“Jika kamu ingin bepergian dengan cepat maka pergilah sendiri….
Namun, jika kamu ingin bepergian jauh, maka pergilah bersama-sama”

Maka, kira-kira siapa yang bakal kamu ajak untuk bepergian? Karena mungkin ini adalah perjalan yang jauh, maka teman, pasangan, keluarga, tentu ingin kamu ajak ikut serta.... atau malah kamu lebih memilih jalan sendiri?

Sering kita mendengar ada solo backpacker, duo backpacker, trio, kuartet…lha ini grup penyanyi apa backpacker??? Tapi adakah yang tahu apa arti sebenarnya dari istilah-istilah tersebut?

Solo backpacker biasanya adalah para backpacker alias pejalan alias traveller dengan budget seasiknya (baca : seminim budgetnya, kalau bisa lebih minim dari prinsip ekonomi tapi dengan hasil sebaik-baiknya lebih baik dari prinsip ekonomi hahaha), yang bepergian seorang diri (solo), kemanapun! Kalu Duo berarti berdua atau berpasangan, kalau Trio tiga, dan seterusnya..

Mitos mengatakan bahwa backpacker paling santer seantero jagad per-backpackeran adalah para backpacker dari Eropa. Jadi, mungkin bagi yang tinggal di wilayah-wilayah wisata di Indonesia, mungkin sudah biasa melihat bule cakep, idung mancung, mata biru, kulit putih bentol-bentol, bulunya banyak tapi seksi *eh*, berlalu lalang bawa-bawa carrier (Tas punggung) gede kemana-mana, sendirian! Nah itulah solo backpacker…atau kadang ada yang bareng pasangan, tapi jarang yang ramai-ramai.

Ngomong-ngomong backpacker, sebenernya fokus tulisan kali ini sih bukan backpackernya…tapi ‘solo’nya, maksudku…apakah kamu lebih prefer pergi sendiri atau bersama yang lain? Dan lagi-lagi, maksudku… bukan ‘backpacker’nya, tapi ‘jalan-jalan’nya, tidak perlu sampai ala backpacker - yang notabene efisien dengan budget.

Jika kamu travelling, kamu lebih prefer pergi bersama siapa? Okay, Let’s find out who you choose better?

 

1. Dengan sahabat?

Travelling bersama teman

Travelling bersama teman via http://www.wodowaido.com

Pergi travelling bersama teman adalah yang paling mainstream, paling sering dilakukan, dan terbukti paling asyik! Kecuali kalau kamu kebanyakan nonton film Ftv siang-siang dimana liburan bareng teman menjadi bencana seperti di film-film horror Indonesia… hadeeeuuh.

Teman… aku lebih memilih sebutan 'sahabat', adalah orang-orang yang beda pemikiran, beda visi, beda misi, beda sudut pandang, tapi punya satu kegilaan yang mengerti dan menerima kita apa adanya (baca : suka-suka lo!!). Karenanya, seaneh apapun, sahabat bakalan ikutan aneh atau sebaliknya, jadi penasehat yang baik.

Karena itu, aku senang bepergian bersama sahabat, ada yang ngerem kalau mau ngelakuin hal ekstrim gituh…tapi kalau gila, bisa diajak asyik bareng segila-gilanya!

Susah, senang, sedih, bahagia, ngegembel, ngehedon, apapun kalau kita sudah berkomitmen untuk ngejalanin bareng, ya hayuk!

Biasanya traveling bareng sahabat ini banyak spontanitasnya. Tau-tau lupa bawa dompet, tau-tau lupa tempat dimana, tau-tau gak tau harus ngapain lagi, tau-tau lupa dirinya siapa, tapi…tetep asyik! Get lost…tapi barenglah!

Apalagi keuntungan kalau jalan bareng sahabat? Yang asyik adalah pas kulineran, kita bisa mencoba beragam makanan sepuasnya karena bisa sharing sama yang lain. Selain bisa sharing makanan, ga usah repot lagi kan nyari-nyari orang untuk mintain foto karena udah ada sahabat yang setia membantu untuk jadi fotographernya…hehe.

*Ps. Syarat dan ketentuan yang namanya ‘sahabat’ berlaku :p

2. Dengan pasangan.

Travelling bersama pasangan

Travelling bersama pasangan via http://www.wodowaido.com

“Kapan kamu ada waktu? Mau aku ajak untuk melihat indahnya Indonesia!!”

Ehem..yang ini mah gak usah ditanya yah, pasti pada mau? Yekan…masalahnya cuma satu, ada gak?? Kalau ada pun, mau gak? Kalau mau pun, nanti jadi beban gak? Eh engga jadi cuma satu jadinya ya… tapi pokoknya gitu ‘kan? Mikir dulu yang ribet…akhirnya kadang gak jadi.

Kalau anak gunung nih, alias pendaki, punya slogan romantis…

“Ikutlah aku mendaki gunung, maka kau akan tahu sifat asliku…
Ikutlah aku mendaki gunung, maka kau akan tahu seberapa pedulinya…aku menjagamu”

Menurutku, mungkin pernyataan tersebut tidak merujuk hanya untuk para pendaki saja, tetapi juga pejalan. Asal pergi bersama pasangan ke suatu tempat, maka kau mungkin juga bisa tahu bagaimana pasanganmu.

Sebelumnya, pasti setiap orang punya kriteria masing-masing saat memilih pasangan bukan? Meski ada banyak list pasangan idaman….Jangan mengharapkan yang sempurna, karena kekurangan selalu ada, jangan mengharapkan yang lebih baik, karena terkadang, yang sudah ada sudah lebih baik dari siapapun.

Kenalilah pasanganmu dengan berjalan bersampingan dengannya. Pergilah bersama ke suatu tempat, rencanakan bersama, dan jalani bersama. Mungkin akan ada pertengkaran, entah besar atau kecil, tapi jangan lari…travelling kadang bisa jadi solusi terbaik untuk bisa berdiskusi satu dengan yang lain secara intim (jangan mikir macem2, diskusi lho!), karena kadang, kalau lagi di kota dan komunikasi hanya dengan telepon genggam.

Kalau lagi marahan pasti ada aja yang dicuekin nggak ada yang mau kasih penjelasan atau paling nggak saling mendengarkan…lha, curhat.

Balik lagi sama jawaban diatas…bawa pasangan, bakal jadi beban pas travelling gak? Jangan sekali-kali ngeremehin pasangan kamu, percaya dong! Kamu udah milih orang yang bakal menjadi pendamping kamu kan…kalau bisa seumur hidup nanti, jadi percaya sama pilihan kamu, percaya sama pasangan kamu.

Meski nanti kamu bawa cewe manja, anak emol, suka mewek, ga suka ini ga suka itu, ribet banget bawaanya, dan suka pake ligloss dimana-mana, mungkin suatu saat dia berguna…saat kamu lagi menjelajah dan lupa keabisan duit buat beli makan, kali aja alat make-upnya bisa barter sama nasi kucing kan? Hehehehe. Pokoknya, apapun siapapun pasti ada gunanya kok…

Bagi para pria, wanita itu bisa kuat kok buat diajak kemanapun, cuma kadang rapuh di dalam, makanya suka butuh perhatian.

Bagi para wanita, cowok itu bukan suka ‘sok’ kok, mereka berusaha terlihat ‘bisa diandalkan’ buat kamu yang disayanginya, maka appreciatelah usaha mereka. And guys, please be gentle…we are fragile.. woman’s heart are fragile..

3. Dengan ayah, ibu, kakak, adek, tante, om, encang, encing, kakek, nenek, pokoknya keluarga

Travelling bersama Ayah dan Ibu

Travelling bersama Ayah dan Ibu via http://www.wodowaido.com

Bepergian bersama keluarga tentu sangat mengasyikkan (baca : karena dibayarin semua), tinggal duduk rapi di mobil,lapar tinggal minta, kenapa-napa tinggal bilang. Itinerary, alias tempat-tempat dan jadwal dari destinasi yang akan dituju pun biasanya sudah ditentukan, jadi tinggal ikut, makan, foto-foto, tidur, tau-tau nyampe rumah lagi.

Dengan ayah dan ibu saja… bagaimana?

Lebih pasti bakal spesial, kalau cuma sama orang tua deh menurutku.
Kadang galau ‘kan, “gw udah segede ini, belom bisa bikin bokap nyokap bahagia, apa kata dunia persilatan??”…maka, daripada susah-susah, sebenarnya, hal-hal kecil yang tidak pernah kita pikirkan bisa jadi hal yang dapat membahagiakan kedua orang tua kita.

