Apakah kamu sudah mendengar berita tentang kasus pembunuhan kopi Mirna-Jessica? Ya, kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin dengan kopi bersianida itu memang masih menjadi misteri. Kasus ini pun menyeret teman Mirna, Jessica Kumala Wongso sebagai dugaan pelakunya. Masih hangatnya pembahasan kasus ini membuat seseorang terinspirasi untuk membuka bisnis yang berhubungan dengan Jessica. Bisnis tersebut tidak lain adalah berjualan kopi secara online.

Hm kalian perlu simak berita ini, yuk!

Hanya dengan mempromosikan melalui Facebook, kopi jualannya pun mendapatkan respons pro dan kontra. Ya iyalah, kemasannya begitu 🙁

Kopi Jessica! via plus.kapanlagi.com

Adalah Haris Bastian yang beberapa waktu lalu memulai bisnis melalui akun media sosial Facebook-nya. Ia berjualan produk kopi kemasan dengan nama Jessica. Yang menarik perhatian sih penggunaan foto potret Jessica Kumala Wongso dengan raut dinginnya di kemasan tersebut. Dalam bungkus kopi itu juga terpampang tulisan

‘Hai Ngopi Yuk’, ‘Jangan lupa ajak teman2 yaa’.

Advertisement

Tulisan itu terpisah dalam dua kemasan yang berbeda. Sebab, ia mengaku menjual dua varian kopi, yaitu coffemix dan kopi hijau. Bukan hanya kedua tulisannya saja, pada bungkus kopi yang diproduksinya juga terpampang tulisan ‘asli tanpa sianida’.

“Iyah betul itu (kopi Jessica) produksi saya,” -Haris Bastian via vivanews.com

Haris mengaku terinspirasi membuat kopi itu saat duduk di warung kopi, kemudian melihat berita tentang Jessica. Apalagi, Haris mengaku membutuhkan tambahan penghasilan. Satu bungkus kopi buatannya dijual dengan harga Rp 15 ribu dengan berat 150 gram.

Ternyata, Haris belum mengantongi izin perihal Kopi Jessica ini, sementara pihak Jessica pun keberatan

Haris mengakui, jika kopinya memang belum memiliki izin. Tepatnya adalah izin untuk menggunakan foto Jessica Kumala Wongso dalam kemasan kopi tersebut. Alasannya, Haris tidak mengetahui harus mengajukan izin tersebut kepada siapa. Sebab, saat ini Jessica sedang tidak berada di Surabaya.

“Saya tidak punya alamatnya Mbak Jessica. Kalau saya tahu rumahnya yang ada di Jakarta, pasti saya akan mengajukan izin,” kata Haris via nasional.news.viva.co.id

Karena itu, apabila terdapat pihak-pihak yang menuntut, atau mempermasalahkan hal itu, Haris siap menghentikan proses produksi kopi itu, Bahkan, dia juga bersedia meminta maaf, karena telah menggunakan foto Jessica tanpa izin.

“Karena, kalau memang itu adalah salah saya, maka saya pun siap mengakui kesalahan itu,” ujar Haris via nasional.news.viva.co.id

Meski demikian, Haris mengakui, sama sekali tidak ada niat khusus terkait pemasangan foto itu.

“Saya itu memasang, ya hanya iseng, dan namanya juga orang usaha buat cari tambahan uang,” tutur Haris.

Benar saja, tim pengacara merasa keberatan dengan produk milik Haris ini. Mereka pun segera mempersiapkan langkah hukum untuk menuntut Haris. Sang pengacara, Hidayat Boestam menyatakan bahwa Jessica tidak berkenan dengan pencantuman nama dan fotonya di produk komersial itu.

Dengan kasusnya sendiri yang sedang merebak ke publik, Haris terbukti sebagai orang yang kreatif mengambil keuntungan dari momentum. Praktis, fenomena kopi Jessica ini mirip dengan beredarnya produk snack Mi Bikini beberapa waktu lalu. Bedanya, kalau Mi Bikini tersandung isu moral dan pornografi, Kopi Jessica harus berhadapan dengan persoalan izin administrasi yang rumit karena melibatkan identitas orang lain. Hmm, tergantung para penegak hukum deh maunya bagaimana terhadap Haris.