Kau, pria-ku yang selama dua tahun ini bertahan meski belum ada ikatan resmi antara kita berdua.

Aku sadar dari awal memang salah, maka sampai akhir pun akan tetap salah. Aku terlibat cerita rumit dengan dirimu tanpa tau bagaimana akhir dari cerita itu. Saat kumulai mempercayaimu dan berfikir kau beda dengan pria lain-nya. Namun lambat laun kepercayaanku kau patahkan hanya dengan seperkian detik.

Hingga keadaan merubah segala-nya. Bukan, bukan keadaan tapi rasa simpati-ku yang mulai luntur. Sulit untuk ku kembali mempercayakan rasa itu padamu.Meski kau meminta diriku untuk selalu percaya padamu.

Dan pertanyaan yang selalu kau lontarkan "Kapan Aku Bisa Percaya Padamu?"

Maka jawaban yang akan aku berikan kelak, pada saat kau mengucapkan ikrar janji suci pada Akad nikah nanti. Dihadapan Allah SWT dan dihadapan para wali kita.