7 Hal yang Dilakukan Janin 24 Jam Sebelum Dilahirkan. Luar Biasanya, Dia Juga Berjuang!

Aktivitas bayi sebelum dilahirkan

Persalinan menjadi momen yang ditunggu oleh Moms setelah beberapa bulan menjaga si kecil di dalam kandungan. Perasaan cemas pasti ada, tetapi banyak juga yang tertutupi oleh rasa bahagia karena sebentar lagi akan bertemu dengan buah hati. Namun pernahkah Moms memikirkan, kira-kira apa ya, yang dilakukan janin sebelum ia terlahir ke dunia?

Advertisement

Pernyataan seorang bidan atau dokter yang kerap kali menyebut “Ayo Ibu berjuang, bayinya juga sedang berjuang nih” itu benar adanya lo, Moms. Diketahui, ada berbagai jenis aktivitas yang dilakukan janin di dalam kandungan untuk membantu proses persalinan. Berbagai macam gerakan juga dilakukan bayi untuk persiapan kelahirannya. Lantas apa saja hal yang dilakukan janin 24 jam sebelum persalinan, berikut ini jawabannya!

1. Mereka akan mencari jalan keluar, bayi mulai bergerak turun hingga posisi kepalanya berada di bawah dekat jalan lahir

Gerakan pada janin | Credit: babycenter via www.babycenter.com

Mendekati persalinan, bayi mulai bergerak turun mencari jalan keluar biasanya terjadi 24 jam sebelum lahir atau bisa juga beberapa minggu pra persalinan. Bayi yang bergerak ke arah bawah perut mampu meringankan rasa mulas, tapi hal itu justru buat Moms menjadi lebih sulit untuk berjalan. Saat ia menggunakan kepala untuk berputar ternyata mampu melancarkan kontraksi dan membuat leher rahim semakin menipis, efeknya banyak lendir keluar dari vagin* yang mempermudah persalinan.

2. Detak jantung si kecil berfluktuasi, sama seperti Moms. Kenaikan dan penururan detak jantung juga akan dirasakan bayi dalam kandungan

Ilustrasi detak jantung | Credit: Natanael Melchor via unsplash.com

Bidan atau perawat  akan sering memantau detak jantung bayi sebelum persalinan tiba. Pada umumnya terjadi kenaikan yang cepat kemudian normal kembali sama seperti yang Moms alami. Rentang detak jantung yang aman berkisar di 110 hingga 160 denyut per menit. Apabila kondisinya lebih lambat atau lebih cepat dari angka tersebut, dokter akan memberikan penanganan untuk mencegah risiko terburuk pada bayi. Hal ini juga memastikan apakah perlu dilakukan tindakan lebih lanjut, termasuk operasi caesar.

Advertisement

3. Secara alami bayi akan menggerakan tubuhnya dengan berputar, yang mengakibatkan Moms merasakan kontraksi dan bertambahnya pembukaan

kontraksi / Credit: freepik.com via www.freepik.com

24 jam sebelum persalinan tiba, bayi akan bergerak aktif dengan cara memutar tubuhnya. Hal ini mengakibatkan dorongan dan akhirnya membuat kontraksi semakin terasa nyata. Dorongannya bukan hanya ke arah bawah, melainkan ke segala arah. Si kecil pun butuh untuk melakukan sedikit peregangan lo, Moms. Apalagi ia terhimpit di panggul yang menandakan sudah waktunya untuk keluar dari perut.

Pergerakan ini merupakan cara bayi untuk membantu proses persalinan berjalan dengan lancar.

4. Hal lain yang dilakukan ialah berlatih bernapas, sebagai bentuk adaptasi bayi sebelum terlahir ke dunia

Advertisement

Janin bernapas / Credit: freepik.com via www.freepik.com

Berlatih bernapas merupakan bentuk perjuangan si kecil untuk persiapan kelahirannya. Perlu kita ketahui jika bayi mendapatkan oksigen dari tubuh Moms yang disalurkan melalui plasenta (ari-ari) dan tali pusat hingga akhirnya masuk ke jantung janin dan dipompa ke seluruh tubuh.

Meskipun kebutuhan oksigennya tetap terpenuhi, di masa menjelang persalinan janin akan mulai melakukan simulasi pernapasan dengan ‘menghirup’ sedikit cairan ketuban. Gerakan menghirup ini sebenarnya lebih menyerupai menelan dan bertujuan untuk mengembangkan paru-paru. Ia juga akan mulai bernapas dalam rahim dengan melibatkan pengembangan dada.

5. Menjelang persalinan, ia akan semakin mendengar suara di sekitar. Untuk itu dokter menyarakan Moms dan Dads melakukan komunikasi sejak trimester awal kehamilan

Interaksi dengan bayi | Credit: Gabriel Tovar via unsplash.com

Pada dasarnya telinga bayi sudah mulai berkembang sejak trimester awal kehamilan, bahkan ia bisa mmbedakan suara Moms dengan suara orang lain. Menjelang persalinan, kepekaannya akan semakin tinggi apalagi suasana menjadi ramai oleh suara dokter, bidan, perawat, Ayah atau keluarga lainnya.

Maka dari itu, dokter menyarankan kepada orang tua untuk selalu berkomunikasi dengan anak sejak awal kehamilan. Bayi yang sering diajak berinteraksi akan menoleh ke suara ibunya, juga menunjukkan preferensi terhadap ayahnya.

6. Ada masanya bayi perlu tidur dan beristirahat, hal ini dilakukan karena ia sedang menyimpan energi untuk proses persalinan kelak

Pertumbuhan bayi | Credit: Omar Lopez via unsplash.com

Di tengah masa bayi sedang aktifnya di dalam kandungan, ada saat ia juga membutuhkan istirahat dan tertidur.Hal tersbeut dilakukan sebagai cara menyimpan energi supaya tetap terjaga hingga persalinan tiba. Selanjutnya bayi akan bergerak kembali dengan memberikan tekanan menjadi lebih sering dan terasa kuat sampai akhirnya menemukan jalan keluar dan terlahir ke dunia.

7. Mereka juga mengalami hal sulit seperti yang dirasakan Moms, terlebih harus beradaptasi usai kehilangan cairan ketuban yang biasa melindungi tubuhnya

Bayi tertidur | Credit: Claire51700 via pixabay.com

Kita bisa membayangkan perjalan sulit yang juga dialami bayi saat harus keluar dari tubuh Moms. Ditambah si kecil harus mampu beradaptasi usai cairan ketuban pecah yang biasanya mengelilingi dan membuat dirinya terlindungi. Untuk itu, supaya persalinan lancar cobalah untuk saling menguatkan dengan mengungkapkan rasa sayang dan harapan akan kehadirannya.

Kini tak perlu khawatir lagi ya, karena Moms tak sendiri, ada si kecil yang juga berjuang di dalam kandungan untuk bisa bertemu dengan keluarga. Untuk itu tetap semangat menuju persalinan ya, Moms!

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Editor

Seorang makmum yang taat :)

CLOSE