7 Cara Cerdas Restoran Memberlakukan Social Distancing Pasca Pandemi. Unik dan Kreatif ya!

Cara Social Distancing di Restoran

Dunia akan menghadapi a new normal dalam interaksi antar manusia. Kini tak mudah berkumpul dalam keramaian, tak seperti dulu. Pertandingan bola tanpa penonton, konser musik dilaksanakan virtual, tempat wisata pun dikunjungi lewat laptop doang, akan jadi hal yang lumrah beberapa bulan ke depan.

Advertisement

Paling terasa sih di tempat makan ya. Sekarang banyak banget restoran yang tidak menerima makan di tempat, cuma bisa beli dibungkus atau take away. Awal-awal sih nggak masalah ya. Tapi kalau lama-lama ya bakal malesin juga kalau nggak bisa makan di tempat. Untuk mengantisipasi penularan Covid-19 di restoran atau cafe, ada setidaknya 7 cara cerdas yang sudah dilakukan berbagai restoran di dunia. Seperti apa caranya?

Di Thailand, restoran Vietnam meletakkan boneka panda untuk menjaga jarak antar pengunjung

kursi kosong diisi panda via www.insider.com

Terobosan unik dilakukan restoran Vietnam di Thailand, Maison Saigon. Pengelola restoran menyediakan boneka panda untuk duduk menemani makan, sekaligus memberlakukan social distancing antar pengunjung. Kursi yang ditempati si panda tidak boleh diduduki.

Di Jepang ada sekat bening yang berada di tengah meja. Membatasi satu sama lain namun masih bisa interaksi dengan mudah

ada sekatnya lho via www.insider.com

Di sebuah restoran di Akita, Jepang, sebuah pembatas transparan diletakkan di tengah meja makan. Hal ini untuk mencegah droplets menyebar ke pengunjung lainnya. Meski begitu, interaksi tidak terganggu karena transparan.

Advertisement

Di Australia, kursi kosong diberi gambar manusia yang seolah nyata. Jadi berasa rame tempat duduknya

diisi gambar manusia via www.insider.com

Five Dock Dining di Australia punya ide unik dalam membikin social distancing yakni dengan menyediakan potongan foto manusia yang diletakkan di kursi. Jadi rasanya di kursi tersebut terasa sangat ramai padahal ramai dengan gambar manusia doang. Hehehe.

Agak radikal sih, restoran di Swedia hanya melayani 1 tamu dalam sehari!

melayani 1 tamu doang via www.insider.com

Bord för En, sebuah restoran di Swedia melayani tamu sebanyak 1 orang per hari. Itu pun tempat makannya berada di lapangan dan makanan tidak diantarkan oleh pelayan. Makanan berada di dalam keranjang yang diantar menggunakan tali. Ini terniat sih!

Cafe di Jerman menyediakan topi baling-baling untuk pengunjung agar menjaga social distancing

topi baling baling via www.insider.com

Di Jerman, ada sebuah cafe yang menyediakan topi berbentuk baling-baling berwarna-warni sepanjang 1,5 meter. Dengan mengenakan topi tersebut, diharapkan pengunjung bisa jaga jarak dengan baik. Kocak sih idenya, kreatif banget!

Advertisement

Di Amerika, restoran berkonsep retro menyediakan manekin di tempat makan. Wih, agak creepy ya!

ada manekin via www.insider.com

The Inn at Little Washington di Amerika punya strategi dalam membentuk social distancing. Di setiap meja makan ada manekin manusia yang diletakkan di kursi. Jadi tamu tidak bisa duduk di sana. Akhirnya social distancing tercipta dengan sendirinya.

The Penguin Eat Shabu di Thailand menyediakan bilik transparan terbuat dari plastik

ada bilik transparan via www.insider.com

The Penguin Eat Shabu di Thailang menyediakan bilik plastik transparan di meja makan. Hal ini cukup inovatif dan sears di bilik warnet. Dengan bilik seperti ini, kecil kemungkinan terjadi penularan Covid-19 secara langsung.

Mana yang paling unik menurut kamu?

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Traveler Baper, Penghulu Kaum Jomblo

Editor

Traveler Baper, Penghulu Kaum Jomblo

CLOSE