Titanic, sebuah film yang dirilis pada tahun 1997 berhasil menyedot perhatian penikmat film. Titanic merupakan sebuah film drama romantis yang menceritakan tragedi kapal RMS Titanic dalam perjalanannya dari Southampton, Inggris menuju New York, Amerika Serikat.

Titanic tak hanya menceritakan tenggelamnya sebuah kapal, namun juga dibumbui dengan kisah drama romantsi yang menyentuh hati. Yaitu kisah mengenai Rose DeWitt Bukater (Kate Winslet) dan Jack Dawson (Leonardo DiCaprio). Rose merupakan putri bangsawan yang dijodohkan oleh ibunya bersama pengusaha sukses bernama Caledon Nathan Hockley (Billy Zane) namun sayangnya Rose tak mencintai Cal, namun justru lebih mencintai Jack yang merupakan seorang seniman miskin.

1. Hal pertama yang kita ingat adalah film ini panjang banget. 30 menit pertama bisa di-skip tanpa meninggalkan rasa penasaran.

Ingat gak ini adegan apa? via pyxurz.blogspot.com

Kamu bisa cepetin 30-an menit pertama dan masih harus menyelesaikan film selama 3 jam lebih. Masih ingat gak dua mas-mas di atas ini siapa?

2. Akhirnya, penonton di seluruh dunia dibuat terpukau oleh kedua tokoh utama dalam Titanic yang memiliki wajah rupawan.

Dua tokoh yang rupawan via www.fanforum.com

Advertisement

Siapa sih, yang bisa menyangkal kecantikan Kate dan ketampanan Leo?

Bagaimana tidak? Wajah rupawan dua aktor ini telah diamini oleh para penggemar film di seantero bumi. Mereka adalah dua dari segelintir orang yang pantas diberi julukan makhluk Tuhan yang paling seksi. Inilah magnet utama film ini yang menjadikan menarik untuk ditonton.

3. Film ini berhasil memancing kamu pergi ke haluan ferry (kalau ada kesempatan) lagi berteriak…

I’M THE KING OF THE WORLD!!! via forums.thesims.com

3. My Heart Will Go On yang dilantunkan Celline Dion gak bisa dilepaskan dari pesona film Titanic. Tiap kali judul film ini disebutkan, lagu tersebut langsung terniang di kepalamu.

Celline Dion via www.glistsociety.com

Near, far, wherever you are
I believe that the heart does go on
Once more you open the door
And you’re here in my heart
And my heart will go on and on

Itulah potongan lagu yang dinyanyikan oleh Celline Dion dengan mendayu-dayu. Lagu ini pas sekali dengan aura kesedihan dan kehilangan yang digambarkan dalam film Titanic. Lagu ini berhasil menduduki puncak tangga lagu internasional selama enam minggu berturut-turut. Pada waktu itu, masyarakat Amerika bahkan dunia tak bisa terlepas dari lagu ini yang tak hanya diputar di radio, namun juga di tempat-tempat umum seperti pusat perbelanjaan, bahkan di arena pertandingan balap!

4. Pertanyaan mulai muncul sebagai anak SD yang gak tahu apa-apa: Si Rose itu pengen bunuh diri beneran atau cari perhartian doang?

Waktu SD kita gak tahu ada istilah suicidal yakni kecenderungan sesorang untuk mengakhiri hidupnya. Mungkin waktu itu Rose lagi suicidal kali ya…

5. Kelas melukis oleh Jack yang mungkin akan membuat anak-anak SD bingung. “Ini om & tante pada ngapain, ya?”

Kelas melukis via virginmedia.com

“Itu kok bajunya dilepas?”

Tepat pada sore hari sebelum menabrak gunung es, kedua tokoh utama yaitu Jack dan Rose baru saja mengadakan ‘kelas melukis’ bersama di kabin Rose yang luas nan mewah. Kita-kita yang dulu masih kecil bakal menutup mata ketika melihat adegan ini. Mungkin pak sutradara kehilangan semua properti busana, jadi terpaksa Rose mengikuti kelas melukis dengan hanya mengenakan seuntai kalung berlian.

Ketika kanak-kanak mungkin banyak dari kita yang tak tahu mengapa Rose berpose seperti itu. Mungkin banyak yang terbengong, pura-pura mengalihkan pandangan, atau malah ada yang bertanya: mereka lagi apa?

6. Entah apa yang dilakukan dua tokoh ini di dalam mobil, yang pasti adegan tersebut menjadi salah satu yang paling diingat.

Adegan marathon dalam mobil via cornel1801.com

Jack : “Where to, Miss?”

