Masih ingatkah kamu dengan tetralogi Laskar Pelangi? Novel empat seri karya Andrea Hirata tiga di antaranya sudah diangkat ke layar kaca. Mengisahkan tentang hidup anak-anak pedalaman di Belitong yang miskin, lugu, udik, namun selalu punya nyali untuk bermimpi. Mimpi yang akhirnya membawa Ikal dan Arai, saudara sepupu yang sama udiknya, menempuh pendidikan di Sorborne University dan keliling Eropa dan Asia.

Olahan kata dari Andrea Hirata ini bisa menggambarkan kehidupan Belitong yang sesungguhnya, bagaimana kemiskinan tidak menghalangi mereka untuk selalu bahagia. Mereka mengobati kesedihan dengan senyum dan merayakan kegagalan dengan tawa. Mereka adalah orang-orang yang tak pernah menyerah oleh keadaan, dan selalu membiarkan imajinasi melampaui kondisi. Ditertawakan dan dianggap pengkhayal kelas atas, tak membuat tekad Arai dan Ikal melupakan mimpinya untuk menjelajahi Eropa.

Untuk menyemangatimu yang sedang berjuang keras, Hipwee sudah menghimpun quote-quote dari Pak cik Andrea Hirata. Semoga akan membuatmu semakin tegar mengarungi dunia.

1. Semuanya berawal dari cita-cita. Tanpa cita-cita, kita hanya akan terombang-ambing oleh keadaan dan tidak akan tahu hendak ke mana

2. Begitulah kita semua. Sering membuat masalah sendiri, panik sendiri, dan mencari solusi sendiri. Namun apapun yang terjadi, jangan lupa tertawa

3. Dunia ada dalam genggaman para pemimpi. Imajinasi mereka yang tanpa batas, menciptakan kemungkinan-kemungkinan dalam ketidakmungkinan. Kamu yang berani bermimpi, sudah punya satu modal untuk menghadapi kejamnya kehidupan

4. Bukankah ini yang sering kita alami? Menemukan banyak teman untuk diajak tertawa, namun semuanya menghilang ketika kamu bersedih dan menangis. Karena itu, tertawa saja!

5. Meskipun kita tidak punya apa-apa lagi, kita masih punya mimpi. Sebab mimpi adalah satu-satunya yang tak perlu dan tak bisa dibeli dengan uang. Mimpi itu, tersimpan aman dalam benak, menunggu untuk diwujudkan

6. Cinta terkadang memang membingungkan. Kehadirannya dan kepergiannya tak pernah bisa diperhitungkan. Namun bukankah justru itu yang membuat candu hingga semua orang mabuk kepayang?

7. Barangkali cinta adalah sihir yang bisa membuat orang melakukan apa saja. Yang baik jadi jahat, yang jahat jadi baik. Yang waras jadi gila, yang gila jadi waras. Kamu termasuk yang mana?

8. Cinta memang hanya punya dua kemungkinan: bertepuk sebelah tangan atau bertepuk tangan. Mengalami salah satunya itu hal biasa, karena memang begitulah dunia

9. Yang paling cantik dan yang paling tampan belum tentu yang paling bahagia. Standar dunia yang serba ganda memang melelahkan. Hidup kita, dijalani oleh kita, jadi nikmati saja. Karena orang lain tidak tahu apa-apa

10. Apapun keadaan kita saat itu, itu bukahlah keadaan yang mutlak dan kekal. Karena kita manusia, bukan pohon yang tak bisa bergerak. Kita selalu punya kesempatan untuk bisa mengubahnya, menjadi seperti apa yang kita inginkan, asalkan ada kemauan

11. Namun mimpi saja tak pernah cukup. Karena tanpa usaha untuk mewujudkannya, selamanya mimpi hanya tinggal di angan-angan.

12. Hidup itu memang berat, jenderal. Tapi kegagalan, diremehkan, dan disepelekan, seharusnya tidak menjadi halangan untuk tetap melangkah ke puncak tertinggi. Kelak ketika sampai di atas, menatap ke bawah kamu akan sangat mensyukuri apa yang telah kamu perjuangkan

13. Hidup adalah ruang di antara ketiadaan. Setiap detiknya dihitung dan dikurangi dari jatah yang kita miliki. Menyia-nyiakan setiap detik untuk hal-hal yang tak berguna tentu membuatmu rugi sendiri. Sebab, perhitungan Tuhan tentu tidak pernah salah ataupun diulang

14. Baik dan buruk semua ada akibatnya. Kegagalan adalah hal biasa. Bukan berarti kamu gagal selamanya, melainkan Tuhan sedang menunggu waktu yang tepat untuk mengabulkan apa yang kamu inginkan

15. Karena kerja Tuhan tidak boleh diramal, satu-satunya yang bisa kita lakukan adalah berusaha. Hasilnya, kita tunggu saja

Tak perlu taku untuk bercita-cita tinggi, dan tak usah gentar saat orang menyuruhmu berhenti berkhayal. Sementara itu, jangan lupa untuk tertawa. Karena tawa adalah senjata akhir untuk menghadapi masalah. Saat otak terasa buntu dan masalah tak berkesudahan, tertawa saja dulu. Itu akan membuatmu bisa berpikir lebih jernih dan santai dalam menghadapi banyak hal. Mimpi dan tawa, adalah modal yang harus kita punya agar bisa tetap tegar seperti karang di samudera.

Banyak hal yang bisa kita petik pelajaran dari tetralogi ini. Terutama satu hal: segalanya berawal dari mimpi.

Suka artikel ini? Yuk follow Hipwee di mig.me!