Halo! Setelah kemarin Hipwee menyajikan daftar pilihan kuliner dari Pekalongan, rasanya kurang total jika tidak memberikan daftar pilihan destinasi wisata alamnya. Nah, kini saatnya bagi teman-teman untuk menyimak baik-baik daftar berikut ini. Tak hanya terkenal dengan nasi megono dan pantainya, Pekalongan juga memiliki wisata alam alternatif yang wajib untuk dikunjungi.

Sungguh, semua tempat di bawah ini tak kalah dengan lokasi wisata populer yang jamak dibagikan di sosial media. Ah sudahlah, tak usah berlama-lama. Yuk kıta berimajinasi bersama dengan apa yang tersaji di bawah ini!

1. Bukit Pawuluhan dapat memberikanmu sensasi ketinggian yang menawan. Titik yang tepat untuk menyegarkan pikiran di akhir pekan.

Dari ketinggian kunikamti keindahan Tuhan via instapekalongan.tumblr.com

Gunung ini terletak di Desa Gembong, Kecamatan Kandangserang, Kabupaten Pekalongan. Orang kerap menyebutkan bahwa kita dapat melihat golden sunrise di bukit pawuluhan. Jalur pendakiannya cukup mudah dan tidak perlu menggunakan peralatan profesional. Perjalan dari desa terdekat ke puncak bukit hanyalah dalam kisaran waktu 2 jam berjalan kaki. Dari puncak, kita dapat melihat jajaran perbukitan di sekitar wilayah pekalongan yang sebesarnya daerah pesisir namun beberapa wilayahnya tetap dataran tinggi. Jarak tempuh dari pusat kota pekalongan ke bukit pawuluhan kurang lebih 3 jam perjalanan darat menuju ke kecamatan kandangserang. Ohya, karena medan yang cukup sulit, jalur ke bukit pawuluhan hanya bisa ditempuh dengan kendaraan bermotor.

2. Inilah yang teranyar dari pekalongan. Wisata Mangrove yang memberikan pelajaran betapa pentingnya konservasi sebuah kawasan.

Serasa di pedalaman kalimantan via www.wego.co.id

Advertisement

Kawasan pantai pasir kencana pekalongan mengalami abrasi yang luar biasa parah hingga menggeser wilaya daratan dan kerap menyebabkan rob di daerah sekitar pantai. Kondisi ini mendorong pemerintah untuk membangun wilayah konservasi. Lalu dibuatlah taman mangrove untuk menahan air laut. Di sini, wisatawan dapat menikmati pendidikan konservasi sembari naik kapal boat ukuran sedang dengan tarif 10.ooo per orang. Di taman ini terdapat lorong cinta, sebuah koridor yang dikelilingi mangrove. Biasanya, kapal boat akan lewat di tengah-tengahnya. Cukup menyegarkan pikiran di tengah-tengah panasnya hawa pekalongan. Dan kalau memang sedang tak ingin berkapal ria, kamu bisa berkunjung ke perpustakaannya dan melihat koleksi bibit mangrove.

3. Jika Bukit Pawuluhan dapat selesai sehari. Maka Gunung Rogojembangan menawarkanmu tempat untuk camping di puncaknya yang begitu melekat di hati.

Nah. Ingat, sampah dibawa turun lho ya! via www.travelmatekamu.com

Dari pekalongan langsung saja meluncur ke Desa Gumelem, Kecamatan Petungkriyono. Selanjutnya, langsung saja melapor ke Basecamp. Jangan lupa bawa air karena jalur pendakian tidak mengandung mata air sama sekali. Kamu akan melewati 3 pos sebelum sampai ke puncak gunung. Pertama, Pos Watu Curung. Kedua, Pos Igir Selo Girang. Dan Ketiga, Pos Pringgodani. Setelah melewati pos 3, jalur pendakian akan memberikan sensasi yang cukup mantap. Kamu akan disambut oleh Tanjakan Setan yang kemiringannya mencapai 90 derajat. Selanjutnya kamu akan menemui lubang besar dengan kedalaman 2 meter. Inilah situs Rogojembangan (Raga : Badan; Badan : Pemandian). Warga percaya bahwa gunung ini adalah tempat pemandian leluhur. Nah tak jauh dari situs itu, kamu akan segera menikmati kerahiman Puncak Raja dengan ketinggian 2117 Mdpl. Oke. Selamat Mencoba! hati-hati di jalan..

4. Sedikit Memacu adrenalin. Kali Paingan Linggo Asri adalah sebuah pilihan wisata yang beda dari yang lain.

Pekalongan yang cinta alam! via www.travelmatekamu.com

Dan agak jauh dari Kecamatan Petungkriyono, Linggo Asri adalah sebuah wisata alam yang memuat berbagai lokasi rekresasi yang cukup menyenangkan. Di sini terdapat kolam renang umum yang pastinya airnya dingin luar biasa, karena Linggo Asri terletak di ketinggian, Kajen, Kabupaten Pekalongan, sekitar 40 km dari pusat kota. Nah kalau Kali Paingan sendiri terletak sekitar 14 km menuju arah selatan dari pusat Kota Kajen, Kab. Pekalongan yang sekarang banyak digemari oleh para wisatawan yang berkunjung baik itu wisatawan lokal maupun luar kota. Tarif arungjeramnya 50.000 rupiah untuk setiap 1km dengan fasilitas helm dan jaket pelampung. Kalau memang sedikit adrenalin, cobalah berkunjung ke ini dan tantang arusnya!

