Kasih sayang orangtua memang tak berbatas. Rasa saying dan cinta kepada anak dan keluarganya tak hanya sekadar dalam kata, tapi juga dalam tindakan yang luar biasa. Sebagai anak, kita tahu hal itu, tapi tak dipungkiri kadang kala kita lupa diri dengan semua perjuangan mereka demi kita.

Cerita tentang perjuangan orangtua memang layak untuk diangkat dalam sebuah film, agar kita bisa melihat, merenungi dan sadar betapa luar biasanya kasih sayang mereka bagi anak-anaknya. Demi anak, mereka rela berkorban jiwa dan raganya.

Nah, berikut ini adalah beberapa film yang menceritakan tentang perjuangan orangtua yang wajib untuk kamu tonton. Meskipun bukan film baru, film-film ini tak akan ernah ada habisnya membuatmu terharu dan tertegun.

*Peringatan: Film-film ini dapat menyebabkan mewek dan mata bengkak.

 

1. Hello Ghost

Hello Ghost.

Hello Ghost. via http://sfs-cn.com

Film ini menceritakan seorang lelaki (Sang Man)sebatang kara yang putus asa dan selalu gagal dalam percobaan bunuh diri. Di tengah perjalanan hidupnya yang suram, dia tiba-tiba bertemu dengan segerombolan hantu – empat hantu sekaligus. Hantu bapak gendut perokok berat, ibu yang cengeng, kakek genit, dan anak kecil yang tengil abis.

Sang Man jadi tidak kesepian lagi, tapi lama-lama dia merasa kesal dengan hantu-hantu ini. Sang Man pun menuruti semua permintaan hantu-hantu itu agar mereka berhenti mengikutinya. Namun di akhir cerita, Sang Man pun menyadari suatu hal besar pada hantu-hantu tersebut. Dia baru teringat bahwa ternyata hantu-hantu tersebut adalah Orangtua, kakek, dan kakak dia sendiri.

Hello Ghost ini berusaha untuk memberi tahu pada kita bahwa sesungguhnya orangtua dan keluarga pun sampai mereka mati pun tak akan pernah berhenti untuk menemani dan menjaga kita di dunia. Raga mereka boleh mati, tapi kasih sayang dan jiwa mereka akan selalu ada di dekat kita.

2. Wedding Dress

Wedding dress.

Wedding dress. via http://www.hancinema.net

Sebelum kamu memulai nonton film yang satu ini, saya sarankan untuk menyiapkan satu pak tisu di sampingmu. Film drama keluarga ini sangatlah menyentuh hati. Bercerita tentang perjuangan seorang ibu yang single parent (Go-Woon) yang ingin menebus waktu-waktunya yang hilang bersama putrinya (Jang So-ra) yang masih kecil.

Go-Woon divonis mengidap kanker lambung, dan usianya tak akan lama lagi. Semenjak itu dia memutuskan untuk lebih banyak meluangkan waktu, memperhatikan dan mewujudkan semua keinginan Sora, putrinya. Sora pun bingung dengan perubahan sikap sang ibu kepadanya.

Karena Sora adalah anak yang cerdas, dia sadar bahwa ibunya sedang sakit parah. Dia pun berusaha keras untuk selalu ceria di depan ibunya, mematuhi semua nasihat ibu, dan juga berusaha mengabulkan permintaan ibunya.

Sebelum dia meninggal, ternyata Go-Woon diam-diam sudah menyiapkan baju pengantin untuk Sora jika dia sudah dewasa dan menikah nanti. Ketika Ibunya sudah tiada, Sora pun berubah menjadi yang baik, karena Sora tak ingin ibunya di surge khawatir lagi padanya.

3. I am Sam

I am Sam bisa dibilang sebagai salah satu film keluarga yang cukup legendaris. Film ini menceritakan kehidupan Sam Dawson yang mengidap retardasi mental. Dia mengalami ketebelakangan mental dan hanya memiliki tingkat intelejensi tidak lebih dari anak berusia 7 tahun.

Meski begitu Sam memiliki kebaikan hati dan kasih sayang yang luar biasa. Dalam kondisinya yang seperti itu, Sam berjuang untuk bisa jadi ayah yang baik untuk Lucy, putrinya. Meskipun Lucy bukanlah anak kandungnya sendiri, Sam tetap bertanggung jawab merawat Lucy sebaik mungkin.

Namun saat usia Lucy menginjak 7 tahun, badan pemerintahan anak-anak memisahkan Sam dengan Lucy karena Sam dianggap tidak mampu mengurus Lucy lebih lanjut. Tapi Sam tak mau diam, dia berjuang habis-habisan untuk mendapatkan hal asuh Lucy kembali.

Sebagai seorang ayah, Sam tak ragu dan berani berjuang demi anaknya. Meskipun dia memiliki keterbelakangan mental, dia masih punya cinta yang besar terhadap anaknya. Meskipun dia tidak pintar, dia mampu untuk mencintai anaknya dengan tulus.

4. Pursuit of Happyness

Pursuit of happyness.

Pursuit of happyness. via http://www.forbes.com

Pursuit of Happyness juga salah satu film keluarga yang wajib banget untuk kamu tonton. Selain bercerita tentang perjuangan Chris Gardner (Will Smith) untuk mencapai kesuksesan ekonomi, film ini juga menceritakan perjuangan dan dedikasinya untuk bisa menjadi seorang ayah sekaligus ibu yang penuh kasih sayang dan tanggung jawab bagi anaknya, Chirstoper (Jayden Smith).

