9 Tips Atasi Mabuk Perjalanan Saat Traveling. Tetap Bisa Have Fun Kok Meski Awalnya Pusing

Tips atasi mabuk perjalanan

Traveling yang sudah kamu rencanakan bisa aja nggak seru gara-gara mabuk perjalanan. Bisa jadi energimu sudah habis sebelum sampai ke destinasi wisata yang dituju. Alhasil liburan yang asyik dan menyenangkan cuma tinggal bayangan.  Sesampainya di tempat wisata, kamu langsung tepar saking lelahnya. Kalau sudah begitu, liburan bukan lagi soal melepas penat. Sebaliknya, kamu justru makin capek.

Advertisement

Sebenarnya mabuk perjalanan bukan masalah yang membahayakan. Namun, mabuk perjalanan dipastikan bikin kamu nggak nayaman sepanjang liburan. Makanya, perlu tips dan trik untuk mengatasinya biar rasa pusing, mual, muntah, dan lemas hilang. Coba deh terapkan 9 tips ini. Jadi, kamu masih bisa tetap have fun saat traveling ke mana pun juga pakai pesawat, bis, motor, kapal, atau kereta api.

Sebelum traveling, perhatikan asupan makanan dan minuman dulu

Asupan sebelum traveling | Photo by Akshay Gupta via Asupan%20sebelum%20traveling%20|%20Photo%20by%20Akshay%20Gupta

Asupanmu sebelum melakukan perjalan jauh ternyata sangat berpengaruh pada kondisi tubuh. Makan dan minum secukupnya aja biar perut nggak penuh. Soalnya, guncangan dan getaran saat dalam kendaraan bisa membuat mual. Apalagi kalau perutmu penuh dengan makanan atau cairan. Jadi hindari makanan berat, santapan berlemak, minuman soda, atau makanan pedas.

Saat dalam perjalanan, hindari makanan beraroma menyengat

Hindari makana berat dan menyengat | Photo by Andres Ayrton via www.pexels.com

Untuk mencegah mual, kadang mengonsumsi makanan tertentu bisa jadi solusi. Namun, pilih makanan yang tepat, ya. Usahakan nggak menyantap makanan beraroma menyengat seperri durian. Alih-alih mencegah mual, makanan menyengat malah bikin kamu merasakan mabuk perjalanan. Sebaiknya, makan cemilan untuk mencegah mual seeprti biskuit asin, permen, roti, pisang, atau apel.

Advertisement

Minum air putih dingin atau minuman berkarbonasi. Jangan minum soda dan kopi

Minum air putih | Photo by Pxhere via pxhere.com

Saat mabuk perjalanan, minuman air putih aja. Usahakan air yang dingin. Jika tidak, kamu juga bisa menyesap minuman berkarbonasi. Dua minuman itu disinyalir bisa mengurangi gejala mabuk perjalanan. Sementara itu, hindari minuman soda dan kopi karena kandungan kafeinnya bisa menimbulkan dehindrasi dan memperparah rasa mual.

Pilih tempat duduk yang minim guncangan

Pilih tempat duduk yang tepat | Photo by Pxhere via pxhere.com

Tempat duduk yang minim guncangan akan mengurangsi risiko mabuk perjalanan. Pilih duduk di bagian depan jika kamu menaiki bis atau mobil. Kalau naik pesawat, pilih bagian tengah yang dekat dengan sayap. Nah, jika naik kapal, usahakan duduk di bagian dek paling bawah. Trik ini bisa diterapkan agar mabuk perjalanan nggak makin parah.

Kalau kondisi nggak kunjung membaik, coba ubah posisi duduk

Ubah posisi duduk | Photo by Peter H via pixabay.com

Mengubah posisi duduk terbilang cukup ampuh mengurangi mabuk perjalanan. Pusing dan mual perlahan-lahan hilang. Jiak memungkinkan, ubah posisi duduk jadi berbaring. Posisinya ini membuat tubuh jadi lebih rileks. Namun bagi beberapa orang, posisi lain lebih efektif mengatasi mabuk perjalanan. Selain itu, ketika mengubah posisi duduk sesuaikan denan jenis kendaraa yang kamu naiki. Misalnya, sandarkan kepala bila kamu naik mobil. Sesekali berdiri jika kamu naik kereta api.

Advertisement

Hindari posisi duduk berlawanan dengan laju kendaraan

Posisi duduk searah dengan laju kendaraan | Photo by Hippopx via www.hippopx.com

Sebisa mungkin pilih posisi duduk yang nggak berlawanan dengan laju kendaraan. Bila arahnya berlawanan, kamu bisa merasakan pening dan mual yang bisa menyebabkan muntah. Sesekali ambil alih kemudi kalau kamu naik mobil. Mengemudikan mobil bisa membuatmu terus bergerak dan fokus. Selama ini ilmuwan menyakini mabuk perjalanan disebabkan oleh gerakan yang dilihat mata dan gerakan yang ditangkap telinga baian dalam tidak selaras. Nah, mengemudi bisa menyelaraskan lagi dua bagian tubuh tersebut.

Dengarkan musik ketimbang terus-menerus menatap layar ponsel atau membaca buku

Mendengarkan musik | Photo by Tirachard Kumtanom via www.pexels.com

Beberapa orang membaca buku atau bermain game di ponsel untuk mengusir rasa bosan ketika dalam perjalanan. Padahal cara ini justru bikin travelingmu berantakan karena bisa memicu rasa mual dan pusing. Sebaiknya gunakan musik untuk mengusir kebosanan. Bila pusing dan mual mulai terasa, mendengarkan musik juga bisa jadi pilihan terbaik. Dengan cara ini, perhatian dan pikiranmu bakal teralihkan dan kondismu pun akan membaik.

Coba lihat sekitar, temukan objek pandangan yang menarik

Lihat pemandangan | Photo by Наталья Карташова via pixabay.com

Untuk mengurangi mabuk perjalanan, coba lihat pemandangan sekitar. Biasanya lanskap alam maupun bagunan cukup menarik untuk dinikmati selama perjalanan. Saat naik kapal, kamu bisa mengalihkan padangan ke gugusan pulau atau kapal-kapal lain di kejauhan. Hindari menatap gelombang air laut karena bikin kepala pusing. Cara ini cukup ampuh untuk meminimalisir rasa nggak nyaman sepanjang perjalanan menuju destinasi wisata.

Bila memang dibutuhkan, konsumsi obat anti mabuk

Minum obat anti mabuk | Photo by Pxhere via pxhere.com

Mengonsumsi obat anti mabuk kerap dipilih para traveller yang sering mabuk perjalanan. Sebagai antisipasi, minum obat jenis dramasine atau dramamine sebelum naik kendaraan. Obat tersebut menyebabkan rasa kantuk. Kamu pun akan lebih sering terlelap ktanpa rasa mual dan pusing. Namun jangan mengandalkan obat-obatan aja, ya. Jaga kesehatan tubuh sebelum dan saat perjalanan dengan makanan bergizi.

Sekarang kamu bisa traveling dengan nyaman dan tentang tanpa khawatir mabuk perjalanan. Sejauh apa pun tempat wisata yang kamu tuju, perjalanan akan terasa menyenangkan. Liburan yang kamu rencanakan pun akan berjalan sesuai harapan, nggak ada lagi drama mabuk perjalanan.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Editor

Penikmat jatuh cinta, penyuka anime dan fans Liverpool asal Jombang yang terkadang menulis karena hobi.

CLOSE