Bir Pletok, Minuman Tradisional Asli Betawi yang Menyehatkan dan Nggak Bikin Mabuk!

Sejarah bir pletok

Kalau ngomogni minuman khas, warga Betawi, punya sebuah minuman bir yang nggak memabukkan. Minuman ini adalah hasil dari akulturasi budaya antara masyarakat Betawi dengan penduduk Belanda yang dulu banyak bermukim di Batavia. Namanya adalah bir pletok, sebuah minuman yang dibuat dari rempah-rempah ini sangat cocok diseruput untuk teman nongkrong, walaupun bentuk, bahan dan pengolahannya mirip dengan jamu. Walaupun masih berkerabat dengan jamu, setidaknya minuman ini nggak berasa seperti jamu yang umumnya pahit, bir pletok malah punya kecenderungan rasa yang enak! Yuk kita lihat bagaimana minuman ini bisa tercipta dan apa khasiatnya ya?

Bir pletok muncul karena warga Betawi yang penasaran dengan budaya minum beer orang Belanda

Advertisement

Nggak ada yang tahu kapan bir peletok diciptakan, para sejarawan serta budayawan Betawi masih mendebatkan dan mencari tentang hal ini, tetapi satu yang diketahui pasti, bir pletok tercipta karena adanya rasa keingintahuan warga Betawi terhadap budaya minum wine dan minum bir yang biasa dilakukan oleh para orang Belanda di zaman itu.

Masyarakat Betawi yang menganut agama Islam tentu saja nggak diperbolehkan untuk meminum minuman beralkohol, sebagai alternatif akhirnya mereka menciptakan sebuah minuman tersendiri. Akulturasi budaya wine dan beer yang dimodifikasi inilah yang akhirnya menciptakan bir pletok, minuman khas masyarakat Betawi.

Dibuat dari bahan-bahan alami yang sama sekali berbeda dengan beer yang asli

Bir Pletok via commons.wikimedia.org

Jika beer dan wine dibuat dari hasil fermentasi gandum serta anggur, maka bir pletok sama sekali nggak menggunakan bahan-bahan tersebut bahkan cara pembuatannya juga berbeda sama sekali dengan beer ataupun wine. Bahan pembuatan bir pletok ini hanya direbus saja untuk mengeluarkan aroma, rasa, serta warnanya.

Advertisement

Bir pletok sendiri terbuat dari campuran beberapa rempah alami, seperti jahe, serai, cengkeh, kayu manis, kapulaga, dan pala, semua rempah tersebut kemudian direbus sebelum akhirnya ditambahkan dengan kayu secang untuk memberikan warna.

Kayu secang yang direbus akan memberikan warna merah yang menjadi ciri khas dari bir pletok. Lama perebusan kayu secang aakan menentukan kepekatan warna bir pletok, semakin lama kayu secang direbus, maka warna merah bir pletok akan semakin pekat. Tetapi kepekatan ini nggak memiliki sebuah patokan baku, maka jangan heran kalau tiap produsen bir pletok memiliki warnanya sendiri, dari yang merah pekat hingga merah menuju bening.

Advertisement

Asal mula kata “pletok” dalam nama bir pletok memiliki banyak versi asal-usul

Selain awal mula kemunculannya yang masih menjadi perdebatan, kata ‘pletok’ yang tersemat pada nama bir pletok juga memiliki banyak versi. Tapi ada dua versi yang dianggap paling valid dan masuk akal.

Pada versi pertama, kata pletok berasal dari suara pletok yang muncul karena sebuah bambu yang ditaruh ke dalam teko dan mengeluarkan suara pletok ketika dikocok. Sedangkan versi kedua mengatakan bahwa suara pletok ini diambil dari suara ‘pletok’ yang muncul ketika seseorang membuka botol wine.

Bir pletok bisa menjadi teman nongkrong yang memiliki banyak manfaat dan enak diminum panas atau dingin

Selain menyehatkan, bir pletok bisa dinikmati dingin atau hangat | Credit: Harismoyo via depositphotos.com

Meskipun namanya bir, tapi bir pletok punya banyak manfaat lho buat badan. Selain bisa berguna sebagai penghangat tubuh, bir pletok juga memiliki banyak manfaat lain, seperti meningkatkan stamina, meredakan nyeri, hingga melancarkan peredaran darah.

Kini selain dijadikan sebagai minuman kesehatan, bir pletok juga menjadi salah satu minuman yang digandrungi kembali oleh anak-anak milenial. Minuman ini bisa banget dijadikan teman nongkrong yang menyehatkan dan menyegarkan, kamu bisa menikmati minuman ini dalam keadaan dingin atau panas.

Nah itulah sekilas kisah mengenai bir pletok, minuman menyegarkan dan menyehatkan asli Betawi. Tertarik nggak kira-kira kamu untuk mencoba bir yang halal dan nggak memabukkan ini?

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

What is bravery, without a dash of recklessness?

Editor

Penikmat jatuh cinta, penyuka anime dan fans Liverpool asal Jombang yang terkadang menulis karena hobi.

CLOSE