Mereka yang sering mengajak kita jalan-jalan, mereka yang paling sering ngehibur kita kaalu lagi sedih, mereka yang suka mengajak ngobrol kita bahkan sejak kita tidak bisa bicara… mau kan melihat mereka juga tertawa bahagia  ....sebelum terlambat nanti kau terkejar waktu...

Sekali-kali, jangan Cuma ambil tangan orang tua untuk disalami saat mau pergi, ambil tangan mereka, untuk diajak pergi sekalian! Pasti bikin bangga kan, dan jamin kamu pasti ikut terharu saat melihat wajah haru mereka saat kamu ajak pergi bareng ke suatu tempat, kamu yang bayarin!

Kasih pelayanan kelas satu, kasih pemandangan paling indah, kasih tempat yang dimimpikan mereka, dan beri mereka waktu untuk berdua menikmatinya, dan buat lukisan senyum yang indah di wajah mereka….ah, indahnya bau surga.

4. 4. Dengan orang asing…?

Travelling dengan Teman Baru

Travelling dengan Teman Baru via http://www.wodowaido.com

Kamu sudah pernah pergi dengan menggunakan jasa travel organizer, alias ikutan Open trip? Open trip adalah istilah untuk trip/perjalanan gabungan, biasanya dilakukan para travel agent atau travel organizer untuk mengumpulkan peserta (semua bisa gabung meskipun tidak kenal, meskipun kamu sendirian) kemudian pergi ke destinasi wisata yang ditentukan dengan budget yang diberikan (harusnya) sesuai dengan fasilitas. Open trip sangat membantu jika kita nggak mau repot untuk menyiapkan segala sesuatu saat ingin bepergian ke suatu tempat. Masalahnya adalah…apakah kamu bisa terbiasa dengan orang asing?

Open trip biasanya dilakukan sehari, dua hari, bahkan ada yang sampai 7-10 hari (Biasanya sail Komodo, sail Makassar, dan sail ke hatimu….eeaaa), dan itu semua digabung pesertanya, kenal nggak kenal, mau nggak mau, cocok nggak cocok.
Kelebihan traveling bersama orang asing (bukan bule, tapi anggap aja bule termasuk, yang penting asing -gak kenal sebelumnya-) adalah kamu jadi bisa berkenalan dan meluaskan jaringan pertemanan. Keren bukan? Jangan sibuk dengan gadget dengan alasan perluasan pergaulan, bergaullah yang nyata, berinterkasi dengan orang baru dan meluaskan wawasan dan jaringan pertemanan dalam arti sebenarnya.
Berkenalan dan berinterkasi dengan orang baru juga dapat memperluas wawasan dan mengembalikan semangat lho. Sebuah penelitian membuktikan kalau travelling dan mengobrol dengan orang-orang baru merupakan beberapa cara untuk menghilangkan stress.
Selain Open Trip yangsudah disesuaikan budgetnya oleh travel organizer, ada juga Share cost yang budgetnya disesuaikan dengan perjalanan. Hati-hati dalam memilih travel organizer dan juga bijaklah saat ikut-ikutan share cost dengan orang lain.

5. 5. Dengan keluarga kecilmu sendiri…?

Yang ini mau bangeeet!!! Pasti mau banget. Selain udah ‘halal’ sama pasangan (yang pastinya hobinya sama), kalau bisa bawa anak untuk melihat dunia pasti keren banget ‘kan? Bisa memperlihatkan alam dan mengajarkannya untuk menghargai alam sedari dini….aiihh…indah banget, kayaknya..

Yang bagian ini gak bisa panjang-panjang belum ada pengalaman pribadi. Tapi…aku sering berpapasan dengan keluarga kecil,biasanya ibu-ayah dan 2 orang anak naik ke gunung. Sang ayah membawa carrier super gede sementara ibu menggendong si adek dan memegang tangan si kakak dengan membawa carrier kecil yang lain. Jadi iri kadang-kadang…semoga suatu hari bisa seperti itu..amiiiin!!

Belom punya poto, belum bikin soalnya hehehehe....


So, which one do you choose? Menurutku sebenarnya tergantung kebutuhan sih…semuanya punya waktunya sendiri, partner untuk traveling pasti punya peran masing-masing yang tidak bisa digantikan posisinya satu dengan yang lain. Jadi, pilih siapa yang mau kamu ajak dan nikmati indahnya Indonesia~~!!!