Wajib Waspada! Ini 5 Ciri Keguguran Tanpa Pendarahan yang Harus Moms Pahami

Ciri keguguran tanpa pendarahan

Sepertinya Moms harus membuang jauh-jauh anggapan usang ini sebab keguguran tak melulu disertai pendarahan. Bahkan nggak sedikit Moms yang terlambat menyadari keguguran lantaran tak peka dengan ciri-ciri keguguran tanpa pendarahan. Memang benar, pendarahan kerap dijadikan tanda keguguran. Namun, beberapa keguguran memang cukup unik sehingga Moms baru sadar kalau janin sudah tidak berkembang dalam kandungan.

Advertisement

Terkadang pula, Moms nggak merasakan gejala apa-apa lo. Keguguran justru baru diketahui setelah dilakukan pemeriksaan detak jantung oleh dokter.

Ada baiknya Moms mulai hati-hati dan waspada. Semakin dini mengenali ciri-ciri keguguran tanpa pendarahan, Moms semakin mudah menanganinya. Sehingga tak timbul masalah kesehatan yang lebih fatal. Yuk, perhatikan ciri-cirinya!

1. Faktanya memang tak ada keguguran dengan gejala eksternal yang cukup nyata. Namun bukan berarti nggak bisa dikenali. Misalnya tanda-tanda kehamilan tiba-tiba hilang

Tanda-tanda kehamilan | Photo by Irina Gavrilonoka via pixabay.com

Menukil Halodoc, keguguran sering kali nggak disertai gejala. Apalagi bila keguguran terjadi ketika usia kehamilan masih muda. Pendarahan yang kerap diajdikan patokan pun sebenarnya tak cukup akurat. Pasalnya, keguguran bisa terjadi tanpa pendrahan sekalipun. Meskipun minim gjelaan, bukan berarti keguguran tak bsia dikenali, ya. Moms bisa lebih memperhatikan keganjilan-keganjilan sekecil mungkin seperti hilangnya tanda-tanda kehamilan.

Advertisement

Biasanya Moms akan merasakan tadan-tanda kehamilan berupa mual, muntah, lelah hingga perubahan di bagian dada. Kalau Moms mulai jarang mengalaminya, sebaiknya segera konsultasi ke dokter. Langkah ini dinilai tepat untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk karena salah satu  ciri keguguran tanpa pendarahan adalah berkurangnya tanda kehamilan sampai akhirnya hilang.

2. Lumrahnya, janin makin aktif saat usia kehamilan makin bertambah. Namun bila tidak, Moms harus mulai waspada, ya

Pergerakan janin dalam kandungan | Photo by Rudy and Peter Skitterians via pixabay.com

Suara musik dan perbuahan suhu biasanya menstimulus janin dalam kandungan untuk bergerak aktif. Saat itulah, Moms bisa merassakan gerakan Si Kecil. Ketika usia kehamilan makin bertambah, janin pun makin sering bergerak. Merasakan tendangan-tendangan kecil dari buah hati tentunya bikin Moms bahagia. Pasalnya, pergerakan itu bisa jadi tanda kalau Si Kecil sehat. Namun  bila mendadak tak merasakan tanda-tanda pergerakannya, Moms harus bertindak cepat dan sigap. Apalagi jika Si Kecil tetap diam meski sudah diberi rangsangan. Meskipun banyak penyebabnya, tapi tak menutup kemungkinan Moms mengalami keguguran tanpa pendarahan.

3. Nyeri perut tak henti dapat menjadi tanda keguguran tanpa pendarahan

Nyeri perut | Photo by Saranya7 via pixabay.com

Banyak orang menduga nyeri perut selama kehamilan dipicu oleh masalah pencernaan. Padahal nyeri perut selama kehamilan bisa terjadi karena rahim membesar. Alhasil rahim mendorong posisi organ lain. Penyebab lainnya, infeksi kandung kemih. Pun nyeri perut bisa disebabkan oleh kontraksi terutama nyeri yang cukup kuat dan terjadi secara terus-menerus. Bila memang karena kontraksi, janin dalam kandungan bisa terancam lo. Nyeri tersebut sangat mungkin mendorong janin keluar dari kandungan. Sehingga Moms harus cukup peka menyadari nyeri perut yang dialami.

4. Nggak melulu karena pegal-pegal, nyeri punggung saat masa kehamilan dapat menjadi tanda keguguran tanpa pendarahan lo

nyeri punggung | photo by Karolina Grabowska via www.pexels.com

Nyeri punggung saat asa kehamilan pasti sangat tak nyaman. Apalagi bila nyeri punggung disertai rasa tertekan di panggul. Kalau merasakan gejala ini, Moms disarankan untuk memeriksakan diri  ke tenaga medis terdekat. Mungkin beberapa Moms menyepelekan nyeri punggung karena mengiranya sekadar pegal-pegal biasa. Namun perlu Moms ketahui, ciri keguguran tanpa pendarahan adalah  nyeri punggung. Gawat banget kalau Moms terlambat menyadarinya.

5. Ciri ini cukup akurat untuk mendeteksi keguguran tanpa pendarahan. Detak jantung janin hilang ketika dilakukan pemeriksaan USG

Pemeriksaan USG | Photo by Artur Nowacki via www.flickr.com

Iniah pentingnya pemeriksaan USG secara rutin. Moms dapat mengetahuai perkembangan janin dalam kandungan. Misal pun kesehatan janin terganggu, Moms bisa mendeteksinya secepat mungkin. Melalui pemeriksaan USG ini, keguguran tanpa pendarahan dapat diketahui. Bila detak jantung Si Kecil tak terdengar saat pemeriksaan USG, kemungkinan Moms telah kehilangan janin dalam kandungan.

Ciri-ciri keguguran tanpa pendarahan di atas memang nggak bisa dijadikan patokan yang saklek. Diagnosis kegugran sepenuhnya berada di tangan dokter. Sehingga Moms nggak bisa menentukannya tanpa proses pemeriksaan medis. Namun, ciri-ciri tersebut bisa dijadikan pengetahuan agar Moms lebih waspada dengan kondisi janin.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

CLOSE