Korban Virus Corona di Kota Daegu Melonjak Tajam, Apakah Jadi Kota Hantu Setelah Wuhan?

Kota Daegu Korea Selatan

Kejadian luar biasa terjadi di Kota Daegu, Korea Selatan. Terjadi persebaran dengan cepat virus corona yang disebut dengan ‘Super-spreader’ dan berdampak dengan adanya 52 korban baru virus corona. Korban sebanyak itu diduga tertular dari seorang wanita yang saat itu datang ke Gereja sebuah sekte bernama Gereja Shincheonji Yesus, Daegu.

Advertisement

Akibat dari peristiwa ini, kota Daegu siaga penuh. Hampir semua aktivitas diliburkan dan tenaga medis dikerahkan ke kota ini. Jika krisis ini berlanjut, Daegu bisa jadi kota hantu seperti Wuhan.

Kasus luar biasa terjadi di Daegu Korea Selatan saat 1 orang wanita menyebarkan virus corona di dalam sebuah gereja hingga menyebabkan 37 korban virus corona baru

kota daegu darurat via dunia.rmol.id

Terjadi kejadian luar biasa di kota Daegu Korea Selatan. Disinyalir, terjadi penyebaran secara cepat atau ‘super-spreaded’ virus Corona yang bermula dari seorang wanita tua yang beribadah di Gereja Shincheonji Yesus. Dilansir dari Guardian, si wanita pertama kali mengalami demam pada tanggal 10 Februari. Namun ia dilaporkan telah dua kali menolak diperiksa terkena virus corona atau tidak. Ia beralasan bahwa, selama ini dia tidak melakukan perjalanan ke luar negeri.

Kronologisnya wanita tersebut beribadah 4 kali sebelum didiagnosa terinfeksi virus corona. Di Gereja Shincheonji, dia diduga kuat telah menularkan corona ke beberapa orang lainnya. Sebanyak 52 orang memiliki gejala, tapi belum dipastikan apakah mereka terkena virus corona. Kejadian ini membuat kehebohan di Korea Selatan karena pasien corona meningkat drastis hanya karena 1 orang. Total penderita corona di Korea Selatan kini berjumlah 156 orang.

Advertisement

Aktivitas kota Daegu sebagian dihentikan sementara. Keamanan diperketat dan tenaga medis dikirimkan ke kota tersebut

Menurut media lokal di Korea Selatan, Yonhap, Walikota Daegu Kwon Young-jin memerintahkan penutupan sejumlah sekolah dan perpustakaan publik di kota Daegu. Alhasil, kegiatan belajar mengajar di kota itu pun dihentikan sementara waktu hingga awal Maret mendatang. Tak hanya sekolah dan perpustakaan publik yang mendadak sepi, sejumlah pusat perbelanjaan dan bioskop yang biasanya ramai pun juga mendadak sepi.

Kota ini kemudian dihentikan berbagai aktivitasnya dan di setiap ruang publik disemprotkan disinfektan. Dalam kondisi gawat seperti ini, kota Daegu kini menyerupai kota hantu Wuhan yang telah diisolasi sebulan terakhir. Jika krisis berlanjut, maka bisa jadi kota Daegu akan diisolasi seperti Wuhan.

Semoga penyebaran virus ini segera terhenti dan bisa tertangani dengan baik.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Traveler Baper, Penghulu Kaum Jomblo

Editor

Traveler Baper, Penghulu Kaum Jomblo

CLOSE