Teman : Habis ini ke mana bro?

Kamu : Pulang lah. Ke mana lagi?

Teman : Ya elah. Kupu-kupu (kuliah-pulang, red) amat. Mending nongkrong sama anak-anak.

Kamu : Ng, nggak deh. Gue balik aja.

Teman : Dasar anak rumahan!

Jadi anak rumahan memang sering dianggap cupu dan kurang pergaulan alias ‘kuper’. Malah sering juga dianggap nggak punya teman dan nggak bisa bersosialisasi dengan baik. Beda dengan orang yang selalu punya acara setelah kuliah atau kerja. Predikat gaul dan eksis abis pasti dia sandang.

Memilih untuk menghabiskan besar waktu di rumah memang tergantung kenyamanan seseorang. Meski kamu lebih senang berada di rumah, bukan berarti kamu introvert atau tertutup kok. Tapi karena dia punya alasan-alasan ini yang membuatmu lebih nyaman ngegaul di rumah daripada kelayapan di luar.

1. Rumah adalah tempat ternyaman di dunia. Kalau lapar, tinggal makan. Kalau mau buang air, tinggal ke kamar kecil. Hidup jadi lebih mudah.

rumah adalah tempat paling nyaman via hgd.tumblr.com

Nggak perlu berpikir lama saat kamu ditanya kenapa lebih suka menghabiskan waktu di rumah daripada kelayapan di luar. Jelaslah, selain rumah adalah tempat paling nyaman, di rumah juga ada semuanya. Kalau kamu lapar, tinggal buka lemari makan atau kulkas. Mau ngopi tinggal nyeduh dengan air dispenser, mau buang air kecil tinggal jalan ke kamar mandi. Mau cari hiburan bisa langsung nyalain TV atau nonton film di kamar. Kamu juga bisa tidur di mana aja, mulai dari kamar, ruang keluarga, sampai ruang tamu. Bagimu nggak ada tempat yang lebih nyaman dari rumah.

2. Berada di rumah bukan cuma membuat tubuhmu lebih sehat, tapi kantongmu juga. Di rumah ‘kan nggak perlu keluar uang untuk makan atau ke kamar kecil.

Advertisement

makan tinggal ambil via greatideas.people.com

Saat kamu di luar rumah, kamu pasti bertemu banyak abang-abang. Mulai dari abang gorengan, abang batagor, sampai abang bakso. Lalu kamu tergoda untuk jajan. Bukan berarti makanan yang dijual di luar rumah itu nggak sehat semua, tapi kan kamu nggak tahu gimana makanan itu dibikinnya. Berbeda dengan makanan di rumah yang dimasak sendiri. Kesehatan dan kebersihannya pasti terjamin. Bukan Cuma tubuhmu yang sehat, kantong dan dompetmu juga, karena kamu nggak harus keluar uang buat beli makan dan uang transportasi. Kalau di luar rumah? Duh, kadang mau pipis aja harus bayar.

3. Kadang bertemu dengan banyak orang membuatmu lelah dan nggak nyaman. Rasanya ingin segera pulang…

keramaian bikin nggak nyaman via weheartit.com

Alasan lainnya kenapa kamu lebih suka di rumah adalah, mungkin kamu memang nggak suka keramaian. Di luar rumah, saat berada di lingkungan yang asing dan bertemu dengan banyak orang, terkadang membuatmu lelah sendiri. Harus pasang senyum lebar dan bersikap baik terus-terusan kadang membuatmu nggak nyaman. Rasanya kamu selalu pengin cepat-cepat pulang dan rumahmu yang nyaman selalu terbayang-bayang. Saat kamu sedang ada acara, kamu selalu nggak tahan untuk nggak menghitung berapa jam lagi kamu bisa pulang.

4. Di rumah, kamu nggak harus menjaga sikap. Itulah kenapa kamu lebih suka di rumah karena kamu lebih bebas melakukan apa yang kamu suka.

di rumah bisa bebas suka-suka via xosafehavenxo.tumblr.com

Saat kamu ada di rumah, orang yang kamu temui hanyalah keluargamu. Mereka toh sudah lebih dari paham bagaimana dirimu dan sikapmu. Jadi kamu nggak perlu jaim atau pura-pura jadi orang lain. Di rumahlah kamu bisa bebaaas. Bisa pakai kaos oblong dan celana pendek aja. Nggak harus rapi dan wangi karena kamu nggak harus menjaga kenyamanan orang lain. Selain itu, di rumah kamu juga nggak perlu bersikap siaga seperti saat kamu di tempat umum dan bertemu orang yang kamu nggak tahu dia baik atau jahat. Bersama orang-orang yang kamu kenal, membuatmu merasa lebih aman.

