi dari si pembuat, sisanya dari toko barang bekas sebagai barang yang nggak laku dijual dan dari tempat sampah.

Meski menerima donasi, MOBA nggak bisa menerima semua karya yang dinilai gagal. Mereka memiliki standar kurator tersendiri untuk menilai layak tidaknya suatu karya disebut gagal. Karya yang ingin dipajang di MOBA harus original, memiliki niat serius untuk dibuat, memiliki banyak kekurangan, punya daya tarik dan bukan cetakan pabrik. Saat ini MOBA berada di kota Boston, tapi pihak pengelola berencana akan merelokasi dan akan mengumumkan lokasi terbaru mereka setelah pandemi Covid-19 usai.

Museum of Broken Relationship. Menceritakan getirnya hidup dan rapuhnya hati manusia dalam persoalan asmara

Salah satu kegagalan yang sangat umum dialami manusia adalah patah hati. Didirikan oleh sepasang seniman Olinka Vistica dan Drazen Grubisic, yang pernah mengalami kandasnya hubungan. Dari pengalaman hidup itulah, pasangan kekasih tersebut mendirikan Museum of Broken Relationship. Museum ini mengajarkan cara untuk melupakan memori kegagalan dalam hubungan percintaan pada pengunjung dengan cara melepaskan benda-benda yang menyimpan kenangan.

Koleksinya berupa surat wasiat kepergian, buku harian, benda-benda hadiah dari orang terkasih yang sudah meninggal, kapak yang digunakan untuk memukul kekasih yang selingkuh dan berbagai benda lain yang menyimpan kisah pilu dalam hubungan asmara. Awalnya, museum ini terletak di Argentina, tapi karena saking banyaknya peminat dan koleksi yang mereka miliki, akhirnya museum patah hati ini membuka cabang di Los Angeles.

Nah, dari ketiga museum unik ini ternyata kegegalan bukanlah akhir dari cerita yang menyakitkan. Jika dikelola dengan baik kegagalan justru menjadi sumber inspirasi bagi orang lain. Terterik untuk berkunjung ke museum unik tersebut? Atau jadi terinspirasi untuk memuseumkan kegagalanmu sendiri?~

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Penikmat buku dan perjalanan

Editor

Penikmat jatuh cinta, penyuka anime dan fans Liverpool asal Jombang yang terkadang menulis karena hobi.

CLOSE