12 Persiapan Traveling ke Luar Negeri agar Terhindar dari Rasa Cemas dan Khawatir

Persiapan traveling ke luar negeri

Meskipun Indonesia tidak pernah kehabisan destinasi wisata yang patut dikunjungi, bukan berarti kamu tidak boleh melangkahkan kakimu lebih jauh ke negeri seberang. Pergi ke luar negeri akan memberikan pengalaman dan pengetahuan baru. Tantangannya pun berbeda, karena dari kebudayaan, karakteristik masyarakat setempat, aturan, bahkan bahasa dan cuaca bisa sama sekali berbeda dari yang selama ini biasa kita temui.

Advertisement

Mungkin tantangan yang lebih besar ini membuatmu takut atau khawatir ketika harus pergi ke luar negeri pertama kali. Perasaan cemas ini bisa sama kuatnya dengan perasaan senang dan excited yang ada karena akhirnya bisa menyentuh tanah di luar Indonesia. Tapi, sebenarnya kamu tak perlu merasa cemas berlebihan, asalkan kamu melakukan persiapan yang matang mengenai hal-hal berikut ini. Simak yuk!

1. Paspor

Persiapan traveling ke luar negeri

Paspor via twitter.com

Paspor adalah identitas internasional yang harus dimiliki oleh seseorang yang ingin meninggalkan negaranya dan memasuki negara lain. Bisa dikatakan, bahwa paspor layaknya kartu identitas seperti KTP yang kita gunakan kala berada di negeri orang. Untuk itu kamu harus menjaganya sebaik mungkin agar paspor tidak hilang, karena jika hilang kamu tidak bisa melanjutkan perjalanan.

Ada baiknya, sebelum pergi persiapkanlah fotokopi paspormu baik dalam bentuk fisik atau digital. Fotokopi ini berguna sebagai dokumen cadangan untuk mendapat SPLP (Surat Perjalanan Laksana Paspor). SPLP adalah surat perjalanan yang dikeluarkan oleh KBRI ketika ada warga negaranya yang kehilangan paspor. Dengan SPLP ini, kamu bisa kembali ke Indonesia meskipun paspormu raib. Jadi, jangan lupa memfotokopi lembar identitas paspormu 2-3 kali ya. Kemudian, simpan fotokopian ini di tempat seperti bagian bawah koper agar tak tertinggal.

Advertisement

2. Lapor ke KBRI

Persiapan traveling ke luar negeri

Lapor ke KBRI via mujiyaulkhaq.wordpress.com

Melaporkan diri dilakukan oleh seorang yang mengunjungi sebuah negara lebih dari seminggu. Lapor diri ini berguna untuk mengantisipasi jika suatu hal yang tidak diinginkan terjadi. Misalnya saja jika kamu kehilangan paspor. Jika sebelumnya kamu telah melakukan lapor diri akan mempercepat pengeluaran SPLP. Tidak hanya itu, lapor diri juga berguna jika terjadi sesuatu pada kamu, misalnya kecelakaan. Pihak KBRI bisa dengan cepat memberikan bantuan dan menghubungi keluargamu di tanah air.

Untuk melakukan proses pelaporan diri, syaratnya tidak sulit. Kamu hanya butuh pas foto ukuran paspor sebanyak 2 lembar dengan latar terang. Sesampainya di sana, kamu tinggal menunjukkan paspor, menyerahkan pas foto, dan mengisi formulir lapor diri. Setelah itu petugas KBRI akan membubuhi paspormu dengan cap lapor diri. Biayanya? Gratis!

3. Lakukan vaksinasi, jika negara tujuanmu tengah melawan epidemi virus

Advertisement

Pergi ke luar negeri akan memberi konsekuensi tertentu. Salah satunya adalah terkena penyakit menular. Namun, kamu tetap bisa pergi asalkan mau melindungi diri. Jika kamu harus pergi ke negara atau kawasan regional tertentu yang kebetulan sedang berjuang melawan epidemi virus, pastikan kamu mendapat perawatan pencegahan yang tepat.

Sebelum memutuskan pergi cari dahulu apakah negara tujuanmu memiliki virus penyakit yang harus diwaspadai. Beberapa negara juga mewajibkan pengunjungnya untuk melakukan vaksinasi. Misalnya, jika kamu pergi ke Arab Saudi, kamu wajib melakukan vaksin meningokokus tetravalen. Vaksin ini berguna melindungi pelancong dari virus meningokokus yang dapat menyebabkan penyakit meningitis (radang selaput otak).

4. Asuransi Perjalanan

Persiapan traveling ke luar negeri

Asuransi perjalanan via catcindy.blogspot.com

Selain vaksinasi, membeli asuransi perjalanan juga berguna untuk melindungi diri dari berbagai resiko di perjalanan. Kamu budget traveler mungkin berpikir bahwa hal ini akan memperbesar biaya. Namun, sebenarnya jika dibandingkan dengan risiko yang harus ditanggung, harga asuransi tersebut tidaklah seberapa.

Kamu bisa membeli asuransi perjalanan di berbagai agen asuransi. Beberapa bank juga kini menyediakan produk travel insurance yang bisa dibeli oleh nasabahnya. Biasanya, harga asuransi perjalanan akan disesuaikan dengan lama perjalanan dan negara tujuan.

