Sudah seharusnya, traveler memiliki orientasi traveling untuk mendapatkan hal-hal baru, seperti pengalaman dan pengetahuan dari tempat yang dituju. Buat kamu yang memang suka berpetualang mendapatkan sesuatu yang baru, cobalah untuk membaur dengan masyarakat setempat yang kamu kunjungi. Alangkah asyiknya kalau kamu membaur dan mempelajari kehidupan sosial masyarakat setempat.

Seandainya kamu berada di suatu pedalaman, dan ingin mempelajari hal baru dari masyarakat setempat, mungkin kamu bisa belajar dari Hipwee Travel. Berikut adalah beberapa keunikan tradisi dan kehidupan suku-suku yang ada di dunia. Kalau kamu memang suka berpetualang, kamu perlu tahu tentang suku-suku ini!

Ternyata Indonesia memiliki sebuah suku yang unik yang diakui dunia. Suku Dayak dan tradisi memanjangkan daun telinga.

Melar gitu. via awalinfo.blogspot.com

Datang dari dalam negeri, inilah suku terunik di Indonesia. Suku Dayak memiliki kebudayaan untuk memanjangkan daun telinganya dengan menggantungkan pemberat seperti anting atau hiasan. Konon, mereka percaya bahwa memanjangkan telinga akan membuatnya semakin cantik.

Suku Kayan dengan lilitan gelang di leher para wanita. Semata karena ingin mengikat hati para pria.

Lebih cantik. via familypedia.wikia.com

Advertisement

Suku Kayan ini memiliki kebudayaan unik, yakni wanita memanjangkan lehernya agar terlihat cantik di mata para pria. Suku yang berasal dari Myanmar ini memasang gelang leher sejak masih kanak-kanak. Ketika kecil, para wanita ini melilit lehernya dengan gelang seberat 1 kg, yang tiap tahunnya terus bertambah. Mereka berasumsi bahwa semakin panjang leher wanita, semakin cantik pula penampilannya. Waduh.

Memotong sedikit bibir bawah dan menyumpalnya dengan piring. Inilah tradisi Suku Mursi dari Ethiopia.

Mursi. Are she beautiful? via www.pinterest.com

Sama halnya dengan suku Dayak dan Kayan, suku ini memiliki tradisi atau cara untuk mempercantik diri mereka, khususnya wanita. Suku yang tinggal di daerah sungai Onmo ini memperlebar bibir bawah mereka dengan menggunakan piring, sejak usia memasuki usia 13 tahun. Jika pada beberapa tahun ke depan bibir bawah mereka sudah cukup lebar, itu berarti mereka sudah siap untuk dinikahi. Semakin lebar bibir mereka, semakin cantik pula mereka sebagai wanita di suku Mursi.

Inilah suku dengan wanita tercantik se-India, Suku Apatani. Dengan hidung bertambal kayu…..

Berasal dari lembah Ziro di negara bagian Arunachal Pradesh di India Timur, suku Apatani memiliki kebiasaan aneh yang sebenarnya terpaksa mereka lakukan. Kebiasaan ini bermula dari asumsi bahwa wanita dari suku Apatani adalah wanita paling cantik di antara suku lain di India. Makanya, mereka jadi rebutan oleh para pria dari suku lain. Untuk menghindari persaingan dan kamuflase diri, para wanita (yang sudah berumur) memasang penutup hidung atau Yaping Hillo pada bagian atas hidung mereka. Penutup hidung ini terbuat dari potongan kayu besar yang sudah disterilkan. Jangan nanya gimana cara mensterilkannya, ya!

Bukan untuk kecantikan, Suku Rikbatsa melebarkan daun telinga untuk menunjukkan derajat sosial saja.

Kupingnya… via wikimedia.com

Suku dari Amazon, Brazil ini juga memiliki keunikan pada tradisi mereka. Yakni memasangkan sebuah kayu berbentuk lingkaran pada lubang tindikan pada daun telinga mereka. Kalau tradisi ini bukan untuk mempercantik penampilan mereka, melainkan untuk menunjukkan derajat mereka dalam kehidupan bermasyarakat. Semakin lebar kayu yang menempel pada daun telinga mereka, semakin tinggi pula derajat mereka.

Suku Wodaabe dari Nigeria dan tradisi mencuri istri. Waduh, menang banyak~

Wodaabe. via obviousmag.org

Satu lagi suku unik dari Afrika yang memiliki tradisi unik. Mencuri istri! Ya, hal ini bahkan telah turun temurun. Tradisi ini dilakukan karena pernikahan masyarakat telah ditetapkan sejak mereka kecil, dan harus dengan sepupu yang seumuran. Makanya, mungkin mereka bosan kali, ya, hingga akhirnya ada semacam festival untuk mencuri istri. Jadi, para pria harus berdandan setampan dan sekeren mungkin untuk memancing perhatian para wanita ini. Dan, mereka yang terpilih bisa langsung melanjutkan kehidupan baru mereka. Weleeh…

Suku Zoe membedakan jati diri mereka dengan sepotong kayu di bawah bibir. Kayu yang akan dibawa hingga ajal menjemput.

Sepotong kayu yang ada di bawah bibirnya merupakan pertanda bahwa mereka adalah suku Zoe, suku yang paling bahagia di dunia. Kayu itu disebut Poturu. Poturu ini ditanam pada bawah bibir sejak mereka masih berusia 7 tahun dan akan dibiarkan hingga mereka tua nanti, bahkan dibawa sampai mereka meninggal. Kenapa disebut suku paling bahagia di dunia? Karena suku ini nggak suka yang namanya perkelahian. Justru, ketika ada seorang dari suku ini membuat masalah, dia akan diusir dari lingkungannya. Mereka cinta damai, Bro!

Yup, itulah beberapa keunikan suku yang ada di dunia. Menurutmu, suku mana yang lebih unik dan asyik buat dipelajari? Share di kolom komentar, ya. Mari, diskusi!