Di Tengah PSBB, Ratusan Pendaki Membanjiri Bukit Alas Bandawasa di Bogor Tanpa Social Distancing!

Pendaki Mendaki Bukit Alas Bandawasa

Sudah 3 bulan lamanya orang-orang harus menahan diri di rumah karena pandemi Corona. Kerja dialihkan di rumah via Work from Home, sekolah diliburkan, hingga pusat-pusat keramaian dan bisnis ditutup sementara. Meski korban positif Covid-19 masih terus naik, tampaknya kesabaran masyarakat ada batasnya. Sudah banyak yang lalu lalang dan bepergian meski masih diterapkan status gawat darurat, PSBB dan segala bentuk pembatasan lainnya.

Advertisement

Salah satu pihak yang sudah nggak betah dengan pembatasan ini adalah segelintir oknum pendaki gunung. Yap, musim-musim seperti ini memang cocok untuk mendaki. Apalagi sudah setengah tahun nggak mendaki gunung. Tentu berat rasanya. Namun di kala situasi belum kondusif, tentu kembali mendaki bukanlah keputusan yang bijak. Apalagi jika tidak menerapkan protokol kesehatan dengan benar.

Pembatasan Sosial Berskala Besar di Bogor masih berlangsung namun tampak ratusan pendaki membanjiri spot wisata Bukit Alas Bandawasa

pendaki sudah ramai via twitter.com

Pemerintah Kabupaten Bogor memutuskan untuk memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar di Bogor sampai tanggal 4 Juni 2020. Meski begitu, tampaknya orang-orang sudah nggak sabar liburan, terutama mendaki gunung. Tampak ratusan tenda warna-warni memadati bukit Alas Bandawasa di Bogor pada hari Minggu, tanggal 31 Mei 2020 kemarin. Ratusan pendaki yang sudah gatel pengen mendaki harus berjubel di tengah lahan camping yang tak terlalu luas, dan tanpa jaga jarak atau social distancing.

Potret ini kemudian viral di Twitter maupun Instagram. Bahkan banyak dari pendaki ini yang membagikan foto mereka pagi ini di media sosial

sudah rame aja nih via twitter.com

Foto aerial di bukit Alas Bandawasa ini kemudian viral di media sosial. Hal ini pun memicu komentar negatif dari netizen. Kok bisa di tengah pandemi Covid dan dalam masa pembatasan aktivitas, eh kok sempat-sempatnya mendaki bukit dan berkemah dengan banyak orang di sana. Apalagi di masa PSBB yang masih berlaku sampai 4 Juni nanti, dan bisa saja diperpanjang. Hal ini tentu jadi preseden buruk bagi kalangan pendaki lain yang memang menaati peraturan untuk tidak mendaki gunung untuk saat ini. Kenapa sih nggak bisa ditahan bentar hasrat naik gunungnya?

Advertisement

Apa dampaknya aktivitas yang melibatkan banyak orang tanpa social distancing ini?

nggak ada social distancing via www.instagram.com

Tanpa social distancing dan minimnya penggunaan masker (dari foto-foto yang beredar di linimasa) membuktikan bahwa anak muda sekalipun tidak terlalu peduli dengan pandemi Corona ini. Di kala tenaga medis dan semua pihak berjibaku untuk menurunkan kurva, eh mereka asik-asikan mendaki gunung dan menikmati sunrise sambil menyesap segelas kopi hangat. Masih ada banyak waktu untuk mendaki. Jika terjadi kerumunan sebanyak itu, ditakutkan tercipta kluster baru Covid-19 di Bogor. Satu orang saja positif, bisa banget menulari hampir semua pendaki. Tentu ini tidak kita inginkan dong ya.

Yuk jaga diri dan jaga orang lain dengan tidak piknik dulu selama masa karantina ini. Stay at home, ya!

Advertisement
loading...
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Traveler Baper, Penghulu Kaum Jomblo

Editor

Traveler Baper, Penghulu Kaum Jomblo

CLOSE