Mampu mencapai kemapanan finansial jadi harapan banyak orang di dunia, tidak terkecuali anak muda Indonesia. Bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari tanpa kesusahan, mampu membahagiakan orang-orang di sekitar, kesempatan berbagi dengan mereka yang membutuhkan jadi alasan kenapa mapan secara finansial masih tetap dianggap sebagai sebuah pencapaian.

Tapi sayang, masih banyak orang merasa keberhasilan finansial bisa datang tanpa harus melewati kerja keras. Satu yang orang sering lupa, keajaiban hanya datang selepas kerja yang menguras tenaga. Salah satu upaya yang bisa kamu lakukan agar kesuksesan semakin dekat adalah dengan menghindari kebiasaan pagi yang tanpa sadar membuatmu tetap miskin. Mau tahu apa saja kebiasaan pagi yang ternyata berbahaya?

1. Enggan Bangun dan Memilih Memencet Tombol Snooze

Terbiasa memencet snooze via pt.wikihow.com

Tombol snooze yang ada di alarm elektronik sering tergoda dipencet saat ia berdering dengan lantang demi membangunkan kita di pagi hari. Rasanya snooze adalah jalan termudah untuk mendapatkan waktu tidur sedikit lebih lama lagi. Tapi tahukah kamu, bahwa tombol snooze itu sebenarnya jahat?

Saat memencet tombol snooze demi mendapatkan waktu tidur yang lebih panjang sebenarnya tubuhmu kehilangan ritme alaminya untuk terbangun. Kamu akan kembali ke dalam siklus tidur yang justru membuat tubuhmu makin lemas dan tidak siap bangkit dari tempat tidur. Dampaknya, harimu akan dimulai dengan diliputi rasa ogah-ogahan.

2. Membebani Diri Dengan To-Do Lists yang Menumpuk

Advertisement

Membebani diri dengan to do lists yang menumpuk via i.huffpost.com

Dengan alasan ingin menjalani hari yang produktif, kita sering membebani diri dengan setumpuk hal yang harus dikerjakan. Tidak jarang akhirnya kamu membuat daftar hal yang harus diselesaikan dengan tidak masuk akal. Lupa memperhitungkan kemampuan dan alokasi waktumu.

Gagal menciptakan to do lists yang profesional sama saja dengan sedang merencanakan kegagalan. Dampak dari kebiasaan ini juga tidak main-main buruknya. Saat kamu gagal memenuhi kewajiban yang sudah kamu canangkan sendiri hari itu, akan muncul rasa tidak percaya diri dan muncul rasa kecewa atas kinerja yang kurang begitu prima.

Bukan tidak mungkin hal ini bisa menghambatmu untuk menyelesaikan tugas-tugas lain yang masih menanti. Akhirnya, karena satu tugas gagal selesai tugas lain pun terbengkalai.

3. Terbiasa Mengecek Surel di Awal Hari

Mengecek surel di awal hari via i.huffpost.com

Mengecek surel (e-mail) kerap jadi agenda kebanyakan orang demi memulai hari. Pesan yang belum terbaca di hari sebelumnya rasanya harus segera dibalas dan dibaca. Namun tahukah kamu, hal ini justru bisa berpengaruh buruk pada kinerjamu sepanjang hari?

Membuka dan membalas surel di awal hari sama saja dengan menyia-nyiakan kemampuan dan waktu terbaikmu. Tajamnya otak dan banyaknya energi yang kamu miliki di awal hari harus dimanfaatkan untuk mengerjakan hal yang lebih penting.

Membalas pesan elektronik bisa menunggu nanti. Luapan energi di awal hari sepatutnya tidak kamu sia-siakan.

4. Menyiapkan Keperluan Untuk Hari Itu Dengan Terburu-Buru

Terburu-buru menyiapkan kebutuhan untuk hari itu via myhumorspot.com

Tidak jarang kamu tergopoh-gopoh menyiapkan keperluan hari itu di pagi hari, karena terlalu malas untuk mulai menata segalanya semalam sebelumnya. Dokumen pekerjaan belum disiapkan, baju belum dipilih, tugas kampus bahkan belum selesai dikerjakan. Dampaknya, kamu memulai hari dengan rasa cemas dan terburu-buru.

Tidak ada salahnya mempersiapkan pakaian dan berbagai dokumen yang kamu perlukan sesaat sebelum tidur. Hal ini akan membantumu menghemat waktu pada pagi hari yang dipenuhi rasa buru-buru karena harus segera berangkat.

Jika hal-hal yang kamu butuhkan sudah tersedia, kamu bisa memulai hari dengan lebih rileks. Kamu bisa mempersiapkan sarapan atau membaca surat kabar dulu sesaat sebelum berangkat. Otak yang tenang akan membuatmu lebih siap menghadapi tantangan di hari tersebut.

5. Melewatkan Ritual Ibadah Pagi

Melewatkan ibadah pagi via myhumorspot.com

Kesuksesan dan keberhasilan finansial bukan semata soal upaya fisik saja. Ada kekuatan besar lain di luar sana yang bisa membantumu untuk meraihnya. Tuhan, semesta, atau sang Maha — apapun sebutanmu padaNya, Dialah yang punya kekuatan untuk mewujudkan semua impian. Sayang. terkadang kita terlalu jumawa untuk memohon bantuannya.

Kita sering dengan ringan meninggalkan ritual ibadah pagi. Memulai hari tanpa rasa syukur dan kegiatan sederhana yang menunjukkan rasa berserah diri. Padahal tahukah kamu, ibadah pagi adalah pintu pembuka rejeki? Jika kita dengan mudah melupakan Sang Pemberi Kemakmuran, kenapa Dia harus mengingat dan mewujudkan mimpi-mimpi kita?

6. Enggan Datang Lebih Awal Ke Tempat Aktivitas

Tidak punya waktu cadangan sebelum memulai aktivias via everydayieattoasties.tumblr.com

Datang terlalu mepet waktu bisa jadi bumerang bagi kesuksesanmu hari itu. Memang sih, kamu tidak terlambat. Namun, tidak punya waktu untuk sekedar menghela nafas dan menyiapkan otak sebelum mulai beraktivitas bisa membawa dampak buruk. Waktu kosong sebelum beraktivitas sangat penting untuk membuat otakmu rileks dan cukup punya waktu untuk bertransisi dari mode macet perjalanan ke mode siap bekerja.

ka jam kantormu mulai jam 9 pagi, jangan biarkan dirimu datang jam 9 tepat. Berikan waktu tenggang 30 menit untuk datang lebih awal. Waktu 30 menit lebih awal ini juga bisa digunakan untuk bersosialisasi dengan rekan kerja atau teman kampus tanpa harus mengganggu aktivitasmu yang sesungguhnya. 30 menit di awal waktu ini akan sangat bermanfaat bagi keberlangsungan produktivitas harimu.

7. Meninggalkan Rumah dengan Tumpukan Masalah dan Rasa Marah

Jangan pernah tinggalkan rumah dengan rasa marah via potretwanitaindo.blogspot.com

Jangan pernah meninggalkan rumah dan orang-orang terdekatmu dengan masalah yang belum selesai. Hindari kemarahan dan cekcok dengan orang-orang terkasih di awal hari. Kemarahan adalah energi yang sangat buruk, ia bisa mempengaruhimu dalam waktu panjang. Sebisa mungkin jangan biarkan dirimu terkukung perasaan ini selepas melangkahkan kaki keluar dari rumah.

Alih-alih saling berbalas cemoohan dan bentakan, kenapa tidak duduk bersama dan berbagi energi positif untuk menyemangati satu sama lain? Bukankah itu fungsi dari rasa bahu membahu yang bisa diberikan antara sesama anggota keluarga?

Dari 7 kebiasaan tadi, adakah yang sudah mendarah daging dalam dirimu? Jika jawabnya “Iya” sementara kamu masih ingin mendapatkan kesuksesan finansial yang diharapkan, inilah saat paling tepat untuk mulai menyingkirkannya.