Hujan, di sini aku berpikir tentangmu!

Hujan. Tataplah dan cobalah tuk rasakan

Hujan. Sedikit tak masalah, sangat tidak. Bahkan ketika seperti itu kau dapat menciptakan sepercik senyuman di wajah, kau dapat meneduhkan hati dan kau dapat memberi arti dari suatu kesepian.

Hujan. Butiran-butiran air yang jatuh dan tak terhitung jumlahnya memiliki sejuta makna bagiku

Hujan. Kau yang seperti inilah yang kuinginkan, tanpa kata, tanpa bicara, tanpa ekspresi, dan tanpa ocehan panjang. Namun dengan penuh makna tersirat, kau dapat memberi ketenangan di tengah bisingnya hari dan kelamnya malam.

Advertisement

Terkadang dalam pikiranku hanya ada kau, kuhabiskan waktu untuk juga memahamimu. Seakan tak ingin berlalu, kurasakan kau berputar-putar di atas sini. Kutunggu hadirmu di setiap senja, semua tahu bahwa itulah saat paling sempurna untukmu. Aku ingin dibasahi oleh setiap butir-butir kecil lembutmu, dinginmu dan suaramu yang selalu memenangkan keramaian rumahku.

Hujan. Bagiku kau bukan sekedar hujan, kaulah yang menyimpan rinduku tentangnya

Lebih dari itu kaulah yang menyimpan sejuta kerinduan di hatiku, sejuta rasa yang tak tersampaikan dan juga sejuta kesalahan yang pernah kulakukan. Tak satupun yang tahu ini karena aku menyimpannya dengan sangat rapi, biarlah hanya aku yang tahu ini. Selebihnya, akan hanya menyebabkan rasa ini semakin mendalam. Terkadang di sudut ruangan inilah aku merenung betapa dalamnya rindu ini untuknya. Masih kuiingat jelas setiap tatapan yang dia arahkan padaku seakan tak peduli berapa hal penting yang sudah terlewatkan, hingga waktu terus berjalan, tatapan itu masih sama. Meski ada mereka yang sempat singgah mengalihkan hatiku, namun disini tetaplah kau yang kunanti.

Hujan. Aku bahkan merasa terlampau sangat banyak bicara!

Oh, kurasa aku sudah terlampau banyak bicara, sebaiknya cukup disini, hujan. Aku bahkan telah lupa mengapa aku menulis, ya aku sungguh ingin mengatakan bahwa kau adalah sesuatu di hidupku yang tak dapat diungkapkan dengan kata dan juga dengan tulisan.

Namun, ketahuilah dalam secarik kertas selalu kutuliskan namamu agar kau tahu kau berarti bagiku. Kebanyakan dari mereka membenci hadirmu dan membenci setiap butir kecil lembutmu dengan beribu alasan yang tak pantas di dengar oleh mu.

Hujan, jangan pernah lelah untuk datang.

Jangan pernah lelah untuk datang, jangan pernah lelah untuk menemani senja sepiku dan jangan pernah lelah untuk mengusik rindu lamaku. Karena di sini, di sudut kamarku, kau kunanti untuk berbagi rasaku tentangnya, berbagi tentang masa lalu yang takkan pernah kuhapus karena kaulah yang paling mengerti aku. Ingatlah hujan, jangan terlalu cepat untuk berlalu karena waktu takkan cukup untuk aku mengenangnya denganmu.

Hujan. Padamu yang tanpa kusadari telah menjadi tempatku mencurahkan hati.

Meski punya banyak teman tapi takkan dapat menjamin ada seorang diantara mereka yang dapat mengerti hatimu. Namun, seperti yang sudah kukatakan senjaku dan hujanku telah memecah kesepianku, aku tak butuh mereka yang banyak, aku tak butuh mereka yang tak mengerti kesendirianku. Aku kini telah menemukanmu, sang pengobat sepi dan sang pelipur lara lamaku. Padamu hujanku, padamu temanku, tanpa kusadari kau telah menjadi tempatku mencurahkan hati. Padamu hujanku, telah berapa banyak yang kau ketahui tentangku ataupun tentangnya yang telah kuceritakan ?

Hujan. Aku ingin tahu kapan hari itu akan tiba lagi

Kata orang menunggu itu menyebalkan, hahaha oh yah mungkin saja yang ditunggu adalah bukan yang dirindukan, tapi bagiku menunggu hari dimana hujan akan turun punya kesenangan tersendiri. Tak pernah ada kata menyebalkan karena aku tahu saat kau datang rasa rindu itu hilang dalam sekejab. Memang aneh, namun aku percaya hanya aku yang dapat merasakan indahnya menunggumu. Hujan, jawab aku! Aku ingin tahu kapan hari itu akan tiba, ah tidak kurasa kata yang tepat untuk kuucapkan adalah kapan hari kita akan tiba lagi. Sejak sepekan aku tak pernah melihatmu lagi. Apakah kau sudah kembali pada musimmu? Oh tidak, bisakah kau singkirkan itu dari kamus hadirmu?

Hujan. Kuiingin banyak orang tahu kau bisa mendengar, mengerti dan merasakan

Terkadang, kebanyakan dari mereka lebih memilih untuk menghindarimu, bahkan lebih menyakitkan mereka membencimu. Tak bisa kubayangkan jika aku jadi dirimu, setelah semua yang dapat kuberikan tetapi yang tersisa hanyalah jutaan cercaan yang selalu terucap tanpa pikiran dan ucapan terima kasih. Aku bisa bayangkan jika seseorang hidup tanpamu, entah apa yang bisa dilakukan. Mungkin hanyalah kemarahan dan kekesalan yang tak kunjung menemui akhir. Hujan. Jangan pernah lelah untuk datang karena senjaku akan sirna di telan malam dan sepi yang mungkin bisa membunuhku secara perlahan.

Hujan. Terimakasih untuk semuanya, kurasa kaulah yang telah membangunkanku di setiap diam, lelah dan sepiku

Rindu memang adalah suatu hal yang disebabkan oleh kejamnya perpisahan dan waktu. Andai perpisahan dan waktu itu tak pernah hadir, mungkin kini aku tak akan merasakan dalamnya rindu ini. Bukan hanya aku seorang yang telah merasakan pedihnya rindu, mereka juga. Tapi akulah yang paling beruntung karena kini aku tahu harus dengan apa aku mengenangnya dan dengan siapa aku harus mencurahkannya. Terimakasih hujan, segala tentangmu akan kuabadikan bersama dengan kenanganku tentangnya. Terimakasih telah berbagi sepi denganku, kau tak pernah beranjak, kau hadir di hidupku dan kau mengobati sepiku yang mendalam.

Dengan sejuta jarak dan waktu yang membentang ini, hujan.. kumohon sampaikan rindu dan kasihku padanya. Bisikkan cintaku dan rasaku yang kurasa belum terucap hingga malam telah berulang kali menggelapkannya.