Berulang kali aku membuat air mata itu jatuh dari matamu. Tapi, sesungguhnya di dalam lubuk hatiku, aku teramat mencintaimu Ma… Namun, terkadang aku bingung bagaimana mengutarakannya…

Rasanya sudah terlalu sering aku mengecewakanmu Ma. Entah apa yang selalu saja merasuki jiwa ini ketika harus beradu dengan mu. Perbedaan pendapat yang sering kita alami terkadang membuat kita kehilangan akal, membuat kita saling tak peduli satu sama lain. Disaat kita bersitegang, dalam hati ingin sekali aku berteriak "Cukup! Hentikan! Ini hidupku!". Tapi, itu tak mungkin.

Biarpun kenyataan yang sesungguhnya telah ku ketahui. Engkau bukan wanita yang melahirkanku dari rahimmu. Aku tak pernah menyesali keberadaanku. Aku patut bersyukur dengan memiliki dirimu sejak awal. Ketika yang lain enggan merawatku, tapi jari lembutmu tak sungkan menyentuh dan membelai diriku yang belum mengerti akan kenyataan pahit hidup ini.

Namun, apa daya aku bukanlah manusia yang sempurna. Aku sering lupa dengan apa yang telah kau korbankan untukku. Aku sering lebih memilih teman-teman daripada dirimu. Aku pun sering mendengarkan nasihat orang lain ketimbang nasihat yang teramat suci darimu.

Dibalik setiap ocehanmu, setiap ucapanmu, setiap teguranmu, aku yakin itu semua demi kebaikanku. Aku sering mendengar doa-doamu. Untaikan kata rasa syukur serta permohonanmu, selalu kau selipkan namaku disana. Kau selalu memilih untuk sakit demi diriku yang tak sempurna ini. Apapun rela kau lakukan hanya demi seorang gadis yang bukan darah daging mu.

Advertisement

Mama…

Maafkan aku yang belum bisa menjadi seperti yang kau inginkan. Maafkan aku yang belum bisa membanggakanmu. Maafkan aku yang sering membuatmu tertunduk kecewa. Maafkan aku yang masih saja membiarkan air mata membasahi pipimu yang mulai mengerut.

Jauh dilubuk hatiku, aku teramat menyayangimu Ma. Aku terkadang tak tahu bagaimana mengungkapkannya. Aku sering bingung bagaimana menunjukannya di hadapanmu.

Aku selalu memohon pada Sang Pencipta untuk menjaga dan memberimu kesehatan serta umur panjang yang tak bisa ku berikan padamu. Biarpun aku sering melakukan hal yang membuatmu kecewa, sebenarnya bukan itu yang ku mau. Bukan wajah kusut serta sedih yang ingin ku lihat dari mu. Tapi, aku sangat ingin melihat wajahmu yang begitu berbinar ketika menatapku. Aku ingin membuat senyuman bangga tersungging di bibirmu.

Ma, aku akan berusaha. Berusaha merubah setiap kekurangan yang ku miliki ini. Berusaha mengerti dirimu dan keinginanmu selama ini. Aku akan berusaha membuatmu lebih bahagia dari sebelumnya. Aku tak ingin lagi mengecewakan setiap kerja keras yang telah kau lakukan untuk ku. Sekarang, giliran aku yang bekerja keras demi kehidupanmu Ma…

Karena aku teramat mencintai dan mengasihimu…