Bencana gempa dan tsunami yang melanda Palu dan Donggala pada Jumat lalu (28/9) menyisakan duka yang amat mendalam. Gempa 7,4 SR yang menghantam Sulawesi Tengah itu telah memakan korban jiwa sebesar 844 orang per hari ini (1/10). Saking dahsyatnya, rumah-rumah rata dengan tanah bahkan jalanan hancur dengan bentuk yang cukup mengerikan.

Salah satu bangunan yang hancur akibat gempa Palu dan Donggala ini adalah Hotel Roa Roa di Palu. Hotel bintang 3 ini runtuh dan tak berbentuk lagi. Nahas, masih ada puluhan tamu hotel yang tertimbun reruntuhan, entah dalam kondisi hidup ataupun yang sudah tidak bernyawa. Wajar kalau ada banyak tamu hotel mengingat Jumat lalu bertepatan dengan Festival Pesona Palu Nomoni.

Advertisement

Seperti apa perbandingan hotel Roa Roa sebelum dan sesudah terjadi gempa?

Hotel Roa Roa adalah hotel bintang 3 yang hancur akibat gempa Palu-Donggala. Begini potret hotel setelah terjadi gempa

hotel roa-roa yang hancur via nasional.kompas.com

Hotel Roa Roa jadi topik pemberitaan pasca gempa Palu-Donggala dalam beberapa hari terakhir. Pasalnya, hotel setinggi 7 lantai ini ambruk dan hancur total setelah gempa menghantam Palu. Diduga masih ada puluhan korban yang masih terjebak di reruntuhan hotel yang berada di pusat bisnis kota Palu ini. Seperti diketahui, hotel ini punya 115 kamar dan 70 di antaranya terisi tamu. Jadi kemungkinan masih ada sekitar 50-60 korban yang berada di balik reruntuhan.

hotel roa roa dari atas via www.standard.co.uk

Hotel Roa Roa memang jadi hotel favorit di Kota Palu. Begini potret sebelum terjadi gempa

hotel roa roa via www.brrrwisata.com

Hipwee coba mengecek hotel Roa Roa via Booking.com. Dari situ diketahui bahwa hotel ini tarifnya sekitar 350 ribu rupiah dengan kondisi hotel yang cukup megah. Hotel ini punya 115 kamar dan tingginya 7 lantai. Hotel ini sudah terisi 70 kamar ketika terjadi gempa. Bisa jadi banyak wisatawan yang jadi tamu Hotel Roa Roa mengingat hari Jumat itu bertepatan dengan dibukanya Festival Pesona Palu Nomoni. Dengan harga terjangkau dan hotel yang cukup bagus, wajar apabila banyak tamu dari festival yang menginap di sana.

hotel roa roa via hotel.indonesia-tourism.com

Advertisement

Kondisi hotel yang hancur lebur tampak kontras dengan kondisi hotel sebelum gempa di mana hotel ini cukup tinggi dan besar. Ruangan lobby pun tampak elegan. Kini tinggal puing-puing belaka.

lobby roa roa via www.booking.com

Festival Pesona Palu Nomoni sedianya dilaksanakan pada tanggal 28-30 September 2018. Gempa dan tsunami Palu membatalkan acara ini secara otomatis

festival pesona palu nomoni 2017 via www.change.org

Venue Festival Pesona Palu Nomoni (FPPN) 2018 yang rencananya digelar 28-30 September 2018 ikut dihantam gempa dan tsunami. Lokasinya yang berada di dekat pantai membuat venue acara ini ikut luluh lantak. Festival Pesona Palu Nomoni dipusatkan di sepanjang pesisir Teluk Palu, mulai dari depan area Hotel Wina hingga Swiss Bell Hotel. Sayangnya, para pengisi acara festival ini, sebagian besar adalah penari, belum diketahui nasibnya sampai saat ini. Apakah mereka jadi korban hantaman tsunami di tepi Teluk Palu? Atau mereka masih berada di hotel saat gempa? Satu hal yang pasti, banyak wisatawan yang jadi korban gempa Palu karena mereka hadir di festival Pesona Palu Nomoni. Bahkan ada banyak tamu dari luar negeri yang datang ke Palu demi menghadiri festival seni dan budaya tahunan ini. Apa daya, belum juga dibuka, kota Palu dihantam gempa dan tsunami dahsyat Jumat petang lalu.

Sulawesi Tengah sedang bergeliat ingin membangun pariwisata dengan adanya Festival Pesona Palu Nomoni. Sayang, gempa dan tsunami meluluhlantakkan Kota Palu. Bahkan wisatawan yang menginap di hotel Roa Roa juga masih terjebak. Semoga mereka ditemukan dalam keadaan selamat. Amin.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya