Heboh di Instagram, The Lost World Castle Malah Digugat Gara-gara Dibangun di Kawasan Bencana Merapi!

Bulan lalu, The Lost Castle di Kepuharjo, Cangkringan, Sleman menghebohkan jagad Instagram. Pasalnya, destinasi wisata yang belum diresmikan ini sudah menarik minat pengunjung yang begitu banyak.  Betapa tidak, tempat wisata kekinian di lereng Gunung Merapi ini begitu viral dan membuat orang penasaran datang. Alhasil, The Lost World Castle jadi tempat wisata alternatif yang jadi list wajib kunjung anak muda Jogja maupun luar kota.

Advertisement

Namun, kabar tak sedap mengiringi keramaian destinasi berbentuk bangunan kastil ini. Diduga, pembangunan The Lost World Castle ini dilakukan tanpa izin karena berdiri pada Kawasan Rawan Bencana 3. Kawasan Rawan Bencana adalah kawasan yang tidak dipergunakan untuk pembangunan bangunan baru mengingat ancaman letusan Merapi dan banjir lahar dingin. Seperti apa kontroversinya, yuk kita simak sama-sama.

Desember 2016- Januari 2017, The Lost World Castle begitu ramai diperbincangkan. Anak muda pun senang mendapat pilihan tempat wisata sekaligus tempat foto pula…

cakep!

cakep! via i1.wp.com

The Lost World Castle adalah bangunan baru yang sebenarnya belum rampung pembangunannya, namun sudah ramai di jejaring sosial. Bangunan ini berbentuk kastil, mirip benteng takeshi dalam reality show di Jepang. Selain bangunan berbentuk kastil, ada juga replika penemuan tulang dinosaurus, juga replika situs Stonehenge di Inggris. Hal ini ditambah dengan panorama alam yang terhampar di sana. Berada di lereng Merapi, pemandangan Merapi dan hijaunya pedesaan membuat tempat ini begitu instagrammable.

Namun sayang, The Lost World Castle disinyalir tidak berizin. Bangunan ini dibangun di Kawasan Rawan Bencana 3, di mana bangunan untuk hunian dilarang dibangun di sana. Duh, kok begini jadinya ya…

stonehenge KW

stonehenge KW via www.instagram.com

Di tengah euforia anak muda mengunggah foto terbaiknya ketika mengunjungi The Lost World Castle ada kabar tak sedap yang mengguncang. Bangunan ini disinyalir tidak mempunyai izin dikarenakan dibangun di atas lahan terdampak erupsi Merapi tahun 2010 lalu. Kawasan ini ditetapkan sebagai Kawasan Rawan Bencana III, di mana tidak diperbolehkan adanya bangunan dan hunian di sana. Nah, gimana ceritanya kok The Lost World Castle bisa dibangun dengan misi edukasi?

Advertisement

Bupati Sleman, Sri Purnomo sampai ikut bersuara meredam polemik yang terjadi di media. Beliau menyatakan akan membawa kasus The Lost World Castle ke ranah hukum. Serius sih kalau begini…

mau dituntut nih...

mau dituntut nih… via www.facebook.com

Dilansir dari laman Facebook Bupati Sleman, akan ada tindakan serius yakni menuntut pengelola The Lost World Castle ke ranah hukum. Hal ini dilakukan setelah teguran pemerintah melalui SP2 tidak ditanggapi dengan itikad baik. Seperti diketahui, ada tiga peraturan yang dilanggar dengan adanya pembangunan The Lost World Castle, yakni UU No 26 tahun 2007 tentang penataan ruang, Perpres 70 tahun 2014 tentang Taman Nasional Gunung Merapi dan Perda Sleman No 12 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Sleman. Kawasan ini memang tidak boleh dibangun hunian, apalagi tempat wisata seperti The Lost World Castle. Terlalu rawan jika sewaktu-waktu Merapi erupsi kembali.

Kalau sudah begini, kayanya sih The Lost World Castle bakal ditutup. Yah, hilang deh tempat wisata kekinian yang sudah viral ini…

kaya benteng takeshi

kaya benteng takeshi via www.instagram.com

Dengan tuntutan dari pemerintah ke ranah hukum dan juga status pendirian bangunan yang bisa dikatakan ilegal, maka cepat atau lambat wisata ini bakal ditutup deh. Kalau sudah begini, ya niscaya anak muda Jogja dan sekitarnya kehilangan tempat wisata seru. Memang benar sih, status bangunan ini seharusnya tidak melanggar aturan. ‘Kan lucu juga, wisata yang udah rame dan viral, eh harus ditutup karena dianggap ilegal. Semoga saja sih ada itikad baik dari pengelola dan ada dialog membicarakan solusi di sana. Tidak ada yang dirugikan dalam kasus ini juga.

Kalau sudah begini, mending cari alternatif wisata lain aja. Kayanya Jogja nggak akan pernah kehabisan destinasi hits deh. Hehehe.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Traveler Baper, Penghulu Kaum Jomblo

20 Comments

  1. Meimei Chen berkata:

    Cara Mendapatkan Penghasilan Lebih
    Kunjungi Sekarang Juga di www,Sahabatdomino(dot)com
    Cukup Dengan Modal Rp. 20.000,- Bisa menghasilkan jutaan rupiah
    ADD BBM : 2-B-E-2-D-D-7-E

  2. Ato Suparto berkata:

    Pertinyiinnyi… Kemana aja selama ini, perangkat yang berwenangnya… Bangunnya kan gak semalem jadi kayak cerita candi.. Kok pas udah jadi baru ribut, apa sengaja biar ada tawar menawar… Uhmmm.. Smell bad..

  3. Sherly Cacad berkata:

    Ingin Bermain Poker Online Dengan Uang Asli ?
    Tapi Ngak Tau Situs Poker Online Yang Bisa Di Percaya . ?
    Poker Online – ARENADOMINO
    Minimal Deposit / Withdraw : Rp.20.000,-
    Bonus Refferal 20% Seumur Hidup .
    Bonus Turn Over 0.5% Tanpa Batas .
    Player VS Player ( 100% Tanpa Bot ) .
    6 Games Dalam 1 User ID .
    POKER – DOMINO – ADUQ – BANDARQ – CAPSA – BANDAR POKER
    Rasakan Sensasi nya Menjadi Bandar , hanya di BANDARQ , BANDAR POKER.
    Dengan Pelayanan Terbaik ( Customer Service ) .
    Customer Service Online 24 Jam .
    Infomasi Lengkap Kunjungi : ARENADOMINO

  4. Muhammad Basit berkata:

    gak ada uang pelicin kali

  5. Budi Prayoga berkata:

    ya serta merta gak lsg menjurus ke yg berwenang, justru pertanyaannya masyarakat di sekitar kok gak lapor, atau dukuh setempat sebelum bangunan dibangun, lapor… klo yg berwenang disalahkan ya gak mungkin, itu jg daerah KRB merapi, pengelola jangan mikir profit saja.., yg berwenang jg gak cm ngurusi wilayah itu saja…
    lihat tuh becak motor , itu juga menyalahi aturan (trus pie) , mungkin yg lgi ramai ojek online .. itu menyalahi aturan.. yg jadi masalah jg sebenarnya masyarakat jg kurang mendukung aturan yg dibuat pemerintah… cuma karena mengatasnamakan ekonomi

CLOSE