Elon Musk, miliarder dan penggila teknologi yang katanya jadi inspirasi nyata dari tokoh superhero Iron Man, mengeluarkan salah satu ide gilanya pada tahun 2013 lalu. Musk ingin membuat mode transportasi yang paling cepat, aman, dan ramah lingkungan di dunia. Berbeda dengan pengembangan teknologi baru yang biasanya dilakukan secara sembunyi-sembunyi, Musk justru mempublikasikan ide dan konsepnya tentang kereta kapsul super cepat secara cuma-cuma. Ia berharap akan bermunculan start up-start up yang bisa melanjutkan impiannya jadi kenyataan.

Itulah awal kelahiran Hyperloop, kapsul yang bergerak di lorong vakum dan mampu membawa manusia atau barang dengan kecepatan mencapai 1.287 km/jam. Hampir setara dengan kecepatan suara. Meski awalnya terdengar gila, di awal bulan Agustus 2017 ini, sudah ada perusahaan yang mampu membuat dan sukses menguji coba prototipe pertama Hyperloop. Yang lebih menariknya lagi, Indonesia adalah negara Asia Tenggara pertama yang terpilih menjadi salah satu lokasi pengembangan Hyperloop.

Kalau beneran terwujud, teknologi ini nggak bakal cuma mengurangi kemacetan saja tapi juga mengubah kehidupan manusia secara keseluruhan. Biar siap menyambut terobosan ini, yuk simak info selengkapnya bareng Hipwee News & Feature!

Setelah 4 tahun setelah Elon Musk melontarkan ide gilanya, akhirnya ada perusahaan yang berhasil mewujudkan prototipe Hyperloop

Bukan hanya paling cepat, Hyperloop juga didesain untuk bisa bebas tabrakan dan human error. Bahkan diklaim nggak bakal terganggu cuaca maupun gempa

Super cepat dan anti gempa via www.wired.com

Secara umum, ada 4 hal penting yang membuat hyperloop mampu bergerak cepat. Pertama, Hyperloop digerakkan oleh dua motor elektromagnetik. Dengan ini, Hyperloop diharapkan bisa mencapai kecepatan hingga 1.200 km/jam. Kedua, adanya kipas angin raksasa dan kompresor yang membantu mengalirkan udara ke dalam kapsul dan sekitarnya.

Advertisement

Komponen penting ketiga adalah air bearing yang membantu kapsul bergerak melayang. Kipas angin raksasa dan kompresor akan mengantarkan udara ke air bearing ini. Udara lantas diubah tekanannya menjadi lebih rendah. Dengan ini, udara membantu melayang sekaligus meminimalkan gesekan dengan tabung lantas memaksimalkan kecepatan.

Hal penting keempat adalah jalur kereta Hyperloop yang dibangun di atas pilar mirip jembatan layang. Masing-masing pilar menampung satu tabung yang nantinya, satu sama lain akan dihubungkan. Setiap pilar dirancang sedemikian sehingga bisa tahan terhadap goncangan gempa sekaligus bisa menahan beban yang bergerak cepat. Bagian atas tabung lintasan Hyperloop sendiri dilengkapi panel surya yang membangkitkan energi hingga 57 MegaWatt per tahun.

Dengan konsep ini, Hyperloop menjadi transportasi yang bukan hanya cepat tetapi juga relatif nggak terganggu gempa dan cuaca.

Indonesia akan menjadi negara pertama di Asia Tenggara yang memiliki sistem transportasi Hyperloop

Pertama di Asia Tenggara via hyperloop.global

Rencana pengembangan Hyperloop di Indonesia diawali dengan penandatanganan perjanjian studi kelayakan pada awal bulan Maret di Jakarta, seperti dikutip dari VOA Indonesia. Perjanjian bernilai 2,5 juta dolar AS itu melibatkan perusahaan developer Hyperloop internasional Hyperloop Transportation Technologies (HTT) dengan Hyperloop Transtek Indonesia (HTI) — perusahaan swasta yang didapuk untuk mengembangkan teknologi Hyperloop di Indonesia, serta disaksikan oleh Kementerian Perhubungan.

Dijelaskan Dwi Putranto, salah seorang pendiri HTI, Studi kelayakan pengembangan Hyperloop ini dilakukan diawali di ibukota Jakarta dan akan memakan waktu sekitar satu tahun. Sudah ada 3 rute yang dipertimbangkan, yaitu rute Jakarta dengan kota-kota satelitnya seperti Tangerang, rute yang menghubungkan bandara-bandara sepanjang pulau Jawa, dan rute di Sumatera Utara. Jika proses pengembangannya lancar hingga launching, Indonesia otomatis akan menjadi negara pertama di Asia Tenggara yang memiliki sistem transportasi Hyperloop. Adapun negara lain yang juga tengah kedapatan proyek pengembangan Hyperloop adalah Perancis, Republik Ceko, Slowakia, Korea Selatan, dan Uni Emirat Arab.

Hyperloop digadang-gadang sebagai solusi untuk mengatasi kemacetan yang sudah jadi ciri khas Indonesia, khususnya di kota-kota besar

Kurangi kemacetan via www.blogger.com

Indonesia merupakan salah satu negara dengan populasi tertinggi di dunia yang dihadapkan dengan masalah kemacetan terparah. Hyperloop dapat memindahkan penumpang atau barang dalam hitungan waktu yang super singkat. Bahkan menurut taksiran dari HTT, sebuah rute Hyperloop dari Jakarta menuju Yogyakarta hanya akan memakan waktu kurang lebih 25 menit. Jika dibandingkan dengan menggunakan mobil yang dapat memakan waktu hingga hampir 10 jam. Jakarta menuju Bandung juga hanya akan memakan waktu 9 menit, bukan seperti transportasi umum lain yang biasanya memakan waktu hingga 2,5 jam. Hyperloop juga bisa menghubungkan Soekarno-Hatta International Airport dengan pusat Kota Jakarta hanya akan memakan waktu 5 menit.

Dengan lalu lintas dan kemacetan yang menjadi isu besar di Indonesia khususnya Jakarta, Hyperloop jelas bisa jadi solusi efektif jika nantinya bisa terwujud. Jika lho…

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya