Artikel Hipwee kali ini dipersembahkan oleh jalan2.com. Forum traveling yang bisa mempertemukanmu dengan sesama pejalan yang gatal melangkahkan kaki.

Traveling sudah bukan lagi jadi hal yang asing bagi kita. Bahkan bisa dibilang traveling sudah jadi gaya hidup yang kini digemari oleh banyak kaum urban di Indonesia. Foto-foto perjalanan makin banyak diunggah di jejaring sosial, keinginan berjalan ke berbagai pelosok pun makin tergugah sebab kini banyak maskapai yang menawarkan tiket murah.

Tak bisa dipungkiri, perjalanan memang mengajarkan banyak hal yang tak bisa ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Tidak sedikit orang yang melakukan perjalanan dengan alasan demi menemukan diri sendiri. Ada pula yang mengatakan bahwa hanya lewat perjalanan segala pertanyaan akan menemukan jawaban yang selama ini dicari. Nah, apakah kamu termasuk orang yang yakin bahwa perjalanan adalah remedi bagi segala permasalahan selama ini? Percayakah kamu jika usia 20-an adalah saat yang paling baik untuk memulai perjalanan?

1. Di usia ini satu kewajiban besar sudah selesai dilakoni. Bukankah sekarang waktu yang paling tepat untuk memuaskan hasrat mengeksplorasi diri sendiri?

Kewajiban besar sudah selesai dilakoni. Ini saatnya menemukan diri sendiri via tumblr.com

Di usia 20-an sebagian besar dari kita sudah menyelesaikan kewajiban menempuh pendidikan pada kedua orangtua. Di usia 22 atau 23 beberapa dari kita sudah Sarjana, bahkan ada yang sudah mulai bekerja.

Tidak ada lagi kewajiban yang membuat kita terpaksa duduk lama di depan meja demi menyelesaikan skripsi tepat waktu, tidak ada lagi keharusan datang ke kelas jam 7 pagi  demi memenuhi absen agar bisa ikut ujian semester nanti. Semua keputusan kini ada di tanganmu sendiri.

Advertisement

Selepas satu kewajiban selesai dilakoni, bukankah ini saat yang paling tepat untuk memuaskan hasrat yang terpendam selama ini? Inilah saatnya bertemu orang-orang baru, mengakrabkan langkahmu dengan tanah anyar yang terasa tidak nyaman di sepatu: inilah saatnya menemukan dirimu.

2. Sudah 19 tahun kewajiban sekolah dan jumlah minimal kehadiran di bangku kuliah menghambat langkah. Padahal di luar sana banyak hal-hal yang terlewat sementara kamu sibuk dalam bangunan beton yang megah

Banyak yang terlewat sementara kamu sibuk berkutat di bangunan beton yang megah via tumblr.com

Sebelum tasbih sebagai manusia dewasa yang menyandang gelar di belakang nama kamu disibukkan dengan kewajiban bertahan di tengah beragam kesibukan yang sebenarnya tak begitu kamu perlukan.

Kamu yang ingin mengambil Jurusan Sastra di bangku kuliah harus sabar duduk tenang di kelas IPA, sebab orangtuamu menginginkannya. Kamu yang sudah tahu ingin kuliah di Jurusan Fotografi justru jarang punya waktu untuk hunting ke berbagai tempat, karena ulangan Matematika menunggumu di ujung hari kerja.

Sementara kamu disibukkan dengan hal-hal remeh yang tak akan begitu membantumu di masa depan, dunia sebenarnya sedang menawarkan banyak harapan. Ada gunung yag kakinya sudah memanggil untuk didaki, ada jalan-jalan kecil yang menanti untuk segera dijamahi. Maka kapan lagi waktu yang tepat untuk mendatanginya jika bukan saat ini?

3. Berusia 20-an menjadikanmu pribadi dewasa yang belum punya banyak tanggung jawab di atas bahu. Berjalanlah sekarang, sebelum nanti rutinitas perlahan menggerogotimu

Berjalanlah sekarang, sebelum nanti kewajiban mulai menggerogotimu via tumblr.com

Berapa lama lagi kamu punya kebebasan yang tak terbantahkan seperti saat ini? Berapa tahun lagi kamu bisa seenaknya pergi kapanpun kamu mau, tanpa harus khawatir pada tumpukan tugas yang menunggu di kantor atau pada pasangan yang butuh ditenangkan di akhir hari?

Semakin dewasa hidup tidak akan makin ringan dijalani. Seiring bertambahnya usia justru kewajiban akan datang dengan sendirinya, mengantre rapi menunggu kamu menyelesaikannya. Selama pikiran terberatmu masih berkutat pada hiasan kamar kost yang paling manis dilihat mata, atau bagaimana mendapatkan perhatian dari gadis yang kamu suka — maka tak ada waktu yang lebih tepat untuk mengangkat ransel dan menjelajahi dunia yang baru kamu lihat sepersekian persennya.

4. Lewat perjalanan akan kamu rasakan bahwa zona nyaman bisa diperluas sesuai keinginan. Tidak ada alasan bagimu terus mengeluh hanya karena keadaan

Sesungguhnya zonan nyaman selalu bisa diperluas sesuai keinginan via pinterest.com

Lingkungan baru sempat terasa menakutkan untukmu. Bertemu orang-orang anyar, harus menyesuaikan diri dengan sekitar yang asing, sampai mempelajari kebiasaan baru di suatu daerah memang bukanlah hal yang mudah.

Hanya lewat perjalananlah kamu bisa tahu bagaimana zona nyaman ternyata bisa diperluas sesuai dengan kebutuhan. Kegigihanmu bertahan dalam segala situasi akan teruji, ketahananmu menghadapi segala kondisi benar-benar bisa dipertanggungjawabkan hingga titik paling tinggi.

Tidak ada zona nyaman yang demikian sempit, hanya berkutat di halaman depan rumahmu atau di kota kelahiranmu. Semua situasi pasti bisa dihadapi, selama kamu mau.

5. Dalam tiap langkah sebagai pejalan bisa kamu temukan kawan seperjuangan. Mereka yang terus menemani dan bertahan dalam berbagai keadaan

Dalam perjalanan akan kamu temukan kawan seperjuangan via wayfer.com

Salah satu hal yang menyenangkan dari perjalanan adalah bagaimana kamu bisa menemukan kawan seperjuangan. Mereka yang dengan sabar menanti bus yang sama demi mencapai destinasi serupa, mereka yang selalu menyerukan semangat ketika bertemu di tanjakan yang sama.

Teman baru yang kamu temui di tempat baru ini, anehnya, sebagian besar justru akan bertahan lama. Walau jarang bertemu muka kalian akan tetap saling terhubung lewat jejaring media sosial. Cerita tentang perjalanan yang sudah dilewati bersama boleh sudah berlalu lama, tapi kedekatan dan kehangatan kalian tidak akan mudah terlupa…..

6. Saat ini sudah banyak media yang memudahkanmu mencari kawan sesama pejalan dan membantu merekomendasikan destinasi. Apa yang masih membuatmu menahan diri?

Sudah banyak web yang bisa membantumu memilih destinasi via tumblr.com

Enggan berjalan hanya karena kurang informasi seharusnya sudah bukan lagi jadi alasanmu. Saat ini berbagai kemudahan telah tersedia untuk digunakan, contohnya dengan kehadiran forum daring bagi para pejalan yang ingin saling berbagi info.

jalan2.com bisa kamu jajal jika ingin menemukan informasi soal destinasi yang selama ini menggoda hati. Di dalamnya kamu bisa join ke jalan2.com forum  yang juga diikuti oleh banyak penggiat jalan-jalan lainnya. 

Di sini kalian bisa bertukar informasi. Destinasi mana yang layak dikunjungi, apa yang harus disiapkan sebelum pergi, sampai settling agreement soal sharing biaya trip dan penginapan. Buatmu yang belum ingin (atau belum punya biaya) untuk jalan-jalan pun forum ini layak diikuti. Para pejalan juga banyak berbagi soal pengalaman perjalanan mereka di sini.

Racun sedikit, demi membuat kakimu gatal ingin segera pergi.

7. Saat nanti sudah disibukkan oleh urusan pekerjaan, kebutuhan anak, istri, maupun suami — kamu akan bersyukur jika telah mengangkat ransel jauh-jauh hari. Pengalaman dari perjalanan membuatmu jadi pribadi yang tahu bagaimana merayakan hidup ini

Perjalanan adalah cara terbaik untuk merayakan hidup via tumblr.com

Alam menyimpan kekuatan luar biasa yang seringkali membuat para penikmatnya berdecak kagum bahkan tak jarang menitikkan air mata karena rasa tersebut. Jika tak percaya, coba kamu tanyakan pada pendaki gunung bagaimana perasaan mereka saat berhasil menyentuh puncak gunung. Rasa kagum pada ciptaan Tuhan serta rasa syukur tak berkesudahan pasti dirasakan. Semakin sering kamu bersinggungan langsung dengan alam maka akan semakin besar pula rasa syukurmu pada sang Ilahi. Di usiamu yang juga makin dewasa hal ini penting untuk membentuk pribadi yang tak pernah lupa bersyukur.

Traveling di usia 20-an jelas bukan merupakan keharusan bagimu untuk dilakukan. Selain itu traveling juga bukan barang murah yang bisa dengan mudah di dapatkan. Namun perjalanan akan mengajarkan banyak hal untukmu meskipun hal tersebut tidaklah bisa langsung kamu rasakan. Sebuah quote tentang traveling satu ini rasanya cukup menjadi penutup :

“Travel is the only thing you buy. That makes you richer”