Di Balik Ramahnya Ibu Mertua, 8 Hal Ini yang Sebenarnya Beliau Pikirkan di Kepalanya

Yang ibu mertua pikirkan tentang menantu

Salah satu ujian menikah yaitu beradaptasi dengan mertua. Terlebih, kalau kamu harus tinggal di rumah mertua atau sesekali menginap di sana. Lantaran baru menikah, mau nggak mau kamu harus berdamai dengan momen awkward, lalu mencoba akrab bersama keluarga suami.

Advertisement

Kalau kata orang, momen membahagiakan setelah menikah itu saat kamu dianggap juga sebagai anak kandungnya sendiri. Tapi di balik keramahan dan keterbukaan ibu mertua menerimamu, ada delapan rahasia yang kerap beliau pendam tiap hari. Seperti dalam ulasan berikut ini.

1. “Saya tahu dia sekarang adalah suamimu, tapi dia tetaplah anakku sampai kapan pun”

“dia tetaplah anakku” via www.djmarino.net

Hari pernikahan menjadi hari yang sangat menyenangkan bagimu. Hubungan kalian memang telah sah dan direstui kedua keluarga. Tapi sebenarnya di balik senyuman indah ibu mertua kala itu, dalam hatinya terbesit ucapan bahwa “dia sekarang memanglah suamimu, tapi selamanya tetap menjadi anakku sampai kapan pun.”

2. “Kamu seperti tidak percaya diri dan setiap komentar dari saya dianggap sebagai kritik. Ah, kalau begitu saya harus lebih hati-hati berkata saat berada di sekitarmu”

komentar sedikit, dianggapnya kritik kecil via www.stayathomemum.com.au

Ibu mertua kerap berkomentar berbagai hal. Tak sekadar bahas tentang hidup berkeluarga, tapi juga hal-hal lain yang dia ketahui. Nggak jarang kamu kerap menganggapnya sebagai kritik darinya. Padahal, maksud beliau hanya sekadar sharing saja denganmu. Karena itu, ibu mertua memilih untuk lebih berhati-hati dalam bertutur kata jika sedang di dekatmu.

Advertisement

3. “Bahan masakan atau makanan yang saya kirim ke rumahmu memang diterima. Namun, tak pernah ada basa-basi kecil darimu berterima kasih tentang hal itu”

“bilanglah terima kasih sesekali” via www.jw.org

Kamu tentu senang mendapat kiriman makanan atau dibawakan bahan-bahan masakan oleh ibu mertua. Namun, kamu kerap lupa ucapkan terima kasih kepada beliau. Entah lewat telepon sebentar atau via chat WhatsApp, ibu mertua menunggu-nunggu hal ini, lo. Meski kamu tidak ucapkan, beliau tetap akan mengirimkan makanan atau bahan masakan lainnya untukmu dan anaknya.

4. “Saya ingin kalian bahagia dan mendapat yang terbaik. Tapi saya tidak akan pernah bilang kalau saya juga ingin bahagia karena tidak ingin membebani kalian”

“Yang penting kalian bahagia” via midcitylove.com

Senyuman ibu mertua bisa berarti sebuah doa agar kamu dan suami selalu bahagia. Tapi, beliau sebenarnya selalu punya rahasia yaitu ingin bisa bahagia juga. Dia memilih tak ucapkan karena nggak mau kamu dan anaknya merasa terbebani.

5. “Saya memiliki firasat ada suatu hal yang kamu resahkan. Mengapa kamu tidak cerita ke saya? Bagaimanapun saya juga ibumu”

“kenapa tidak minta saran?” via www.momspresso.com

Percayalah kalau sebagai anak, kamu tidak akan pernah menyembunyikan suatu hal kepada orangtua, termasuk ibu mertua. Beliau tidak akan menanyakan, tapi menunggu sampai kamu yang bercerita sendiri. Dia ingin mendengar keluh-kesahmu, lo.

Advertisement

6. “Ketika saya benar-benar ingin berbicara dengan putra saya secara pribadi, maka saya tidak akan menelepon ke rumahmu. Karena saya akan menghubungi nomor ponselnya”

“akan menelepon langsung kepadanya” via www.stocksy.com

Jangan kaget jika kamu sering melihat daftar orang yang menelepon suamimu ternyata banyak dari ibu mertua. Hal ini lantaran ibu mertua kerap menghubungi anaknya secara pribadi. Karena dia tahu jika ingin bertegur sapa atau menanyakan kabar semua, ibu mertua akan menelepon rumahmu.

7. “Makasi ya sudah mengajak anakku ke rumah saat aku sedang ulang tahun”

terima kasih sudah membawanya ke rumah via www.saga.co.uk

Kamu mungkin beberapa kali gengsi ke ibu mertua untuk ucapkan terima kasih kepadanya. Akhirnya, kamu cuma pendam saja tanpa pernah menyatakan langsung. Pun demikian dengan ibu mertua yang juga gengsi mengucapkan  kepadamu terima kasih saat anaknya kamu ajak berkunjung ke rumah saat beliau sedang ulang tahun.

8. “Satu hal yang pasti adalah rasa berkompetisi bersama besan selalu ada. Namun, saya sadar bahwa saya hanyalah ibu mertuamu saja – tidak memiliki tempat seistimewa ibu kandungmu”

“seperti bersaing” via www.nytimes.com

Bukan cuma kamu yang kerap merasa insecure, ibu mertua pun demikian. Beliau paham sekali sesayangmu padanya, tetap saja tak akan mengalahkan rasa sayangmu pada ibu kandung sendiri. Maka, yang ibu mertua bisa lakukan hanyalah membantu dan memerhatikanmu sebisa mungkin.

Dari delapan hal yang diam-diam ibu mertua pikirkan, nyatanya dia tetap bersyukur memiliki menantu sepertimu. Hal-hal tersebut hanyalah sebagai selingan ketika dirimu kini telah menjadi bagian dari keluarganya. Biasanya akan muncul di masa awal pernikahanmu saja. 🙂

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

CLOSE