Sebagai seorang manusia yang telah beranjak dari masa remaja menuju masa lebih dewasa. Tentu kita telah mengenal apa yang disebut rasa cinta. Bahkan kita mungkin sudah mengenalinya saat masa remaja dulu. Kita telah mengenalnya, dan sekarang kita sedang mencoba memahaminya.

Saat mulai ada kata baru yang sering kita fikirkan, yaitu kata jodoh. Hal itu karena kata cinta itu akan bermuara pada kata jodoh ketika seseorang itu sudah serius untuk mendapatkan dan memberikan cintanya untuk seseorang.

Banyak cara dan usaha seseorang untuk menemukan jodohnya. Ada yang berusaha menemukan jodohnya dengan mendapatkan pacar. Mereka ini adalah orang yang menggap bahwa pacaran adalah cara untuk mendapatkan cinta seseorang terlebih dahulu sebelum ia mengajaknya menikah.

Dengan alasan bahwa pacaran memberikan kemudahan untuk mengerti perasaan dan kepribadian seseorang kala menjalin ikatan. Hingga tak dipungkiri bahwa pacaran dianggap sebagai masa penjajakkan pasangan. Jika tak sesuai maka putus saja, daripada diteruskan malah tidak bahagia. Jika tak bahagia ganti saja, jika berlanjut tentu tak akan merasa nyaman.

Seperti itulah kiranya, ya jadinya seseorang itu kerap berganti-ganti pacar dengan alasan ketidakcocokkan atau merasa si dia kurang tepat untuk dipertahankan. Jadinya seolah pacaran adalah seperti ajang coba-coba untuk merasakan dan menemukan cinta.

Advertisement

Kadang kala kita yang tak mempunyai pacar merasa iri dengan teman kita yang punya pacar. Kemana-mana bersama berdua, sedangkan kita sendiri saja. Setiap hari ada yang memperhatikan, rasanya kita juga ingin seperti mereka yang dapat perhatian dari seseorang. Setiap waktu dapatkan perhatian yang seolah nampak berupa kasih sayang.

Oh rasanya kita begitu ingin seperti mereka. Melakukan dan mengerjakan sesuatu ada yang nemenin. Hingga sering kali kita pun bertingkah unik, yaitu dengan bergaya dan berdandan semenarik mungkin berharap ada sosok yang tertarik dengan kita untuk menjadikan kita pacarnya. Kita begitu iri hingga kita sering berfikir dan bertanya,

“Ah kapan gue bisa seperti itu ya? Kapan ada yang sayangi gue?”.

Seolah saat kita tak punya pacar itu rasanya seperti tak kebagian jodoh. Padahal sejatinya pacar itu bukan jodoh. Pacar itu ya pacar, jodoh itu ya suami atau istri kita kelak.

Sering kali kita pun berharap, kapan ya kita punya pacar. Seolah berdoa pada Tuhan untuk mengirimkan seseorang yang bisa kita jadikan pacar. Kita iri dengan mereka yang sayang-sayangan. Mereka yang bermesraan dengan saling panggil ayang-beb, cayang-cinta, mami-papi, mamah-papah atau yang bilang dengan mesra kanda-dinda. Hingga kadang ada yang menganggap kita saat tak punya pacar itu seperti orang yang tak bisa menemukan jodoh. Ya rasanya ingin berteriak,

“Kapan cintaku datang ya Allah? Aku ingin segera menemukannya? Aku ingin segera bertemu dengannya”.

Yaelah, kita lupa bahwa Tuhan telah menggariskan jodoh kita dengan sangat akuratnya. Tetapi yang namanya manusia memang tak salah jika pernah merasa khawatir tentang jodohnya. Ya sebagai manusia kita memang harus berusaha, berusaha menemukan jodoh kita. Karena jodoh tentu tak akan jatuh dari langit di malam hari saat kita melamun. Atau tiba-tiba datang disamping kita saat kita berdoa. Kan aneh tiba-tiba datang seseorang kepada kita dan langsung bilang bahwa ia adalah jodohmu.

Mungkin kita justru menganggap ia adalah orang yang tak waras. Ya, usaha untuk menemukan jodoh yang sangat baik adalah dengan memantaskan diri kita menjadi lebih baik. Tentu barang yang bernilai bagus akan dibeli mahal, dan dipatkan orang yang berkelas. Sedangkan barang yang diobral akan dibeli dengan murah, didapatkan orang yang biasa saja.

Jodoh itu pasti akan datang, itu lah faktanya. Kita pasti akan menemukannya, dan kita pasti akan menikah dengannya. Pertanyaannya, kapan dia datang dan siapakah dia. Jawabannya adalah tentu Allah yang tahu, namun kita lah yang akan menemukannya. Tentu bukan suatu yang sulit bagi Tuhan untuk meniupkan benih-benih cinta bagi seseorang untuk mencintai kita dan juga sebaliknya.

Kita tak usah begitu gelisah jika tak punya pacar, atau tak perlu cemas jika dipameri pacar baru oleh teman kita. Nanti juga kita akan dapatkan cinta seseorang.

Kita pun perlu hati-hati dimasa sekarang ini. Lihatlah banyak orang yang berpacaran namun tak punya niatan untuk serius. Ya mereka hanya sekedar cinta-cintaan, sekedar punya gandengan untuk bermesraan. Hingga putus nyambung dan ganti-ganti pasangan itu adalah hal biasa bagi mereka. Karena mereka tak begitu memikirkan jodoh, bagi mereka pacar ya just having fun. Seperti ini nih yang bahaya dan merugikan orang-orang yang benar-benar mencintai.

Orang-orang yang tulus mencintai bakal tersakiti, karena cinta mereka adalah sebagai wahana bermain saja. Kita tak boleh mudah terayu oleh gombalan manis seseorang saja, cinta yang berkesan itu tentu datang dengan berbagai perjuangan.

Kita yang mencoba menemukan jodoh dengan pacaran. Pasti kita pernah patah hati, karena akhirnya kita putus dengan seseorang. Kita jadi bertanya-tanya, kenapa sih harus pisah padahal sudah saling menyayangi. Kita jadi galau sedih karena tak jadi bersanding dengannya.

Entah karena merasa tidak bisa dipertahankan dengan berbagai masalah, atau ternyata si dia yang mempermainkan kita. Kita jadi bingung dan sedih, siapa sebenarnya jodoh kita itu. Sebenarnya Allah itu telah memberikan jodoh yang tepat pada kita, namun kita saja yang sering kali menyambutnya dengan cara yang tidak tepat. Sehingga justru kita yang sering sakit hati.

Kita tentu bisa menyadari, bahwa berganti-ganti jadian putus dengan seseorang itulah sebenarnya yang membuat kita sering menangisi pedihnya hati. Maka kita perlu hati-hati dalam mencintai seseorang. Biarlah jodoh datang entah kapan, tetapi pasti ia akan didatangkan Tuhan untuk kita. Kita hanya berdoa dan berusaha, semoga sosok yang kita harapkan dan kita sayangi akan menjadi jodoh kita.