Gempa memang belum sepenuhnya selesai bergejolak di Bumi Sasak Lombok. Setelah dihantam gempa susulan ratusan kali pasca gempa 7 SR tanggal 5 Agustus lalu, tadi malam (19/8) Lombok kembali diguncang gempa utama yang cukup besar. Dari @InfoBMKG diperoleh informasi bahwa gempa semalam terjadi pada pukul 21.56 WIB dengan kekuatan 6,9 SR (awalnya 7 SR namun diralat). Lokasinya sedikit bergeser ke arah timur, yakni 30 km Lombok Timur dengan kedalaman 18 km.

Gempa yang terjadi pada tengah malam membuat warga yang tengah tertidur panik dan lari ke luar rumah. Saking takutnya, banyak warga di Lombok Timur maupun Mataram tidak berani tidur di dalam rumah. Bahkan, di Pulau Bungin, Sumbawa, mengalami kebakaran hebat pasca gempa. Yuk simak ulasan dari Hipwee Travel berikut.

Fakta mengejutkan dari gempa 6,9 SR, gempa tersebut adalah gempa baru. Bukan gempa susulan seperti perkiraan

Advertisement

Rangkaian gempa yang melanda Lombok mulai dari magnitudo 6,4 SR (29 Juli), 7 SR (5 Agustus), dan tadi malam 6,9 SR (19 Agustus) belum benar-benar berakhir. Gempa sebesar 6,9 SR semalam tentu bikin masyarakat Lombok yang tengah pemulihan pasca gempa mengalami panik yang luar biasa. Gempa yang terjadi tengah malam tersebut terasa sampai di Bali, Jawa Timur, Flores, Sumba bahkan Makassar. Ketiga gempa besar tersebut masih punya keterkaitan yang erat dan masih dalam sistem Sesar Naik Flores. BMKG menyebutkan bahwa gempa tadi malam bukanlah gempa susulan, melainkan gempa baru dengan pusat yang lebih ke timur. Hal ini tentu bukan kabar baik karena otomatis bakal ada gempa susulan di atas 5 SR secara berulang-ulang.

Sontak warga Lombok, Sumbawa dan Bali panik menerima guncangan keras ketika sedang terlelap. Apalagi listrik langsung mati di Lombok

gempa lombok via www.viva.co.id

Gempa sebesar 6,9 SR datang menghantam Lombok dan sekitarnya ketika jelang tengah malam. Warga yang tertidur pulas pun panik dan berlarian ke luar rumah. Saking takutnya, banyak warga Lombok Timur maupun Mataram tidur di luar ramah. Pasalnya, gempa susulan berukuran di atas 5 SR sering datang berulang-ulang. Apalagi listrik seketika padam setelah terjadi gempa. Suasana yang mencekam sekaligus gelap gulita tentu membuat warga yang berada di Lombok jadi ketakutan untuk masuk ke dalam rumah.

Tak cuma bangunan yang rusak, gempa semalam membuat beberapa rumah warga di Pulau Bungin, Sumbawa mengalami kebakaran.

kebakaran di pulau bungin via kumparan.com

Advertisement

Gempa Lombok nggak cuma bikin bangunan rusak dan tanah merekah. Di Pulau Bungin, Sumbawa, terjadi kebakaran di permukiman warga pasca gempa 6,9 SR yang terjadi semalam. Kurang lebih terdapat 23 rumah warga yang dilalap si jago merah. Diduga, kebakaran ini disebabkan oleh adanya korsleting listrik. Namun belum ada laporan korban jiwa. Pemadam kebakaran juga telah berhasil memadamkan api di sana. Pulau Bungin adalah pulau terpadat di dunia yang lokasinya tak jauh dari Pulau Sumbawa.

Pulau Bungin adalah pulau terpadat di dunia. Saking padatnya, kambing pun memakan kertas

pulau bungin via www.yukepo.com

Jika kamu bertanya pulau apa yang terpadat di dunia, maka jawabannya adalah Pulau Bungin di Sumbawa. Dihuni oleh suku Bajo selama lebih dari 200 tahun, pulau ini sangatlah padat penduduk. Dari atas, tidaklah tampak lahan hijau maupun garis pantai. Saat ini, ada lebih dari 3.000 orang tinggal di Pulau Bungin yang luasnya hanya 8,5 hektar, sehingga satu rumah bisa dihuni lebih dari tiga kepala keluarga. Saking sempitnya tidak ada lahan hijau atau rerumputan untuk hewan peliharaan seperti kambing. Di pulau ini, kambing memakan kertas saking sulitnya mencari rumput.

Kejadian gempa semalam menyebabkan terjadinya kebakaran di pulau ini. Sebuah bencana yang terjadi karena kepadatan yang tinggi di pulau ini. Total 23 rumah terbakar karena terjadi korsleting listrik pasca gempa 6,9 SR tadi malam. Sebagai mitigasi bencana ke depan, sebaiknya kepadatan pulau ini harus dikurangi dan menyediakan lahan hijau untuk upaya evakuasi jika terjadi bencana gempa kembali.

Semoga gempa 6,9 SR tadi malam adalah gempa terakhir yang terjadi di Lombok dan sekitarnya. Mari doakan semoga masyarakat Lombok dan Sumbawa bisa kembali pulih seperti sedia kala.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya