Kalau saya disuruh bikin list soal “10 Places to see before i die,” saya akan meletakkan Maluku di dalamnya. Entah di urutan ke berapa, yang penting kudu ada. Iya, Maluku, di Indonesia Timur sana. Pariwisata baharilah yang banyak dan paling diminati di kepulauan ini. Dan pantai Ora ialah destinasi wajib para wisatawan.

Pernah denger belum soal pantai Ora? Bahkan yang nggak hobi traveling pun menjadikannya destinasi idaman, apalagi kamu yang ngaku traveller? Secepatnya, cari waktu yang tepat untuk menikmati segala sensasi yang mampu pantai Ora ciptakan. Letaknya di Pulau Seram, Maluku Tengah. Seringkali disebut sebagai surga dunia atau juga kepingan nirwana, ah sama saja. Apa sih yang bisa ditawarkan si Pantai Ora ini? Simak yuk ulasan Hipwee Travel!

Katanya, pantai ini layak disejajarkan dengan pantai-pantai indah lainnya seperti Pantai Boracay di Filipina atau Pantai Bora-Bora di Samudera Pasifik

nikmat mana yang sanggup kamu dustakan?

nikmat mana yang sanggup kamu dustakan? via www.pantaimaluku.web.id

Advertisement
Tak hanya itu, pemandangan alam di Ora beach ini juga tak kalah jika dibandingkan dengan pantai Lanikai Oahu di Hawaii atau Pulau Maladewa –
Dengan perbandingan-perbandingan seperti ini, apa yang kamu bayangkan tentang pantai Ora? Sebuah pantai yang terletak di Desa Saleman, Kecamatan Seram Utara, Maluku Tengah. Pemandangan alamnya seindah apa, sudah jangan ditanya lagi. Lupakan alas kaki, biarkan kakimu menapak pada pasir putih yang lembut dan juga deburan ombak yang tidak begitu tinggi. Suasananya yang sangat tenang membuat tempat ini serasa milik pribadi. Cuaca Pantai Ora saat malam hari juga menakjubkan. Kamu bisa menikmati keindahannya dengan duduk santai di dermaga. Apalagi jika berdua bersama orang kesayangan, aduduh tak cukup kalau hanya membayangkan.

Kehidupan biota lautnya juga mempesona, bawalah perlengkapan dan lakukan beragam aktivitas disana

warna warni koralnya~

warna warni koralnya~ via 3.bp.blogspot.com

Datang ke Ora, jangan hanya menikmati pemandangan alam, pasir pantai, dan debur ombaknya saja. Kamu juga kudu menilik kehidupan biota lautnya. Terumbu karang atau koral di pantai ini beraneka ragam dan berwarna warni, pun begitu dengan ikannya. Karena airnya yang jernih, koral dan ikan-ikan yang sedang berenang kesana kemari bisa kamu lihat langsung dari atas perahu, sungguh sesuatu yang sangat mengagumkan. Selain itu, kamu sangat dipersilahkan kok untuk berenang, snorkeling, dan diving.

Advertisement

Tapi sayangnya, saat ini belum tersedia operator selam di Ora. Jadi pilihannya, antara menyewa di tempat terdekat (Ambon) atau membawa sendiri peralatannya. Karena banyak terdapat perairan dangkal yang memiliki koral hidup dengan jumlah yang besar, tolong berhati-hati ya. Oiya, jangan lupa bawa kamera, sebagai bukti eksistensi diri. Hihiii… Untuk mengabadikan betapa keindahan tempat wisata yang satu ini.

Masalah penginapan juga tak kalah uniknya, menginap di rumah panggung dan mengapung di atas laut. Kamu sanggup menolaknya?

ini nih Ora Beach Resort yang mempesona

ini nih Ora Beach Resort yang mempesona via www.mldspot.com

Salah satu keunikan yang ditawarkan oleh Pantai Ora ialah tempat penginapannya yang berbentuk rumah panggung dan mengapung di atas laut. Hanya ada satu-satunya resort disini,  Ora Beach Resort namanya. Hanya tersedia tujuh buah kamar laut, sebuah rumah laut yang seluruhnya berada di atas air, empat kamar pantai, dan sebuah restoran.

Ada beragam harga pula yang ditawarkan. Tentu saja harganya bergantung dari letak serta fasilitas yang didapatkan. Penginapan per malam mulai dari Rp 400 ribu untuk tipe rumah darat, Rp 450 ribu bertipe panggung dan Rp 750 ribu yang terapung. Harga – harga tersebut tidak dihitung per kamar namun dihitung per orang. Dan biaya-biaya tersebut bukanlah harga pasti, karena harga dapat berubah-ubah tergantung musim. Kalau musim liburan ya makin mahal. Jadi kesananya pas lagi low season aja ya guys, biar he-mat.