5. Sediakan uang kecil mata uang setempat

Persiapan traveling ke luar negeri

Sedia uang kecil via as3pram.wordpress.com

Ketika menukar uang di money changer, biasanya pihak money changer akan memberikan pecahan uang besar. Jika ada mintalah pecahan uang yang kecil saja. Memiliki pecahan uang kecil akan berguna ketika akan membayar  ongkos taksi, bus, atau kereta.

Di beberapa negara misalnya seperti Thailand, kalau kamu naik taksi dan membayar dengan pecahan besar, supir taksi sering tidak memiliki kembalian. Kalau sudah begini kamu harus repot ke luar dan menukar uang, sebab jika tidak, kamu tak akan diberi kembalian karena si supir beralasan tak punya uang kembalian.

7. Cari tahu biaya masuk dan keluar negara tujuan

Persiapan traveling ke luar negeri

Cari tahu biaya masuk dan keluar negara tujuan via www.interaksyon.com

Beberapa negara mengharuskan turisnya membayar biaya masuk atau keluar dari negara tersebut. Misalnya seperti di Filipina: turis dikenai biaya meninggalkan negara tersebut sebesar PHP 750 (dari Manila) atau PHP 400 (Cebu). Sementara jika terbang domestik biayanya adalah PHP 200. Tidak hanya Filipina saja, beberapa negara lain juga menerapkan sistem ini.

Fee ini pada umumnya tidak dimasukkan ke biaya tiket, jadi penting bagi kamu untuk memeriksa apakah negara tujuanmu tersebut menerapkan sistem tersebut. Jangan sampai kamu lupa memasukkan budget biaya masuk dan keluar negara ke anggaran perjalanan yang akan mengganggu anggaran lainnya.

8. Membawa kalkulator

Persiapan traveling ke luar negeri

Membawa kalkulator via www.mikepope.com

Mungkin kamu tidak selalu bisa berbahasa lokal. Celakanya, masyarakat beberapa negara seperti China, Korea, dan Jepang pun tidak begitu lancar berbahasa Inggris. Untuk itu turis asing yang datang ke sana seringkali mengalami kesulitan ketika berkomunikasi dengan masyarakat lokal. Kesulitan akan begitu terasa jika kamu perlu bertanya harga.

Kamu tak bisa memahami bahasa mereka. Begitu juga, mereka tak mengerti apa yang ingin kamu sampaikan. Sudah, nggak usah repot-repot pakai bahasa Tarzan! Lebih baik bawa kalkulator kecil kemana-mana, saat kamu mau makan ataupun berbelanja. Gunakanlah kalkulator tersebut sebagai perantara komunikasi kamu dan mereka!

9. Membawa obat-obatan

Persiapan traveling ke luar negeri

Membawa obat via www.simplyorganized.me

Pergi ke sebuah negara yang rasa makanan atau keadaan cuacanya tentu memerlukan persiapan yang cukup matang. Salah satunya adalah obat-obatan yang sekiranya diperlukan. Kalau menurut Hipwee sih, obat-obatan seperti anti diare, penurun demam, dan vitamin C adalah jenis obat yang wajib ada di tasmu.

10. Belajar bahasa lokal

Persiapan traveling ke luar negeri

Belajar bahasa lokal via ireneandmanyung.blogspot.com

Menyapa masyarakat lokal dengan bahasa sehari-hari mereka dapat membangun kedekatan dengan mereka. Tak perlu langsung yang advanced, kamu bisa menyapanya dengan bahasa sederhana.

11. Pelajari sistem transportasi umum negara tujuan

Persiapan traveling ke luar negeri

Pelajari sistem transportasi via en.wikipedia.org

Jika di Indonesia kamu lebih nyaman menggunakan seperti motor atau mobil pribadimu, saat di luar kamu harus membiasakan diri menggunakan transportasi umum seperti MRT, bus, atau kereta. Harga taksi di luar juga cenderung mahal. Namun terkadang sistem transportasi di luar negeri bisa jadi membingungkanmu. Untuk itu sebelum pergi jangan lupa mempelajari sistem transportasinya agar kamu tak kesasar! App seperti Google Map atau Waze bisa sangat membantumu beradaptasi, kok.

12. Sedia International Adaptor

Membawa international adapter

Membawa international adapter via www.miamiherald.com

Tiap negara memiliki standar colokan listriknya tersendiri yang bisa jadi berbeda dengan yang kita gunakan sehari-hari. Maka dari itu agar tak kerepotan, bawalah international adaptor agar gadgetmu bisa digunakan di mana saja!

Sebagai panduan, negara-negara Uni Eropa punya colokan yang sama persis dengan Indonesia, yaitu berkaki dua dan “bulat”. Amerika, Jepang, dan Korea punya model colokan berkaki dua dan pipih. Singapura biasanya punya colokan berkaki tiga. Thailand? Sama persis dengan Indonesia.

Menyiapkan berbagai hal sebelum traveling ke luar negeri meskipun terkesan ribet tentu lebih baik daripada dibikin pusing ketika kamu harus menghadapi masalah saat di sana. Maka dari itu jangan malas untuk menyiapkan list hal apa saja yang harus disiapkan agar perjalananmu menjadi nyaman terkendali.

Advertisement

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Travel addict...

CLOSE