Mengenal 5 Negara di Dunia yang Nggak Merayakan Tahun Baru Pada Tanggal 1 Januari

tahun baru bukan di 1 Januari

Nggak terasa tahun 2020 sudah di penghujung usai. Tinggal beberapa hari lagi, seluruh dunia akan menyambut pergantian tahun yang sayangnya nggak bisa dirayakan semeriah sedia kala. Kendati demikian, pemaknaan atas tahun yang baru agaknya harus tetap meriah: dipenuhi optimisme bahwa keadaan akan segera membaik, dan rencana-rencana yang sempat tertunda bisa segera terlaksana.

Advertisement

Nah, bicara tahun baru, tanggal 1 Januari adalah hal terpenting dan istimewa karena menjadi hari pertama di tahun yang baru. Di Indonesia biasanya, pada malam tanggal 31 Desember anak-anak akan diizinkan begadang untuk sekadar bermain kembang api menjelang tengah malam. Sementara pada tanggal 1 Januari, semua aktivitas nyaris diliburkan. Tapi kamu tahu nggak, ternyata nggak semua negara merayakan tahun baru pada tanggal 1 Januari lo. Penasaran negara mana saja? Berikut Hipwee Travel rangkum.

1. Tiongkok rayakan tahun baru di antara tanggal 21 Januari atau 20 Februari merujuk pada kalender Lunar

Perayaan Imlek | cc-by-sa/2.0 – © William Starkey via geograph.org.uk

Setiap negara yang merayakan tahun baru pada tanggal 1 Januari pasti menggunakan kalender Gregorian sebagai acuan. Kalender Gregorian merupakan kalender yang paling banyak dipakai hingga saat ini. Nah, Tiongkok nggak menggunakan kalender Gregorian sebagai acuan penanggalan mereka. Sebagai gantinya, mereka menggunakan kalender Lunar.

Tahun baru dalam kalender Lunar umumnya akan jatuh di antara tanggal 21 Januari atau 20 Februari. Dikenal dengan sebutan Imlek, tahun baru orang Tiongkok ini nggak kalah meriah seperti yang bisa kamu saksikan di setiap 31 Desember hingga 1 Januari. Biasanya Imlek akan dipenuhi lentera berwarna merah sebagai perlambang keberuntungan dan kebahagiaan, makanan manis, jeruk, dan pertunjukan barongsai. Untuk tahun 2021, Imlek akan jatuh pada tanggal 5 Februari.

Advertisement

2. India punya banyak tanggal untuk merayakan tahun baru berdasarkan daerah

Festival Diwali | Photo by UrbanUrban_ru, CC BY-SA 2.0 via commons.wikimedia.org

Dikenal sebagai negara yang memiliki beragam kebudayaan, masyarakat India juga punya banyak tanggal untuk merayakan tahun baru. Bagi komunitas Gujarat dan Marwari di India Utara misalnya, mereka merayakan tahun baru pada akhir Oktober atau awal November dengan menggelar Festival Cahaya atau Diwali selama lima hari berturut-turut.

Sementara di negara bagian Tamil Nadu yang mendiami Sri Lanka dan kawasan India Selatan, masyarakatnya merayakan tahun baru yang disebut Puthandu pada 14 April berdasar kalender matahari. Selain itu, orang Sinhala di Sri Lanka juga akan memperingati tahun baru Aluth Avurudda yang waktunya bertepatan dengan perayaan tahun baru di banyak kalender tradisional Asia Selatan dan Tenggara.

3. Arab Saudi merayakan tahun baru pada hari pertama bulan Muharram

Advertisement

Madinah | Photo by Sekretärin, CC BY-SA 3.0 via commons.wikimedia.org

Merayakan tahun baru dengan gegap gempita seperti yang biasa kamu saksikan di kota-kota besar di Indonesia adalah ilegal di Arab Saudi. Pasalnya, sebagai negara Islam, Arab Saudi menganggap perayaan tahun baru seperti itu bukan bagian dari syariat Islam. Biasanya, polisi Arab Saudi akan berpatroli untuk memastikan nggak ada toko yang menjual atribut tahun baru, seperti terompet atau kembang api.

Sementara untuk menentukan tahun baru, Arab Saudi menggunakan kalender Muharram atau Hijriyah. Nah, jika mengacu pada penanggalan Hijriyah, maka tahun baru akan jatuh pada hari pertama bulan Muharram, yang kita kenal dengan sebutan Tahun Baru Islam. Tahun Baru Islam menandai peristiwa penting yakni hijrahnya Nabi Muhammad dari Mekkah ke Madinah.

4. Bangladesh rayakan tahun baru yang disebut Hari Bengali pada tanggal 14 April

Pawai Hari Bengali | Photo by Abidhasan00, CC BY-SA 4.0 via commons.wikimedia.org

Serupa dengan tahun baru di negara bagian Tamil Nandu, India, Bangladesh juga merayakan tahun baru pada tanggal 14 April. Dikenal dengan sebutan Hari Bengali, orang-orang biasanya akan menggunakan pakaian terbaik berapa pada perayaan tahun baru tersebut.

Untuk perayaannya sendiri, Hari Bengali akan diisi oleh kegiatan pawai, bernyanyi, menari, dan aktivitas menyenangkan lainnya antar sesama. Para anggota keluarga pun biasanya akan berkumpul untuk menghabiskan hari bersama. Kendati demikian, tanggal 1 Januari tetap merupakan hari libur nasional di Bangladesh.

5. Iran mengacu pada kalender Persia dan merayakan tahun baru pada tanggal 21 Maret

Perayaan Nowruz | Photo by Michel Ravassard, CC BY-SA 3.0 IGO via commons.wikimedia.org

Dikenal dengan sebutan Nowruz, tahun baru di Iran jatuh pada tanggal 21 Maret mengacu pada kalender Persia. Dalam perayaannya, Nowruz akan diisi oleh kegiatan yang serupa dengan yang biasa kamu saksikan: festival, tarian dan semarak tiupan terompet. Tapi yang sedikit berbeda, masyarakat Iran akan mengenakan pakaian tradisional pada saat tahun baru.

Selain itu, masyarakat Iran juga punya tradisi unik pada saat tahun baru. Mereka akan memakan semangkuk sup mi Ash-e Reshteh, dan membeli penganan atau barang-barang yang namanya dimulai dengan bunyi ‘ess’. Unik, ya.

Itu dia lima negara di dunia yang nggak merayakan tahun baru pada tanggal 1 Januari. Nah, kamu punya agenda menarik dan berbeda seperti apa nih, untuk tahun baru kali ini?

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

get me away from here I'm dying

Editor

Penikmat jatuh cinta, penyuka anime dan fans Liverpool asal Jombang yang terkadang menulis karena hobi.

CLOSE