Soal mental dan keberaniannya menghadapi masalah, mungkin tak perlu dipertanyakan lagi. Tentang bagaimana sigap dan kuatnya dia untuk menjadi penopang di kala susah juga bukan lagi sebuah permasalahan. Kini, kamu telah memilih dia sebagai pasangan hidup, yang semoga bertahan hingga kalian saling tutup usia. Anak sulung ini mungkin tak banyak menawarkan kemewahan, tapi selalu bersedia menghadirkan pundaknya sebagai sandaran.

Banyak yang bilang kalau anak sulung itu tegar dan mandiri. Hipwee juga sepenuhnya setuju. Nah, biar kamu juga percaya, simak artikel yang akan membahas bagaimana istimewanya anak sulung, khususnya untuk dijadikan seorang pasangan. Check it out!

Perihal kesigapannya menghadapi masalah, kamu tak perlu ragu lagi. Dia sudah biasa, dan hampir setiap hari dituntut untuk bersikap mandiri.

jangan pernah ragu sama dia via bunbunmakeuptips.com

Dia bisa saja bermanja-manja pada Ayah Ibunya, tapi seringkali ia enggan. Rasa malu pada adik atau saudara-saudaranya lebih mendominasi perasaannya, dibanding harus minta ini-itu pada kedua orang tua. Begitu pun ketika dihadapanmu, dia akan bersikap sama seolah tak mau dibilang manja dan selalu bergantung pada orang lain.

Secara tidak sengaja, kamu pun dituntut untuk menjadi sosok kuat yang siap kapan saja mendampinginya. Bukan untuk siapa-siapa, tapi demi hubungan yang dicita-citakan berlangsunglama ini. Sama-sama kuat dan mandiri, sepertinya menjadi senjata paling ampuh selain rasa cinta yang telah dipupuk sekian lama.

Sebagai orang terdekatnya, kamu tentu sudah terbiasa dengan sikapnya yang selalu berusaha membagi waktu untuk adik dan ayah ibunya.

Advertisement

membagi waktu, sudah biasa via fashionized.co

“Sayang, maaf aku agak telat jemput kamu. Aku harus jemput adik dulu.”

“Gpp kok, Mz. Titip calon adikku juga ya…”

atau

“Kayaknya jadwal makan malam kita dicancel dulu aja deh, Beib. Ibu ngajak periksa gigi nih.”

“Oh, OK. Jagain calon Ibu mertuaku, ya. Love you…”

Sesederhana memberikan izin padanya untuk meluangkan waktu bersama keluarga, berarti kamu telah paham bahwa dia sedang mati-matian melakoni perannya dengan baik. Sudahlah, jangan berlebihan menganggapnya tak perhatian, anggap saja ini resiko termanis dari memacari seorang anak pertama.

Pun ketika kamu berkunjung ke rumahnya, kamu jadi tidak lupa membawa bingkisan makanan untuk adik-adiknya.

pas ke rumah bawa bingkisan via hdwallpapersrocks.com

Hitung-hitung ‘mengambil’ hati adik-adiknya, menenteng bingkisan makanan ketika berkunjung kerumahnya bisa jadi salah satu cara jitu. Kamu tentu tahu betul bahwa dia hidup di lingkungan yang erat dengan kebiasaan berbagi, di mana dia menjadi obyek yang sering dimintai. Nilai tambahnya, keseruan semacam ini akan jarang kamu dapatkan di tempat dan suasana yang lain.

Bukannya menggerutu, kamu harusnya bangga kalau pertanyaan semacam ini dia lontarkan: “Adik aku besok ulang tahun nih, Yang. Beliin apa ya?”

adik aku ultah nih, yang… via flickr.com

Dengan meminta pendapatmu tentang banyak hal, ini tanda kalau dia sudah serius dan sepenuhnya percaya padamu. Kamu jangan kesal, lebih baik beri pendapat terbaik yang bisa kamu ucapkan. Ingat, dia itu kakak dari adik-adiknya, bukan hanya pacar yang berhak kamu miliki seutuhnya.

Kalau sama adik-adiknya saja dia perhatian, apalagi sama calon istri dan anak-anaknya kelak… Duh jadi tambah cinta, Mz.

Jangan salahkan kalau dia agak kaku dan tegas terhadapmu. Berbesar hatilah bahwa dia memang dilahirkan untuk menjadi sosok yang paling tangguh.

jangan salahkan, dia tegas karena takdir via clevernova.com

Terbiasa menjadi sandaran orang-orang terdekatnya, itu bukti kalau pacarmu bisa diandalkan. Sama halnya ketika kamu menerima ketegasan sikap darinya, berlapang dadalah bahwa sosok yang dihadapanmu itu memang ditakdirkan untuk menjadi pribadi tangguh. Di sini, kamu yang harus bersabar dan terus menjadi pendamping setianya.

Seperti kriteria pasangan dalam impianmu selama ini, dia juga rela untuk berkorban. Jangankan fisik, berkorban perasaan pun dia tak pernah sungkan.

dia rela berkorban via athleteculture.com

Tidak hanya kuat, dia juga rela berkorban. Dia bersedia kelelahan demi menjagamu seharian dan mendorongmu dengan semangat membara ketika kamu mulai kehilangan arah. Fisik dan hatinya seperti sudah terpatri untuk senantiasa menerima bahwa kebahagiaan bukan hanya untuk dirinya, melainkan bagi semua orang terdekatnya.

Bukan cuma anak sulung, dia yang sekarang telah menjadi pasanganmu pun tak kalah istimewanya. Yang terpenting adalah bagaimana kamu mati-matian menjaga, dan terus berusaha untuk setia.