Di Ora, kamu bisa trekking melintasi hutan, menuju Pusat Pendidikan dan Rehabilitasi Satwa di Dusun Masihulan, Sawai

kamu bisa makin sehat dan kuat dengan trekking

kamu bisa makin sehat dan kuat dengan trekking via 4.bp.blogspot.com

Kata siapa di pantai Ora kamu hanya bisa bermain air saja? Lebih dari itu, kamu bisa mengunjungi hutan yang masih lestari. Lalu, setelah trekking beberapa jam, kamu akan sampai diPusat Pendidikan dan Rehabilitasi Satwa di Dusun Masihulan, Sawai, tempat melihat penangkaran burung kakaktua seram dan nuri seram. Jangan lupa pula, kamu bisa melihat gua, air terjun, atau menghabiskan malam di pondok, di tengah hutan. Aaaaaaaaaak sensasi ini bisa kamu dapat di satu wilayah saja, which is Pantai Ora. Jadi nggak heran dong kalau kegiatan-kegiatan macam ini bisa menyedot wisatawan hingga 500 orang per tahunnya? Mayoritas emang turis asing dari Belanda, Amerika Serikat, dan Jepang.

Travelingmu akan lebih berkesan kala kamu dapat mengenal aktivitas masyarakat lokal. Cobalah melintasi sungai Salawai untuk menikmati sensasinya

kamu bisa mempelajari aktivitas mereka dengan menyusuri sungai salawai

kamu bisa mempelajari aktivitas mereka dengan menyusuri sungai salawai via www.indonesiakaya.com

Lelah berjalan melintasi hutan, kamu bisa menggunakan perahu untuk susur sungai. Nah, sambil melintasi Sungai Salawai, kamu dapat menyaksikan bagaimana proses pembuatan sagu dan pengambilan buah kelapa yang biasa dilakukan penduduk setempat. Saat tiba di muara sungai Teluk Sulaiman, kamu akan mendapatan bonus. Ada beragam jenis burung yang tengah menunggumu disana.

Dengan traveling ke Pantai Ora, kamu berkesempatan untuk berkunjung ke Taman Nasional Manusela

burung-burung ini bakal jadi bonus buat kamu

burung-burung ini bakal jadi bonus buat kamu via s1187.photobucket.com

Taman Nasional ini terletak tepat di belakang Ora Beach Resort, dan dapat menjadi salah satu opsi menarik kalau kamu bosan memandang air dan pasir. Di Taman Nasional Manusela ini, terdapat sekitar 117 spesies burung, dimana 14 di antaranya merupakan spesies endemik, seperti nuri bayan, kasturi tengkuk-ungu, raja udang, dan kakatua Maluku. Biasanya sih, para pelancong menjadikan kunjungan ini sebagai kegiatan yang dilakukan di pagi hari. Kamu bisa menggunakan kapal bermotor maupun perahu nelayan sekitar untuk melihat dan menikmati pemandangan sambil berkeliling disekitar Taman Nasional Manusela.

Perjalanan menuju kesana memang melelahkan. Tapi percayalah, semua itu akan terbayarkan, LUNAS!

yakin kamu melewatkan spot cantik begini?

yakin kamu melewatkan spot cantik begini? via 4.bp.blogspot.com

Untuk mencapai Pantai Ora, dari Jakarta atau dari kota-kota lainnya, kamu bisa menempuh perjalanan udara menuju kota Ambon. Dari Ambon, menujulah ke pelabuhan Hulnara, Tuleho. Nah, disini terdapat ferry dengan kapasitas penumpang 350 kursi menuju pelabuhan Amahai, pulau Seram. Jadwalnya hanya ada dua kali dalam sehari.

Lalu, dari pelabuhan Amahai hingga saat ini belum ada transportasi umum menuju pelabuhan Desa Saleman yang menghubungkan dengan Pantai Ora. Alternatifnya, kamu bisa menyewa kendaraan dengan jalur darat. Waktu tempuhnya sekitar 2,5 jam dengan menyusuri wilayah kota Masohi dan wilayah Teon, serta melewati liku-liku jalur pegunungan yang indah dan wilayah Taman Nasional Manusela. Sampai Desa Saleman, perahu bermesin kecil sekitar 15 menit akan mengantarkan kamu menikmati keindahan pantai Ora yang tersembunyi. Percayalah, surga tak mampu dicapai dengan cara mudah, Hihiii…

Sudah siap liburan ke pantai Ora di Maluku Tengah? Lokasinya yang terpencil dan sepi cocok untuk rehat sejenak dari keramaian kota. Tempat ini dapat menjadi salah satu terapi untuk kembali bugar dan bahagia. Inget, bahagia itu kamu yang ciptain, bukan bergantung pada orang lain.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya