Ketahui Manfaat Luar Biasa Skin to Skin Bayi dan Ayah. Cara Ampuh Menanamkan Kedekatan Nih!

Skin-to-skin bayi dan ayah

Hampir semua hal tentang persiapan kelahiran hingga periode pasca kelahiran berkutat soal ibu dan bayi. Hal yang wajar mengingat keduanya telah berjuang begitu keras, sehingga layak mendapatkan banyak perhatian. Salah satu hal yang sering dibicarakan adalah betapa pentingnya skin-to-skin, atau kontak kulit ke kulit antara ibu dan bayi sesaat setelah lahiran hingga beberapa waktu berikutnya.

Advertisement

Berbagai penelitian menyatakan kalau skin-to-skin antara ibu dan bayi memiliki banyak manfaat alami. Satu yang terpenting adalah membangun hubungan untuk menyusui. Namun, belum begitu banyak yang tahu kalau hal serupa juga penting dilakukan antara bayi dan ayah. Sepenting apa, sih? Berikut penjelasannya.

Skin-to-skin antara bayi dan ayah bisa membantu memunculkan naluri pengasuhan alami

Photo by Mikael Stenberg on Unsplash

Dilansir dari Belly Belly, salah satu pendiri gerakan Kangaroo Mother Care, Dr. Nils Bergman melalui presentasi penelitiannya mengatakan 30 menit skin-to-skin antara bayi dan ayah pada hari-hari pertama punya dampak yang besar, khususnya bagi sang ayah. Ia menyebut praktik ini akan “memperbaiki” otak sang ayah.

Seperti kita tahu, seorang ibu akan mengalami perubahan hormonal alami selama dan setelah kelahiran, terutama hormon oksitosin yang membantu memunculkan naluri keibuan. Sementara bagi ayah, dibutuhkan waktu khusus bersama sang bayi agar hal yang sama bisa terjadi.

Advertisement

Hormon, kata Dr. Nils, dipengaruhi oleh banyak hal, termasuk lingkungan dan tindakan. Nah, ketika ayah melakukan skin-to-skin dengan bayi, akan terjadi penurunan testosteron, peningkatan oksitosin dan dopamin. Ketika hal tersebut terjadi, otak sang ayah akan menciptakan hubungan positif dengan interaksi yang dekat. Ini menjadi awal yang baik untuk memunculkan naluri pengasuhan alami sang ayah.

Selain itu, seperti dilansir dari Irish Times, skin-to-skin antara ayah dan bayi juga telah terbukti menurunkan kadar kortisol pada ayah baru yang terkait dengan kecemasan. Jika sang ayah mengalami lebih sedikit stres dan lebih sedikit kecemasan, maka akan tercipta korelasi positif langsung pada hubungan orang tua yang secara alami mempengaruhi dinamika keluarga ke depannya.

Advertisement

Bidan dan pendidik persalinan, Avril Flynn mengatakan skin-to-skin bisa jadi momen mengubah kegugupan menjadi rasa percaya diri, karena sang ayah dapat melihat si kecil nyaman di pelukannya. Di samping itu, dengan melakukan skin-to-skin antara bayi dan ayah, artinya sang ibu bisa beristirahat.

“Ayah bisa sangat gugup dengan kelahiran bayi. Skin-to-skin benar-benar bisa membangun kepercayaan diri mereka,” kata Flynn.

Sedangkan, manfaat skin-to-skin bagi bayi sendiri adalah…

Selain bermanfaat bagi sang ayah, skin-to-skin jelas juga punya manfaat bagi sang bayi. Melansir Nuroo Baby, berikut beberapa di antaranya:

  • Mempercepat perkembangan otak karena skin-to-skin merupakan pengalaman multi-indera.
  • Mengurangi stres pada bayi karena dengan skin-to-skin kadar kortisol mereka akan turun secara terukur.
  • Meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Ini karena sistem kekebalan tubuh sang ayah akan memberikan antibodi melalui kulit kepada bayi. Skin-to-skin juga dapat meningkatkan hidrasi kulit bayi.
  • Mengurangi kadar kortisol dan somastostanin yang memungkinkan penyerapan dan pencernaan nutrisi bayi menjadi lebih baik.
  • Sama seperti dengan sang ibu, skin-to-skin antara bayi dan ayah dapat menyelaraskan detak jantung dan pernapasan. Dengan ini tubuh bayi belajar mengatur diri sendiri.

Cara dan posisi yang tepat melakukan skin-to-skin antara bayi dan ayah

Photo by Mykaul via Flickr

Cara dan posisi untuk melakukan skin-to-skin nggak ribet. Langkah pertama adalah ayah harus melepas baju dan bayi mengenakan popok saja. Kemudian duduk setengah bersandar atau berbaring, dan tempatkan bayi pada posisi vertikal tepat di atas dada ayah. Selimuti si kecil biar tetap hangat. Pastikan kepala bayi menghadap ke satu sisi dengan posisi leher lurus. Terakhir, nikmati waktu bersama tersebut.

Ketika bayi mulai bertumbuh, baik ayah maupun ibu bisa melakukan skin-to-skin dengan menggunakan gendongan. Tetap, syarat utamanya adalah ayah harus melepas baju dan bayi mengenakan popok saja. Dengan cara ini ayah bisa melakukan skin-to-skin sembari melakukan aktivitas ringan di rumah.

Nah, itu dia penjelasan dan beragam manfaat skin-to-skin bagi ayah dan bayi. Semoga bermanfaat!

Follow Mamin di Instagram @hipweeyoungmom atau gabung ke Support Group di Whatsapp juga yuk. Media curhat yang fun, menghadirkan konten-konten inspiratif dan terpercaya buat para moms #KarenaSemuaIbuBerhakBahagia
Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

get me away from here I'm dying

Editor

Seorang makmum yang taat :)

CLOSE