Nggak Melulu Eksotis Seperti Bayanganmu, 7 Pulau di Dunia Ini Berbahaya untuk Dikunjungi Wisatawan

Pulau paling berbahaya di dunia

Menyambangi sebuah pulau yang belum terjamah banyak wisatawan telah menjadi salah satu pilihan wisata populer. Ketenangan yang hanya akan dipecah debur ombak, semilir angin sejuk dan lambaian nyiur, adalah suasana yang akan kamu dapatkan. Eksotisme yang terdengar menarik, bukan?

Advertisement

Namun, perlu diketahui bahwa suasana setiap pulau berbeda, dan belum tentu akan seperti bayanganmu. Bahkan karena berbagai alasan, beberapa pulau di dunia ada yang dianggap berbahaya untuk dikunjungi wisatawan, seperti 7 pulau berikut ini.

1. Pulau Gruinard, Skotlandia

Pulau Gruinard dari kejauhan | Photo by Kevin Walsh from Oxford, England, CC BY 2.0, via Wikimedia Commons

Pulau Gruinard di Skotlandia pernah menjadi lokasi praktik pengembangan dan uji coba bakteri Anthrax sebagai senjata Perang Dunia II. Melansir Atlas Obscura, praktik yang dimulai sejak tahun 1942 ini membuat Pulau Gruniard terkontaminasi sehingga tak dapat dihuni selama beberapa dekade.

Memasuki tahun 1986 dekontaminasi pun dilakukan. Pada tahun 1990 Pulau Gruinard dinyatakan aman. Sejak tahun 2007 pun belum ditemukan lagi kasus antraks dari kawanan domba yang sengaja ditinggalkan. Namun, tidak semua orang meyakini pulau itu aman.

Advertisement

2. Pulau Ramree, Myanmar

Ilustrasi buaya air asin di Pulau Ramree, Myanmar | Photo by Matthew Essman on Unsplash

Pulau Ramree berbahaya karena dihuni oleh buaya air asin yang tak diketahui secara pasti jumlahnya. Panjang rata-rata buaya tersebut mencapai tujuh meter dengan berat hingga 998 kilogram. Ukuran dan bobot tersebut menjadikannya sebagai buaya terbesar di antara semua spesies buaya.

Ada satu kisah yang dapat menggambarkan kengerian pulau di sebelah barat Myanmar ini. Pada Perang Dunia II, Pulau Ramree sempat menjadi tempat persembunyian sekitar 400 tentara Jepang dari tentara Inggris. Nahas, sebagian besar dari tentara Jepang tersebut tewas diserang buaya. Peristiwa tersebut bahkan tercatat dalam Guiness Book of Record sebagai ‘Most Number of Fatalities in a Crocodile Attack’.

3. Ilha da Queimada Grande, Brasil

Advertisement

Bukan buaya. Pulau Ilha da Queimada di Brasil berbahaya karena dihuni ular. Dikenal pula dengan sebutan Pulau Ular, di sini kamu bisa dengan mudah berpapasan dengan begitu banyak ular berbisa. Salah satunya ular lancehead emas yang diyakini punya racun paling mematikan di dunia.

Karena begitu berbahaya, Pemerintah Brasil melarang siapapun untuk menginjakkan kaki di pulau seluas 44 hektare ini. Hanya ilmuwan berlisensi yang boleh datang ke pulau tersebut. Itupun harus dengan izin kunjungan yang ketat.

4. Pulau Sentinel Utara, Kepulauan Andaman

Pulau Sentinel Utara dari ketinggian | Photo by Medici82, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons

Pulau satu ini dihuni oleh suku Sentinel. Baik anggota suku maupun seluruh wilayah pulau sangat terisolasi dan tertutup dari dunia luar. Orang-orang yang mendekat ke pulau tersebut bisa dianggap sebagai ancaman, dan anggota suku nggak akan segan meluncurkan panahnya.

Kebanyakan kontak yang diupayakan dengan suku Sentinel di Pulau Sentinel Utara, Kepulauan Andaman, India ini tidak berbuah manis. Tercatat hanya dua kali kunjungan para antropolog pada awal tahun 1990an yang disambut dengan baik oleh anggota suku Sentinel.

Hingga saat ini siapapun diimbau untuk tidak mendekati Pulau Sentinel Utara. Masyarakat suku Sentinel nggak membutuhkan apapun dari dunia luar. Kedatangan orang luar hanya akan mengganggu mereka.

5. Pulau Farallon, Amerika Serikat

Pulau Farallon dengan stasiun penelitian | Photo by Frank Schulenburg, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons

Berjarak sekitar 40 kilometer sebelah barat San Fransisco, Farallon adalah pulau terlarang bagi wisatawan. Di pulau ini terdapat stasiun penelitian, dan hanya terbuka bagi beberapa ilmuwan konservasi. Namun, bukan itu yang menjadi alasan dilarangnya kunjungan wisatawan.

Menurut Survei Geologi Amerika Serikat, antara tahun 1946 dan 1970 sebanyak lebih dari 47.800 drum dan wadah limbah radioaktif telah dibuang ke dasar laut sekitar pulau. Lokasi pasti dari wadah dan potensi bahaya yang dapat ditimbulkannya tidak diketahui secara pasti.

6. Atol Enewetak, Kepulauan Marshall

Atol Enewetak | Photo by US Defense Special Weapons Agency, Public domain, via Wikimedia Commons

Atol atau pulau koral Enewetak di Kepulauan Marshal ini adalah salah satu lokasi uji coba senjata nuklir. Tercatat antara tahun 1948 dan 1958 sebanyak 43 uji coba nuklir telah dilakukan di sini. Di bawah kendali Amerika Serikat usai Perang Dunia II, seluruh penduduk di pulau koral ini dievakuasi.

Kontaminasi dan radioaktivitas di pulau pulau koral ini sangat tinggi. Atol Enewetak diproyeksikan aman untuk dikunjungi pada tahun 2027 nanti.

7. Atol Bikini, Kepulauan Marshall

Pantai Atol Bikini | Photo by Ron Van Oers, CC BY-SA 3.0 IGO, via Wikimedia Commons

Masih di Kepulauan Marshall, Atol Bikini yang merupakan Situs Warisan Dunia UNESCO ini juga sempat menjadi lokasi uji coba senjata nuklir. Uji coba senjata nuklir di pulau koral ini berlangsung lebih awal, yakni antara tahun 1946 dan 1958.

Sekitar tahun 1987, tingkat radiasi di pulau koral ini dinyatakan berkurang. Meski begitu, penduduk asli yang dievakuasi menolak untuk kembali, karena secara umum pulau ini masih belum aman. Makanan dan tanamannya diyakini masih terkontaminasi.

Nah, itu dia 7 pulau yang dianggap berbahaya untuk dikunjungi wisatawan. Alasannya ternyata nggak main-main, ya. Taruhannya nyawa.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

get me away from here I'm dying

Editor

Penikmat jatuh cinta, penyuka anime dan fans Liverpool asal Jombang yang terkadang menulis karena hobi.

CLOSE