Penerbangan Tanpa Tujuan Dianggap Sebagai Tren Wisata Paling “Aneh” di Tahun 2020

penerbangan tanpa tujuan

Sejak lama liburan dikenal sebagai momen mengambil jarak dari rutinitas pekerjaan. Sebagian orang bahkan punya jadwal liburan setiap tahunnya. Tapi sayang, tahun 2020 hampir nggak memberi kesempatan untuk hal tersebut. Pandemi Covid-19 telah merampas banyak agenda. Dari lebaran hingga liburan.

Advertisement

Tapi bukan manusia namanya kalau nggak jago bersiasat. Selama pandemi Covid-19 ini tren wisata “baru” marak bermunculan. Mulai dari jalan-jalan virtual yang memanfaatkan perkembangan teknologi, hingga yang terdengar absurd kayak penerbangan tanpa tujuan yang ditawarkan berbagai maskapai.

Penerbangan tanpa tujuan merupakan cara maskapai menarik penumpang melakukan penerbangan di masa pandemi

View this post on Instagram

A post shared by Qantas (@qantas)

Persis seperti bayanganmu. Tren wisata terbang tanpa tujuan ini benar-benar seperti namanya. Simulasinya, kamu membeli tiket pesawat, datang ke bandara keberangkatan dan melalui proses sebagaimana mestinya hingga duduk di bangku pesawat, lalu pilot menerbangkan si burung besi. Sampai sini nggak ada yang aneh. Tapi kemudian, alih-alih mendarat di bandara destinasi berbeda, pesawat yang kamu tumpangi hanya akan mendarat di bandara semula. Sudah cukup absurd? Belum? Oke.

Advertisement

Melansir Insider, wisata yang dinamakan ‘Flights to Nowhere’ ini katanya merupakan cara maskapai untuk menarik penumpang melakukan penerbangan di masa pandemi. Out of the box~ Nah, karena masih banyak negara yang masih menutup pintu terhadap kunjungan wisata, maka inisiatif ini terdengar sangat masuk akal bagi maskapai. Yang jadi target market maskapai kayaknya bukan orang yang rindu liburan. Tapi mereka yang rindu naik pesawat.

Bagi sebagian besar orang wisata ini tentu saja terdengar aneh. Tapi faktanya, model wisata ini dapat sambutan meriah. Tiket penerbangan tanpa tujuan ini selalu habis dalam hitungan menit. Salah satu maskapai yang menjalankan program ini adalah Qantas Airlines. Maskapai ini berhasil menjual seluruh tiket dalam waktu 10 menit di bulan September, untuk rute muter-muter sekitaran Australia saja. Dalam sejarah maskapai, ini merupakan prestasi penjualan tiket tercepat.

Advertisement

Selain Qantas Airlines, maskapai All Nippon Airways juga menawarkan pengalaman aneh bin nyeleneh yang sama, dan berhasil mendapatkan 50 ribu pemesanan di bulan Agustus lalu. Pada bulan yang sama di Taiwan, EVA Air nggak mau kalah. Maskapai ini menawarkan 300 kursi penerbangan bertema Hello Kitty. Seperti diduga, tiketnya juga ludes.

Maskapai bilang penerbangan tanpa tujuan ini akan membantu pilot mempertahankan lisensi

Kendati laris manis kayak kacang goreng di gelaran layar tancap, penerbangan tanpa tujuan ini mengundang pro-kontra. Sebagian orang yang kontra heran kenapa ada orang yang mau melebur di ruang pesawat nan sempit dan tertutup dengan risiko terpapar Covid-19. Selain itu ada juga yang mengkritisi program penerbangan ini sebagai pemborosan sumber daya alam.

Sementara sebagian kelompok yang pro seperti pemilik maskapai, membela kalau penerbangan tanpa tujuan ini akan membantu pilot mempertahankan lisensi mereka. Di samping itu, para pramugari juga tetap bisa menjaga keahlian mereka. Tapi yang paling penting sih, pesawat tetap beroperasi dan roda perekonomian maskapai nggak terjun bebas.

Nah, sedangkan dari sisi penumpang, mereka mengaku penerbangan tanpa tujuan ini dapat mengobati kerinduan dan sensasi bepergian. Selain itu ada juga yang mengaku dapat mengobati rindu sajian makanan dan minuman di atas pesawat. Sobat misqueen can’t relate~

Bagaimana pendapatmu tentang tren wisata ini?

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

get me away from here I'm dying

Editor

Penikmat jatuh cinta, penyuka anime dan fans Liverpool asal Jombang yang terkadang menulis karena hobi.

CLOSE