Saat aku cerita ke teman-teman bahwa aku akan jalan-jalan ke Myanmar, sebagian besar menanggapi dengan pertanyaan, “Emang ada apa di Myanmar?”. Malah ada lagi yang merespon dengan bilang, “Myanmar itu di mana?”. Duh. Jangan-jangan kamu juga nggak tahu Myanmar? Aku kasih klue dikit ya. Myanmar itu masuk ke dalam negara-negara ASEAN, masih tetanggaan dengan Indonesia. Tiket ke Myanmar lumayan murah dan satu lagi yang penting, jalan-jalan ke Myanmar yang dulunya bernama Burma ini bebas visa. Jadi tinggal dateng aja.

Di Myanmar ada kota kecil bernama Bagan. Bagan ini seperti kota kuno yang masih eksis di masa modern seperti sekarang. Untuk mencapai Bagan, bisa terbang langsung ke Nyang-U Airport di Bagan atau bisa juga naik bus dari Yangon, Mandalay, atau Inle Lake. Kalo aku memilih untuk naik bus malam dari Yangon yang butuh waktu sekitar 7-8 jam. Bagan ini begitu istimewa. Nih, aku kasih tahu serunya berlibur di sana.

Kalo kamu suka lihat balon udara di Cappocadia Turki dan takjub dengan Angkor Wat di Kamboja, Bagan adalah gabungan kedua kota ini. Kebayang kan indahnya.

Bagan, gabungan antara Angor Wat dan Cappocadia. via www.farfelue.com

Advertisement

Bagan memang begitu istimewa. Begitu masuk ke Kota Bagan, sepanjang mata memandang aku selalu lihat candi dan pagoda di mana-mana. Berbeda dengan candi yang ada di Jawa, candi-candi di Bagan cenderung berwarna merah bata. Ada juga beberapa candi yang berwarna putih, tapi ada juga candi yang berwarna emas. Kalau kamu datang ke Bagan di bulan Oktober – Mei kamu bakalan lihat ratusan balon udara melayang-layang di atas Kota Bagan. Epic.

Bagan adalah kota wajib kunjung di Myanmar. Nggak keliling Myanmar-nya nggak pa-pa, tapi Bagan sih wajib!

Jutaan orang dari seluruh dunia datang ke Bagan. Kamu kapan? via www.dinilint.com

Buat aku jalan-jalan ke Bagan adalah wajib. Untuk turis mancanegara diharuskan membayar sekitar 25,000 kyat atau 20 USD. Ini adalah biaya masuk untuk berkunjung ke Kota Bagan. Tiket masuk kota Bagan ini berlaku untuk 3 hari. Bayar segini untuk melihat ribuan candi dan pagoda dalam satu kota kuno is worthed the money. Ya elah itu kalau diganti kopi Starbucks paling cuma dapat 3-4 gelas sih.

Bagan adalah kota kuno yang masih ada di dunia modern. Datang ke Bagan seperti masuk ke dalam mesin waktu.

Datang ke Bagan seperti masuk ke dalam kota kuno. via www.dinilint.com

Konon katanya ada sekitar seribu candi dan pagoda yang tersebar di Bagan. Sayangnya sudah ada sebagian candi yang rusak akibat gempa bumi. Meskipun begitu, candi-candi yang ada di Kota Bagan tetep aja masih banyak dan cantik-cantik banget. Datang ke Bagan rasanya seperti masuk ke mesin waktu dan terlempar ke masa lalu. Seru banget sih!

Bagan memang terdiri dari ribuan candi. Tapi kalau cuma punya waktu terbatas, datang aja ke 7 candi dan pagoda wajib datang ini.

Candi Ananda, candi tercantik di seluruh bagan. via www.dinilint.com

Advertisement

Bagan punya ribuan candi dan pagoda. Ribuan candi dan pagoda ini nggak mungkin didatangi satu per satu, apalagi kalau kamu cuma punya waktu terbatas. Aku punya daftar candi-candi besar yang wajib dikunjungi. Candi Ananda yang dibilang sebagai candi tercantik di Bagan, Pagoda Bupaya yang berdiri persis di pinggir sungai, Candi Dhammayangyi yang merupakan candi terbesar di Bagan, Pagoda Shwesandaw yang megah, Pagoda Shwezigon yang punya perpaduan warna emas dan putih, Candi Sulamani yang cantik, dan Candi Thatbyinnyu yang merupakan candi tertinggi di Bagan. Udah datang ke candi-candi itu aja, udah cukup mewakili kok.

Kamu bisa datang ke Bagan di bulan September – Mei untuk mendapatkan cuaca terbaik. Di sana cerah banget malah

Suhu udara di Bagan sekitar 24-30 derajat Celcius saat bulan Oktober – Mei via www.dinilint.com

Aku punya waktu 2 hari penuh untuk keliling Bagan. Aku datang ke Bagan di bulan September. Saat itu cuaca sangat bersahabat. Suhu di pagi hari sekitar 24 derajat Celcius sedangkan suhu di siang hari sekitar 30 derajat Celcius. Aku juga sempat merasakan gerimis sedikit. Cuaca saat itu udah yang paling pas buat aku. Di Bagan banyak angin bertiup sehingga nggak terlalu gerah. Serunya lagi orang Bagan suka banget makan semangka. Saat makan di restoran, aku selalu dapat bonus semangka selesai makan.

Cara terbaik untuk keliling Kota Bagan adalah dengan naik e-bike. Sepeda listrik ini nggak berisik dan jalannya selow.

Naik e-bike adalah cara paling bener untuk keliling Bagan via www.dinilint.com

Salah satu keseruan selama di Bagan adalah bisa keliling kota pakai e-bike. E-bike ini semacam sepeda listrik. Cara nyetirnya mirip dengan nyetir motor matic, tapi bedanya e-bike ini nggak berisik. Kecepatan maksimalnya hanya 54 km/jam. Cocok banget buat jalan-jalan santai keliling Kota Bagan.

Jutaan orang dari seluruh dunia rela bangun pagi untuk menikmati Sunrise di Bagan. Sunset-nya juga nggak kalah epic.

Pemandangan di Bagan saat matahari terbit. Epic. via www.dinilint.com

Konon di jaman dulu, ada banyak orang kaya di Bagan. Tiap orang kaya tersebut berlomba-lomba membuat candi untuk ibadah. Hasilnya, ada banyak sekali candi yang masih ada sampai sekarang. Bahkan beberapa candi masih digunakan untuk beribadah hingga hari ini. Melihat ratusan candi dan pagoda saat matahari terbit dan terbenam ibarat masuk ke dalam layer bioskop saat nonton film kolosal. Epic.

Bagan layak dimasukkan ke dalam wishlist tujuan kamu berikutnya. Kalau ada kesempatan aku rela untuk datang kembali ke Bagan, bangun pagi demi mengejar sunrise, dan duduk santai di atap salah satu secret temple untuk menikmati sunset. Kamu pengen juga nggak ngejar sunrise & sunset di Bagan? Yuk kita liburan ke sana.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya