7 Spot Andalan Buat Melihat Sunrise di Jogja. Kapan Kamu Ke Sini?

Sunrise atau matahari terbit menjadi fenomena yang digandrungi oleh para pelancong saat ini. Apalagi setelah jejaring sosial Instagram booming. Tak ayal, anak muda, pasangan kekasih, geng sepermainan, sampai keluarga muda punya hobi baru, hunting sunrise.

Selain pesonanya yang memukau, sinar matahari pagi sebenarnya juga dapat menyehatkan tubuh loh. Buat kamu yang lagi pengin meningkatkan gairah hidup karena beban pekerjaan dan tugas kampus yang menumpuk, kamu harus coba mengunjungi beberapa titik sunrise di daerah Jogja dan sekitarnya. Berikut ini adalah beberapa spot cantik untuk menikmati sunrise yang ciamik. Let’s make your day so bright!

ADVERTISEMENTS

ADVERTISEMENTS

ADVERTISEMENTS

Bukan cuma candi, Borobudur ternyata juga menawarkan panorama matahari terbit yang aduhai!

Menatap sunrise dari balik Candi Borobudur.

Menatap sunrise dari balik Candi Borobudur. via www.telusurindonesia.com

Siapa sih yang nggak tahu Candi Borobudur? Candi peninggalan Hindu-Budha yang bersejarah yang terletak di perbatasan antara Magelang dan Jogjakarta ini memiliki keunikan tersendiri. Selain termasuk salah satu keajaiban dunia, ternyata Candi Borobudur ini memiliki spot untuk menikmati matahari terbit loh! Kalau kamu ingin menyegarkan pikiranmu yang sedang galau karena cinta, nggak ada salahnya kamu coba menghirup dalam-dalam udara fajar dari balik candi terbesar di Indonesia ini.

Tapi, saat ini hanya ada satu cara untuk bisa menikmati sunrise dari Candi Borobudur. Satu-satunya jalan adalah dengan kamu menginap di Hotel Manohara, yang memiliki akses ‘khusus’ untuk bisa berangkat pada waktu subuh, waktu sebelum matahari mulai terbit. Sebab pintu masuk Candi Borobudur baru dibuka pada pukul 06:00 WIB.

ADVERTISEMENTS

ADVERTISEMENTS

ADVERTISEMENTS

Bergeser sedikit ke atas, kamu bisa berburu matahari terbit dari Nirwana Sunrise alias Puncak Punthuk Setumbu yang sungguh cantik

Kabut menyelimuti Candi Borobudur.

Kabut menyelimuti Candi Borobudur. via jalanjogja.com

Buat kamu yang enggan menginap di hotel dan lebih memilih pemberangkatan pribadi, cobalah bergeser kira-kira 5 km dari Candi Borobudur dengan mendaki Puncak Punthuk Setumbu. Dari spot ini, kamu bisa menikmati guratan cahaya kuning keemasan yang membelah dua gunung, yakni Pegunungan Menoreh di sebelah selatan dan Gunung Merapi dan Gunung Merbabu di bagian utara.

Untuk mendaki ke puncak ini, kamu bisa lewat dari depan Hotel Manohara. Sedikit saran, mending kamu menyewa jasa ojek atau penduduk setempat, biar nggak nyasar dan ketinggalan momen indah sunrise yang jarang kamu temui. O, iya, sekarang Puncak Puntuk Setumbu sudah dikelola oleh penduduk setempat, dan kamu perlu mengeluarkan kocek Rp15.000-Rp20.000 untuk bisa masuk ke kawasan Nirwana Sunrise ini.

Untuk bisa menikmati semburat jingga matahari pagi di Puncak Suroloyo, kamu harus bersahabat dengan 286 anak tangga!

Sebermula cahaya dari timur di Puncak Suroloyo.

Sebermula cahaya dari timur di Puncak Suroloyo via diasporaiqbal.blogspot.co.id

Di Puncak Suroloyo ini, kamu nggak cuma bisa dapat view sunrise yang menakjubkan. Banyak cerita mistis tentang puncak ini. Mistis di sini bukan berarti tempat ini angker dan berbahaya untuk dikunjungi loh. Konon, puncak ini digunakan sebagai tempat pertapaan Raden Mas Rangsang yang akhirnya bergelar Sultan Agung Hanyokrokusumo, seorang Raja Mataram yang bercita-cita menguasai Tanah Jawa.

Puncak Suroloyo ini berada lebih di atas dari Puncak Punthuk Setumbu. Jadi, kamu bisa menyaksikan dengan jelas bagaimana dua gunung kembar, Merapi-Merbabu tidur nyenyak dengan selimut kabut, atau badan Candi Borobudur yang tenggelam dalam kabut dan awan gemawan fajar. Belum lagi kabut yang berasal dari Pegunungan Menoreh, gugusan gunung yang memang terkenal berkabut pekat dengan berbagai kisah mistisnya. Kalau kamu beruntung, kamu akan bisa menangkap sunrise cantik dari puncak ini.

Namanya juga sunrise, mau nggak mau kamu harus berangkat pagi buta. Apalagi akses menuju Puncak Suroloyo ini bisa bikin kamu ngos-ngosan. Total ada 286 anak tangga dengan tingkat kemiringan sekitar 60 derajat yang harus kamu tapaki. Kayaknya kamu perlu terbiasa dengan trek seperti ini dulu sebelum menentukan destinasi untuk berburu sunrise deh. Ya, sembari terkena paparan sinar matahari pagi, kamu bisa berolah raga dengan mendaki ratusan anak tangga di awal hari. Sehat, kan?

Mumpung status Merapi masih aman, bersegeralah berburu sunrise terbaik!

Sunrise dari puncak Gunung Merapi.

Sunrise dari puncak Gunung Merapi. via sarangpenyamun.wordpress.com

Jangan mengambil apapun selain gambar, jangan meninggalkan apapun selain jejak, jangan membunuh apapun selain waktu. – NN.

Ada dua jalur untuk kamu bisa masuk ke Taman Nasional Gunung Merapi, yaitu lewat jalur Selo (utara) dan jalur Babadan (barat). Dengan membayar tiket masuk sebesar Rp5.000-Rp10.000 dan waktu pendakian kurang lebih 3 jam, kamu akan segera tiba di puncak Gunung Merapi. Sementara untuk bisa menikmati sunrise yang mempesona, ada baiknya kamu camping terlebih dulu di puncak, sebab dengan estimasi waktu 3 jam, kamu nggak akan sempat menikmati matahari terbit dari atas gunung yang sempat meletus pada 2010 silam ini.

Setelah letusan yang cukup dahsyat pada 2010 lalu, trek yang harus kamu lalui untuk mencapai puncak Gunung Merapi sekarang cukup sulit. Jalanan berbatu yang mudah longsor dan padatnya debu menyebabkan kamu harus ekstra hati-hati dalam melangkah. Tapi, ketika kamu telah mencapai puncaknya dan mendapati matahari yang lahir malu-malu, seluruh peluhmu akan terbayar penuh!

Berjelajah di Gunung Api Purba Nglanggeran akan terasa sia-sia kalau kamu nggak menyempatkan diri untuk memotret sunrise yang mengesankan

Sunrise dari Gunung Api Purba

Sunrise dari Gunung Api Purba Nglanggeran. via geocruiser.wordpress.com

Beranjak ke arah selatan atau ke Gunung Kidul, kamu akan menemukan beberapa spot asyik untuk menikmati sunrise yang cantik. Salah satunya yaitu Gunung Api Purba, yang biasa disebut Gunung Nglanggeran. Meski belum terlalu booming, gunung ini bisa bikin kamu merasa hangat di antara udara pagi di pucuk gunung loh. Kok bisa? Ya, karena di gunung yang berbentuk seperti bongkahan batu raksasa ini ‘menyediakan’ spot sunrise buat kamu untuk menghidupkan kembali gairah hidupmu setelah lima hari kerja.

Sebuah keputusan yang tepat kalau kamu menghabiskan waktu fajarmu di puncak Gunung Api Purba Nglanggeran yang sungguh eksotis. Udara pagi yang disarankan untuk kamu sesap dalam-dalam guna memberikan penyegaran pada paru-parumu, serta view point yang sangat strategis buat kamu hunting foto. Ya, itung-itung buat nambah koleksi foto di akun Instagram kamu lah.

Dari puncak ini kamu bisa menyalangkan pandangmu ke seluruh penjuru, di mana kawasan Gunung Kidul terlihat dengan jelas. Kalau nggak ada kabut sih. Kalau cuaca bersahabat, kamu bisa dapatkan matahari terbit yang sungguh rupawan. Gurat fajar merah keemasan yang muncul malu-malu dapat kamu temui ketika cuaca memang sedang bagus-bagusnya. Ya, semoga saja pendakian pertamamu ke Gunung Api Purba Nglanggeran nanti menjadi momen yang tepat untuk mendapatkan sunrise yang menakjubkan!

Menangkap sunrise di Kebun Buah Mangunan, taman agrowisata dengan pesona fajar yang menawan

Arak-arakan awan gemawan yang menawan.

Arak-arakan awan gemawan yang menawan. via diasporaiqbal.blogspot.co.id

Kebun Buah Mangunan adalah tempat wisata di Bantul yang lagi naik daun dua tahun belakangan. Hanya butuh waktu kurang lebih satu jam dari pusat kota Jogja menuju ke kebun buah yang konon memiliki view sunrise yang sangat indah. Betul banget. Acara bangun pagimu nggak akan sia-sia kalau kamu merelakan matamu terjaga dan segera menuju ke sana.

Biasanya, Kebun Buah Mangunan akan mematok tarif masuk sebesar Rp5.000 saja. Tapi nggak jarang, jam-jam subuh begitu masih sepi penjaga, bahkan wisatawan yang ingin berburu sunrise. Alhasil, kamu bisa masuk tanpa harus membayar, alias gratis! Tapi toh, apalah artinya lima rebu perak kalau hasratmu terpuasi oleh keindahan matahari terbit?

Satu lagi yang harus kamu tahu, dari atas bukit Kebun Buah Mangunan ini kamu bisa dengan leluasa melihat deretan pepohanan yang membentang hijau, konon, tampak seperti Grand Canyon. Kalau cuaca lagi bagus, nggak ada kabut, kamu bisa mengabadikannya dengan kameramu. Keren deh.

Temukanlah sebongkah fajar di Pantai Sundak, Gunung Kidul. Si pantai kecil yang diapit dua batu raksasa

Pesona di kala fajar.

Pesona di kala fajar via www.initempatwisata.com

Pantai Sundak di Gunung Kidul ini emang jarang banget didengar namanya. Apalagi kalau kamu bandingkan dengan berbagai pantai di sepanjang pesisir pantai di Gunung Kidul. Pantai ini sangat kecil dan sempit. Makanya, masih jarang orang ke sini. Tapi hal inilah yang membuat pantai ini menjadi salah satu pantai dengan panorama yang bagus untuk menyaksikan matahari terbit. Nah, penasaran, kan?

Jadi, pantai yang terletak di desa Sidoarjo, Kecamatan Tepus, Kabupaten Gunung Kidul ini merupakan gugusan pantai sepanjang pesisir pantai di Gunung Kidul. Pantai Sundak ini deket banget kok sama Pantai Baron, Indrayanti, dan Krakal. Dua batu raksasa yang mematung di Pantai Sundak itu adalah pembatas antara pantai kecil ini dengan puluhan pantai lainnya di sepanjang pesisir pantai Gunung Kidul. Kalau pantai-pantai itu, kamu tahu, kan? Tapi untuk masalah sunrise, Pantai Sundak recommended deh buat kamu!

So, Guys, mau kamu bawa ke mana pagi harimu? Tentukan dari sekarang. Bawa orang terkasihmu ke sana ya.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Senois.