Kanker Payudara diketahui sebagai salah jenis kanker yang merupakan pembunuh nomor dua setelah kanker leher rahim (kanker serviks). Kanker ini nggak hanya mengintai kaum hawa, tapi juga kaum pria (meskipun kasusnya terbilang jarang). Kamu wajib waspada karena kanker ini ternyata lebih agresif berkembang pada wanita di usia muda.

But keep calm, Girls! Karena ternyata ada cara untuk mendeteksi dini jenis kanker yang satu ini, yakni dengan SADARI (pemeriksaan payudara sendiri). Hipwee Tips pandu untuk langkah demi langkahnya, yuk!

Menurut data di tahun 2012, setidaknya dari 100.000 penduduk Indonesia ditemukan 40 kasus kanker payudara. Waduh!

Waspada kanker payudara! via www.huffingtonpost.co.uk

Data tersebut berdasarkan WHO (World Health Organization). Data yang cukup bikin beberapa wanita bergidik ngeri. Kanker payudara terdiri dari 2 jenis, yakni invasif dan non invasif. Kanker payudara invasif bisa menyebar hingga ke organ lain, di mana penyebarannya bisa melalui kelenjar getah bening atau aliran darah.

Sementara kanker payudara non invasif lantaran jarang menimbulkan benjolan, baru bisa terdeteksi dengan mamografi. Kanker non invasif juga tergolong jinak.

Penyebab utama dari kanker ini belum diketahui pasti, yang baru diketahui adalah faktor pemicunya

Advertisement

Gaya hidup yang nggak sehat, jadi faktor pemicunya. via www.dailytelegraph.com.au

Menstruasi terlalu dini, baru punya anak pertama di usia 30 tahun, hingga menopause di usia yang terlalu lanjut, adalah beberapa hal yang diperkirakan menjadi pemicu timbulnya kanker payudara. Nggak hanya itu, stres juga jadi salah satu faktor yang memicu kanker payudara. Belum lagi pola makan yang nggak sehat serta tidur yang nggak teratur, juga mendekatkan seseorang dari resiko terkena kanker payudara.

Kalau kamu kebetulan menemukan gejala-gejala berikut ini, baiknya kamu segera konsultasikan ke dokter!

Segera konsultasi ke dokter jika menemukan tanda-tanda ini. via evaigeren.blogspot.com

1. Adanya benjolan permanen yang nggak terasa sakit dan terasa keras saat disentuh;

2. Penebalan pada kulit payudara atau di area ketiak;

3. Payudaramu mengalami perubahan ukuran dan bentuk;

4. Kulit payudara berkerut;

5. Keluar cairan berupa darah; hingga

6. Terasa adanya tarikan pada puting susu.

Itu adalah gejala-gejala yang tampak dan bisa kamu rasakan sebagai gambaran awal munculnya kanker payudara. Jika sebagian besar gejala tadi kamu rasakan, tak ada salahnya kamu segera periksakan ke dokter, ya.

Bahwa kanker payudara hanya terjadi di usia lanjut hanyalah mitos, faktanya justru sebaliknya

Kanker payudara mengintai wanita muda. via www.ahchealthenews.com

50% wanita yang terkena payudara, berada di rentang usia 25 – 50 tahun. Bahkan saat ini kanker payudara diketahui banyak ditemukan pada wanita muda dengan rentang usia 20-an. Yang mengerikannya lagi, kamu layak tahu kalau perkembangan kanker pada penderita wanita berusia muda jauh lebih agresif ketimbang pada penderita wanita berusia lanjut. Karenanya angka harapan hidup pada penderita di usia muda lebih rendah.

Guys, kamu juga wajib waspada dengan kanker payudara karena ini juga mengintai kaum pria

Kanker payudara pun mengancam kaum pria. via www.dw.com

Yup, meskipun kasus kanker payudara pada pria tergolong jarang ditemukan, baiknya informasi tentang kanker satu ini layak kamu tahu. Kanker payudara bisa menyerang pria pada umur 60 70 tahun.

Gejala kanker payudara pada pria diantaranya: benjolan di payudara, puting berdarah, rasa lelah dan lemah, gangguan fungsi tubuh, serta hilangnya berat badan dan nafsu makan. Secara garis besar, gejalanya hampir sama dengan yang terjadi pada wanita.

FYI, setidaknya 600 pria didiagnosa terkena kanker payudara di Jerman. Yawla 🙁

Rutinkan diri untuk SADARI (pemeriksaan payudara sendiri) sebagai upaya untuk deteksi dini penyakit ini

Rutinkan diri untuk sadari ya! via www.womenshealthmag.com

Sadari baiknya dilakukan 7 10 hari setelah menstruasi setiap bulannya. Caranya adalah sebagai berikut:

  1. Berdirilah di depan cermin dalam keadaan pakaian yang terbuka dari pinggang ke atas dan pastikan pencahayaan ruangan baik.
  2. Perhatikan payudaramu, sebab kebanyakan wanita nggak memiliki ukuran payudara yang sama, biasanya payudara kanan lebih besar atau lebih kecil.
  3. Setelah itu taruh lengan di samping tubuh, perhatikan deh bentuk, ukuran, dan apakah ada perubahan seperti permukaan dan warna kulit, serta bentuk puting payudara.
  4. Kemudian letakkan tanganmu pada pinggang dan tekan kuat-kuat, sambil perhatikan payudaramu dari kiri ke kanan juga sebaliknya.
  5. Selanjutnya, membungkuklah di depan cermin, hingga payudaramu terjulur ke bawah. Perhatikan dan raba untuk mengetahui apakah ada perubahan tertentu pada payudaramu.
  6. Tautkan tanganmu di belakang kepala untuk kemudian tekan ke dalam. Periksalah kedua payudaramu, termasuk di bagian bawah.
  7. Periksa apakah ada cairan yang keluar dari putingmu. Tekan secara perlahan area puting payudaramu dengan menggunakan jari telunjuk dan jempolmu. Perhatikan, apakah ada cairan yang keluar dari puting? Ulangi deh pada payudara yang lain.

Cara ini diyakini cukup efektif untuk pendeteksian sejak dini.

Untuk lebih jelasnya, bisa kamu lihat di video berikut ini.

Menerapkan pola hidup sehat dan berpikiran positif tetap jadi yang utama. Ini bisa mencegah datangnya berbagai penyakit, meskipun sederhana

Konsumsi makanan yang sehat. via abouthealthyfoodguide.blogspot.com

Memang, penyebab pasti dari kanker ini belum diketahui. Akan tetapi, kamu bisa mencegah dari resiko terkena kanker payudara dengan menerapkan pola hidup sehat. Olahraga rutin (cukup 45 menit/hari, makan dan tidur teratur, konsumsi makanan dan minuman sehat, hindari rokok, alkohol, dan stres.

So, buat kamu para wanita, baiknya membiasakan diri untuk ‘sadari’ setelah menstruasi. Deteksi dini memungkinkan penderita kanker payudara untuk sembuh lebih besar. Masih sayang sama diri sendiri ‘kan?