Meskipun dirinya telah ditinggalkan oleh istrinya, dan kondisi ekonominya sagat terpuruk hingga memaksanya hidup sebagai tuna wisma bersama anaknya, Chris tak pernah berhenti berjuang untuk bisa meraih kebahagiaan bersama putranya.

Dalam masa-masa sulitnya tersebut, justru Chris tetap gigih untuk tetap mempertahankan putranya, karena Chris tidak ingin anaknya nanti tidak mengenal siapa ayahnya. Walaupun sedang terpuruk, masih ada hal yang bisa membuatnya bahagia, yaitu putranya, yang selalu menjadi sahabat setia di kala duka dan derita.

5. My Sister’s Keeper

Film ini menceritakan tentang perjuangan, kasih sayang, dan konflik keluarga keluarga Fitzgerald. Brian Fitzgerald (ayah) dan Sara Fitzgerald (ibu) memilikki dua orang anak bernama Jesse dan Kate Fitzgerald. Awalnya keadaan keluarga mereka baik-baik saja, namun pada saat Kate berusia 2 th, dirinya divonis mengidap leukemia. Mengetahui hal tersebut, semua anggota keluarga berusaha sekuat tenaga untuk bisa menyelamatkan nyawa Kate.

Brian dan Sara akhirnya mengikuti saran dari dokter untuk memiliki anak lagi, yaitu Anna, dimana dia sudah didesain khusus secara genetik untuk bisa menjadi pendonor bagi Kate. Sejak kecil Anna sudah melakoni berbagai macam operasi demi menyumbangkan bagian tubuhnya untuk kakaknya.

Konflik baru muncul ketika Anna menolak untuk mendonorkan ginjalnya, dan bahkan dia berani menuntut orangtuanya sendiri ke pengadilan agar bisa mendapatkan hak kemerdekaan atas tubuhnya sendiri.

Tapi inti dari film ini sendiri, semua keluarga Fitzgerald sangatlah menyayangi satu sama lain. Terutama Kate, yang menderita leukimia. Demi kesembuhan Kate, semuanya rela berkorban, Ayahnya banting tulang bekerja sebagai pemadam kebakaran demi menambung hidup keluarga. Kakaknya selalu berusaha menghibur Kate, walaupun sebenarnya dia sendiri mengidap disleksia. Anna yang sedari kecil tak pernah mengeluh menjalani operasi dan bagian tubuhnya didonorkan untuk Kate.

Dan tentunya sang ibu, yang sampai rela berhenti bekerja sebagai pengacara, berani mencukur gundul rambutnya agar Kate tak lagi merasa malu dan mau untuk pergi keluar, dan apapun dia korbankan agar bisa menyelamatkan putrinya tersebut.

6. Miracle in Cell No. 7

Miracle in Cell No. 7

Miracle in Cell No. 7 via http://montrealgazette.com

Film Miracle in Cell Number 7 adalah salah satu film drama komedi keluarga terlaris di korea selatan. Tak heran, karena film ini menonjolkan cerita antara komedi, persahabatan, dan juga kasih sayang orang tua.

Lee Yong Go adalah seorang ayah yang mengalami keterbelakangan mental, dia memiliki seorang putri cantik dan juga cerdas bernama Ye Sung. Yong Go sangat menyayangi Ye Sung, begitupun sebaliknya. Bagi Yong Go, Ye Sung adalah harta dan permata bagi hidupnya.

Namun karena sebuah tragedi, Yong Go ditahan oleh polisi dan harus mendekam di balik jeruji besi atas tuduhan pemerkosaan dan pembunuhan anak. Dia berada satu sel penjara dengan para penjahat garang namun juga kocak. Karena Yong Go sempat menyelamatkan nyawa ketua geng dalam sel yang dia tempati, akhirnya mereka pun berteman.

Ketua geng tersebut ingin membalas kebaikan Yong Go. Dia pun berjanji akan mengabulka apapun permintaan Yong Go. Ternyata satu-satunya hal yang diinginkan Yong Go hanyalah Ye Sung. Yong Go sangata khawatir pada putrinya, dan dia ingin bertemu dengannya. Namun, Yong Go harus menghadapi kenyataan bahwa dirinya tak bisa terbebas dari kasus pembunuhan dan pemerkosaan yang dituduhkan kepadanya. Yong Go harus menerima vonis hukuman mati.

Walaupun Yong Go adalah seorang yang mengalami gangguan keterbelakangan mental, bahkan dia tak lebih pintar dari anaknya, namun Yong Go punya hati yang sangat tulus. Dia tak pernah lupa dengan putrinya. Walau dia hanya seorang tukang parker, dia berusaha keras agar dia bisa mewujudkan keinginan putrinya. YDengan kondisinya seperti itu, dia mampu bertanggung jawab dan memberikan kasih sayang yang sepantasnya untuk Yesung, putrinya.

 

Setelah menonton film-film ini, mungkin kita akan sedikit tertampar dan tersadar bahwa ternyata orangtua kita telah berkorban banyak untuk kita. Semoga film-film ini bisa jadi pelajaran bagi kita agar terus dan selalu menghargai dan berterima kasih pada orangtua. Dan jangan lupa bersyukur pada Tuhan atas kehadiran orangtuamu dalam hidupmu! Selamat menonton :)