5. Menjadi anak rumahan juga membuatmu punya banyak waktu untuk keluarga. Toh, saat kamu terjatuh nanti, hanya mereka yang sudah pasti ada.

quality time dengan keluarga via www.theatlantic.com

Dengan menjadi anak rumahan, kamu juga punya waktu lebih banyak untuk keluarga. Kamu bisa belajar banyak hal dari ibumu, dan mendapatkan nasihat-nasihat dari Ayahmu. Kamu juga bisa bertengkar atau bercengkrama dengan adik-adikmu. Quality time dengan keluarga adalah hal yang paling kamu suka. Setelah menghabiskan waktu untuk bekerja atau kuliah selama Senin sampai Jumat, kamu ingin sisa waktumu kamu gunakan untuk bersama keluarga karena bagimu keluarga adalah segalanya. Toh, saat kamu terjatuh, mereka lah yang pertama ada.

6. Me-time yang banyak juga bisa kamu dapatkan di rumah. Hal-hal bermanfaat bisa kamu lakukan saat kamu sendirian di kamar

di rumah kamu bisa puas buat me-time via segullah.org

Me-time, atau saat-saat kamu menghabiskan waktu dengan dirimu sendiri adalah hal yang sangat berharga bagimu. Dalam kesendirian itu kamu bisa mengembangkan dirimu dan mendapatkan kenyamananmu sendiri. Di rumah, kamu bisa mengembangkan hobi dan potensimu. Terutama jika hobi dan bakatmu adalah hal-hal yang bisa kamu lakukan sendirian di rumah. Menulis atau melukis misalnya. Bernyanyi juga bisa. Kalau di luar saat pergi ke karaokean dengan teman, kamu mungkin merasa nggak nyaman nyanyi di depan mereka. Kalau di rumah, kan tinggal nyalain keran dan nyanyi di kamar mandi.

7. Saat di luar rumah, kamu nggak berekspektasi untuk bertemu dengan orang-orang yang menyenangkan saja. Orang yang nggak kamu harapkan pun pasti ada.

enakan di rumah, gak ketemu siapa-siapa via www.tumblr.com

Jenis orang di dunia pastinya berbeda-beda. Ada tipe orang yang asyik untuk dijadikan teman, ada juga orang yang selama ini kamu hindari. Ada juga tipe orang yang sebenarnya nggak kamu hindari, tapi kalau bisa memilih mending nggak usah ketemu, misal: sales atau teman yang nawarin MLM. Saat kamu di luar rumah, kemungkinan untuk dicegat orang untuk ditawari barang ini itu selalu saja ada. Kadang kamu merasa nggak enak untuk menolak. Karena itu berada di rumah tetap jadi pilihanmu karena di rumah, potensi bertemu dengan orang-orang yang kamu hindari bisa berkurang. Emosimu pun lebih terjaga.

8. Karena kamu jarang hang out, mungkin temanmu memang nggak banyak. Tapi nggak apa-apa, asal mereka berkualitas semua.

teman dikit nggak apa asal berkualitas via www.pinterest.com

Karena jarang hang out dan lebih sering di rumah, kamu pun dituduh nggak punya teman dan bahkan anti-sosial. Padahal nggak juga. Buktinya kamu juga bisa akrab dengan tetangga-tetangga. Kamu hanya merasa lebih nyaman berada di rumah dan bersama orang-orang yang kamu kenal. Soal teman, yah bolehlah dibilang temanmu memang nggak sebanyak mereka yang hobi hang out dan kelayapan di luar. Tapi kamu sih nggak masalah punya teman sedikit tapi berkualitas, daripada banyak teman, tapi ilang-ilangan. Hehe.

Nggak ada salahnya menjadi anak rumahan. Nggak ada salahnya juga kamu yang selama ini jadi anak rumahan, ingin mencoba untuk keluar rumah dan lebih aktif bergaul lagi. Semua itu tergantung kenyamanan saja karena masing-masing orang memiliki zona nyamannya sendiri-sendiri. Lagipula apa salahnya, toh berada di rumah juga tetap bisa membuat potensimu berkembang 🙂