Rose : “To the stars!”

Setelah acara lukis-melukis usai, Jack dan Rose berlarian di dalam kapal yang megah nan mewah hingga mereka sampai ke ruang bawah tanah. Dalam ruangan itu terdapat  ruang mesin dan tempat parkir mobil. Sesampai di tempat parkir mobil, mereka menuju ke mobil milik Rose. Beberapa menit kemudian entah mengapa tiba-tiba kaca mobil menjadi berembun karena nafas Jack. Dan mereka berdua terlihat tersengal-sengal dengan sekujur tubuh penuh dengan peluh karena kelelahan. Lagi-lagi, kita sebagai penonton yang masih kanak-kanak pun dibikin bingung dengan adegan ini. Sebagian dari kita ada yang berpikir mereka habis melakukan marathon kali ya?

Keringetan…. via roosterteeth.com

Tapi kok marathon di dalam mobil? #BerpikirKeras

7. Tak hanya menyuguhkan adegan “marathon” Titanic juga menceritakan kesedihan yang amat mendalam yang terjadi lebih dari seabad lalu…

Sinking ship via galleryhip.com

Menceritakan tentang seorang pemburu harta karun yang mengundang salah satu Titanic memulai pelayaran perdananya pada bulan April 1912 dan merupakan kapal terbesar dan termewah pada zaman itu. Namun sayang, kapal tersebut menabrak sebongkah gunung es, sehingga membuat kapal tersebut tenggelam di Samudera Atlantik pada pukul 2.20 pagi tanggal 15 April 1912.

Tenggelamnya kapal ini menewaskan lebih dari 1.500 penumpang beserta kru kapal. Jumlah ini lebih dari setengah penumpang yang jumlah keseluruhannya sekitar 2.224 orang. Hal ini membuat tragedi Titanic menjadi tragedi kecelakaan paling besar pada zaman-nya.

8. Juga menggambarkan kesedihan para penumpang kapal yang sebentar lagi akan tenggelam.

Bayangkan ketika tak mampu berbuat apa-apa untuk menyelamatkan diri, mereka hanya bisa pasrah dan menghabiskan detik-detik terakhir hidup mereka hanya dengan berdiam di tempat tidur bersama orang-orang terkasih. Opa dan Oma yang saling berpelukan diatas tempat tidur, seorang ibu yang menceritakan sebuah dongeng kepada anak-anaknya, sementara air di samudra yang sedingin es mengalir deras dibawah tempat tidur mereka. Mereka telah siap menjemput ajal dan tak ikut panik seperti penumpang-penumpang lain.

Adegan ini merupakan adegan detik-detik yang sangat menegangkan, menyedihkan, sekaligus mendebarkan. Apakah Jack dan Rose akan selamat? Akankah mereka akan bisa melanjutkan hidup yang bahagia? Ataukah mereka akan mati bersama?

9. Tapi kenapa bapak-bapak ini tetap main musik di tengah kapal yang pecah?

Lanjut… via www.youtube.com

10. Setelah dipikir-pikir, Jack seharusnya bisa bertahan hidup kalau Rose mau ngasih space dikit aja atau giliran istirahat di atas papan… Ya gak?

Tinggal nebeng aja susah amat… via imgbuddy.com

Kisah romantis yang tak biasa yang menjadikan film ini sangat berbeda dan sangat menarik. Jika kita sering disuguhi kisah cinta romantis yang berakhir bahagia, Titanic justru menyuguhkan kisah cinta tragis di akhir cerita. Ketika mereka berdua menemukan sebuah papan kayu yang hanya mampu menopang satu orang, Jack mengalah dan membiarkan Rose untuk menaiki papan kayu tersebut sementara Jack terpaksa mengapung diatas air. Air sedingin es yang menjalar menusuk sampai tulang Jack membuatnya mengalami hipotermia dan akhirnya meninggal dunia, sementara kedua tangan mereka masih saling berpegangan.

Meninggalnya Jack, yang merupakan tokoh utama sekaligus kekasih hati  mampu membuat hati para penonton menjadi remuk redam. Inilah bagian paling tragis sekaligus paling manis yang menjadikan film ini sebagai salah satu film paling romantis sepanjang masa. Mungkin jika sang sutradara tak “membunuh” Jack, film ini tak bakal jadi legenda, dan akan mudah dilupakan oleh khalayak.

Oke, itulah beberapa alasan mengapa Titanic menjadi salah satu film romantis lawas yang paling bagus sekaligus mengapa film tersebut begitu membingungkan ketika ditonton oleh anak SD.