Persalinan normal merupakan salah satu hal yang diidam-idamkan para calon ibu yang tengah mengandung. Proses persalinan ini menjadi momen yang ditunggu-tunggu karena bakal dipertemukan dengan sang bayi yang telah dikandungnya selama sekitar 9 bulan. Di sisi lain, persalinan juga menjadi momen yang bikin deg-degan, khususnya bagi para ibu baru mengingat persalinan juga merupakan perjuangan yang cukup melelahkan dan penuh risiko.

Proses melahirkan normal yang dialami tiap ibu hamil berbeda-beda, namun pada dasarnya ada empat tahapan yang akan dilalui. Meski belum mengalami, ada baiknya kamu mengetahui seperti apa proses dan tahapan melahirkan normal sehingga persiapannya kelak bisa lebih matang.

1. Tahap pembukaan, merupakan tahap paling panjang di mana serviks akan terbuka secara bertahap melalui kontraksi

Kira-kira segini nih bukaan dari 1-10 cm via gootrick.blogspot.co.id

Advertisement

Pada tahapan ini, akan terjadi proses peregangan ukuran leher rahim (serviks) yang merupakan jalan keluarnya bayi dari rahim menuju vagina. Selama kehamilan, serviks dalam kondisi tertutup dan dipenuhi oleh lendir (mukus) untuk melindunginya dari infeksi. Nah, serviks ini akan terbuka secara bertahap dengan bantuan adanya kontraksi atau rasa mulas yang sering dialami ibu hamil. Kamu pun akan melihat lendir bercampur dengan darah keluar dari vagina. Serviks ini kemudian akan melentur sehingga dapat terbuka dan melebar hingga 10 cm. Fase pembukaan ini dibagi menjadi dua tahapan:

  • Fase laten, yakni dimulai dari pembukaan 0-3 cm. Pada fase ini, kamu akan mengalami kontraksi ringan yang berlangsung selama 30 hingga 90 detik dengan jarak kedatangan yang teratur, misalnya tiap 5 menit.
  • Fase aktif, yakni dimulai dari pembukaan 4-10 cm lengkap. Pada fase ini, kontraksi akan lebih kuat, lebih lama, dan lebih sering. Rasa nggak nyaman akan mulai terasa pada fase ini.

Mengenai waktu pasti yang diperlukan untuk mencapai pembukaan tersebut berbeda-beda pada tiap individu. Jika ini kehamilan pertamamu, fase pembukaan ini pada umumnya akan memakan waktu 6-12 jam. Jika kamu sudah pernah melahirkan sebelumnya, kemungkinan fase ini akan berjalan lebih cepat.

2. Tahap pengeluaran bayi, serviks terbuka sepenuhnya dan kamu akan mulai mendorong bayi agar keluar dari vagina

Akhirnyaaa, sah jadi ibu! via www.slate.com

Advertisement

Tahapan ini berlangsung saat pembukaan lengkap terjadi. Bayi akan mulai turun ke jalan lahir secara perlahan. Kepala bayi akan semakin dekat dengan vagina dan ketuban pun akan pecah. Jika bayi sudah berada di pintu bawah panggul, kemungkinan rasa ingin mengejan seperti ingin BAB akan datang dengan sendirinya. Jadi, nggak perlu tergesa-gesa, ya. Yang pasti, diperlukan teknik pernapasan yang baik dan energi yang kuat untuk bisa bekerja sama dengan si bayi untuk melahirkannya.

Setelah beberapa saat, akan terlihat tonjolan pada jaringan antara vagina dan anus ketika kamu mengejan. Nggak lama kemudian, kulit kepala bayi akan terlihat. Saat ini rasa ingin mendorong akan terasa lebih kuat. Tekanan kepala bayi pun akan terasa lebih intens yang kemungkinan akan diiringi oleh rasa terbakar yang kuat akibat meregangnya jaringan antara vagina dan anus. Setelah kepala bayi berhasil menyembul keluar, maka akan segera disusul dengan keluarnya bahu hingga kaki. Di sinilah kontraksi terakhir dan bayi akan keluar sepenuhnya.

3. Tahap pengeluaran plasenta, setelah bayi lahir plasenta (ari-ari) harus dikeluarkan untuk menghindari perdarahan

Begini nih bentuknya plasenta via diyplacenta.tumblr.com

Setelah semua rasa sakit berakhir, plasenta yang melekat pada bayi selama berbulan-bulan akan dikeluarkan. Dokter akan memeriksa apakah plasenta sudah terlepas dari dinding rahim. Proses pengeluaran plasenta sendiri memakan waktu sekitar 15 sampai 20 menit dan nggak mengganggu. Kamu masih bisa merasakan sedikit rasa mulas, namun nggak sesakit saat menjelang proses persalinan. Biasanya dokter akan memberikan suntikan yang berfungsi untuk mencegah perdarahan. Jika plasenta berhasil dikeluarkan maka selanjutnya kamu akan dipertemukan dengan sang bayi untuk melakukan Inisiasi Menyusui Dini (IMD).

4. Tahap pengawasan, merupakan tahapan terakhir di mana kamu akan dipantau secara intensif dari bahaya pendarahan

IMD sambil dipantau via www.corylovesjess.com

Tahapan ini dimulai saat plasenta telah keluar sampai dua jam setelah melahirkan. Saat tahapan ini, kamu akan dipantau terus oleh tim medis. Dalam tahap ini, kamu akan masih mengeluarkan darah dari vagina, tapi nggak banyak. Darah ini berasal dari pembuluh darah yang ada di dinding rahim tempat terlepasnya plasenta. Setelah beberapa hari kamu akan mengeluarkan cairan dengan sedikit darah yang disebut lokia yang berasal dari sisa-sisa jaringan.

Selanjutnya dokter akan memeriksa apakah kamu memerlukan penanganan lebih lanjut atau nggak, seperti jahitan atau hal lainnya. Jika ada jaringan kulit yang perlu dijahit, dokter akan terlebih dahulu membius area tersebut.

Proses melahirkan memang menguras waktu, tenaga, dan pikiran. Namun tentunya nggak seberapa jika dibandingkan dengan hasil yang didapatkan. Semoga dengan adanya pengetahuan ini, kamu, para calon ibu, nggak khawatir dan panik menghadapi persalinan normal.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya