Sekarang sudah bukan saatnya lagi. Bukan saatnya untuk rutin melempar rayuan gombal hanya demi menyenangkan hati pasangan. Bukan juga saatnya untuk unjuk gigi berlebihan kalau cuma ingin dianggap perhatian. Kamu dan dia pasti enggan untuk disebut anak ingusan, yang cuma bisa hidup di balik bayang-bayang. Untuk itu, luangkanlah waktu untuk merenung demi kelangsungan hubungan kalian.

Di sini Hipwee Wedding tidak akan menggurui. Hanya saja, tidak ada salahnya kamu berdiam diri sambil ikut mempelajari.

Belajarlah untuk mengurangi intensitas bertemu, demi kelihaian kalian dalam menghargai waktu

belajar menghargai waktu

belajar menghargai waktu via mydearvalentine.com

Advertisement

Kelak jika kalian benar-benar menjadi suami-istri, pertemuan takkan sesering dulu meski sudah tinggal dan bertumbuh di satu atap. Kewajiban untuk bekerja dan mencukupi kebutuhan mungkin jadi faktor utama, mengapa pertemuan kalian terkadang harus dijeda.

Dari sekarang kalian harusnya mulai menyadari, kalau kesibukan itu bisa saja memaksa pertemuan jadi tak terlaksana. Jangan marah apalagi menuntut pasanganmu macam-macam, karena inilah yang disebut dengan tuntutan. Tuntutan untuk menjadi pribadi tangguh, arif dan lebih bijaksana.

Kalau masalah kecil begini saja kalian bisa hadapi dengan mudahnya, takkan ada kata ‘merepotkan orang tua’.

Bukan lagi hal yang tabu, kalau mulai sekarang kalian terbuka soal pendapatan dan gaji tiap bulan. Kalian sudah serius ‘kan?

soal uang juga perlu dibicarakan

soal uang juga perlu dibicarakan via personalfinanceinsider.com

Advertisement

Hey, jangan salah paham dulu. Membicarakan soal uang atau pendapatan itu tak selamanya beresiko atau menyinggung salah satu pihak. Asalkan kamu dan dia sudah sampai ke tahap serius dalam hubungan, membicarakan berdua soal keuangan itu justru yang dibutuhkan.

Di sini kalian akan tahu betul bagaimana cara mengatur pemasukan dan pengeluaran dengan seksama, sekaligus bisa tumbuh dan berkembang bersama.

Rajin menabung akan lebih terasa manfaatnya, dibanding kencan rutin setiap hari dan minggunya

nabung aja, daripada cuma mengumbar cinta

nabung aja, daripada cuma mengumbar cinta via adamhagerman.com

“Baru ngerasain manfaatnya setelah 2 tahun menikah. Dulu sih santai saja karena kebetulan masih ada orang tua yang bekerja. Kalau butuh uang ya tinggal minta, pikirku waktu itu. Tapi kok lama-lama risih dan malu juga, ya. Sudah menikah tapi masih ngandelin orang tua. Mereka sih tidak apa-apa, tapi akunya yang nggek enak jadinya. Kalau waktu bisa diputar, harusnya aku dan istriku sudah belajar menabung sejak pacaran dulu. Belajar menyisihkan gaji per bulan, daripada belanja atau sekadar kencan ke mall. Terserah sih mau nabung pakai cara apa, yang penting rutin biar kelihatan hasilnya. Serius, ini ngaruh banget saat kalian sudah berumahtangga.”

Ahmad, 30th

Nabung, nabung dan nabung! Biar duitnya se-gunung 🙂

Dengan begitu, kamu dan dia akan tahu kelak akan tinggal dan menetap di mana

nantinya mau tinggal di mana

nantinya mau tinggal di mana via telegraph.co.uk

Gaji kalian mungkin tidak seberapa. Tapi, akan berbeda hasilnya jika bisa dan rajin menabung berdua. Bicarakan tentang KPR atau biaya sewa rumah yang makin mahal tiap tahunnya, supaya kalian bisa bersiap dan tidak terheran-heran dibuatnya.

Sekadar berandai-andai dulu saja, setelah menikah nanti kalian akan tinggal di mana. Apalagi jika tak mau merepotkan orang tua, atau keluarga besar lainnya. Penting juga bagi kalian untuk meluangkan waktu berdiskusi dengan ahlinya, seperti pihak bank, perumahan atau asuransi.

Ayo, ajak pasanganmu merenungi ke empat hal ini sejak dini!

Advertisement