5. Puncak Tugu Petungkriyono adalah alternatif yang lain bagi kamu yang telah menjajal Rogojembangan.

Aduh mantaps! via twitter.com

Namun, kalau sedang mengingini pemandangan alam yang sejuk, kamu juga bisa datang ke puncak tugu di Kecamatan Petungkriyono. Puncak ini terletak di sebelah timur Gunung Rogojembangan dengan ketinggian 1930 mdpl. Alasan kenapa masyarakat menyebut puncak ini dengan nama Puncak Tugu, karena terdapat tugu trianggulasi peninggalan Belanda. Puncak tugu dapat dicapai melalui Desa Yosorejo, Kecamatan Petungkriyono. Perjalanan dari basecamp menuju pintu masuk jalur pendakian bisa ditempuh dengan jalan kaki selama 45 menit atau bisa juga memakai jasa ojek. Sedangkan waktu tempuh dari pintu masuk menuju puncak membutuhkan waktu sekitar 60 sampai 90 menit. Cukup dekat bukan? Ya melelahkan itu pasti, namun yang lebih pasti adalah pemandangan indah yang tak ternilai harganya.

6. Nah kalau kebun teh pagilaran sangat cocok untuk sekadar melepas lelah bersama kawan-kawan.

Nikmatnya pergi bersamaan via nitnuts.wordpress.com

Perkebunan Teh Pagilaran berlokasi di Desa Keteleng, Kecamatan Blado, Kabupaten Batang. Luas Perkebunan Teh Pagilaran sekitar 1.100 hektare dengan  ketinggian antara 1.000-1.700 mdpl yang. Perkebunan Teh Pagilaran berjarak sekitar 36 km dari pusat Kota Batang. Udara yang sejuk sangatlah pas untuk wisata keluarga atau dengan teman-teman. Di sekitarnya pun terdapat fasilitas outbond seperti flying fox, kolam renang, dan kebun binatang mini. Homestay di sekitar pagilaran pun sangat tepat sebagai lokasi penenangan diri, menjauh dari riuhnya kota. Apalagi bangunan kolonial pabrik teh yang masih gagah bendiri semakin membawa kita menjauh dari hari ini menuju ke sejarah bangsa ini.

7. Pekalongan juga punya desa wisata lho! Namanya Desa wisata lolong. Sambil arungjeram, kamu juga bisa wisata budaya secara mendalam.

Hello mari main air via lolongadventure.blogspot.co.id

Lolong terletak di kecamatan karanganyar sebelah tenggara kecamatan kajen, kabupaten pekalongan dengan jarak 34km dari pusat kota. Di desa ini mengalir sungai Sengkarang dengan lebar sekitar 60m. Adalah pemuda setempat yang bekerjasama dengan pemerintah kabupaten pekalongan untuk menjadikan desa lolong sebagai desa wisata. Selain wisata arung jeram. Desa lolong juga memiliki festival durian setiap tahunnya. Gimana? Menggiurkan bukan?

8. Curug Bajing : sensasi air terjun yang tak akan pernah kamu lupakan.

Well. Tiada lagi alasan untuk melewatkan yang satu ini via www.jayanjayan.com

Curug Bajing terletak di desa telogopakis, kecamatan Petungkriyono, kabupaten Pekalongan. Kamu bisa menunggang bus dari Pusat Kota Pekalongan menuju ke Terminal Doro. Sampai di situ lanjut menggunakan angkutan desa menuju ke desa telogopakis. Atau kalau kamu memang berniat menikmati pemandangan alam dari kendaraan pribadi, langsung saja menuju ke Desa Telogopakis. Tarif parkir untuk motor 2000 rupiah dan mobil 3000 rupiah, sedangkan tarif masuk ke curug hanya 5000 rupiah. Dari pintu masuk ke Curug Bajing memakan waktu sekitar 1 jam perjalanan. Setelah itu , air segar akan melepas kelelahan selama berjalan. Jangan lewatkan juga untuk jajan di warung kecil dekat curug.

9. Lepaskan bebanmu! Biarkanlah tubuhmu menikmati jernihnya air di Kedung Si Pingit Petungkriyono.

Grand Canyon Mini via instapekalongan.tumblr.com

Nah, kalau kamu sungguh ingin berenang dengan leluasa tanpa ditimpa air terjun, Kedung Si Pingit adalah jawabannya. Terletak di Kecamatan Petungkriyono. Airnya yang biru sungguh menyegarkan. Kamu juga bisa lompat dari tebing untuk menyambut jernihnya Grand Canyon ala pekalongan ini. Meski tidak terlalu luas, namun tempat ini sungguh berhasil untuk melepaskan dahaga liburan setelah lelah kuliah dan bekerja. Dan Jangan lupa pakai pengaman ya untuk menanggulangi kecelakaan.

10. Terakhir, Selain di Petungkriyono. Keaslian alam juga bisa kamu dapatkan di Puncak Gunung Kendalisodo.

Bahkan Pesisir pantaipun tak luput dari wisata gunung via www.instagram.com

Gunung ini memiliki puncak dengan ketinggian mencapai 1.699 mdpl. Terlatak di Desa Tlogohendro Kecamatan Petungkriyono. Kamu bisa menuju ke ibukota kecamatan menuju kearah selatan, sampai Dusun Candi Yosorejo belok menuju kearah Desa Tlogohendro untuk sampai ke basecamp sebelum mendaki puncak. Para pendaki membutuhkan waktu antara 30 menit – 1 jam perjalanan. Ditengah perjalanan, terdapat sebuah taman yang di sebut taman tasbin yang dilengkapi dengan Gardu pandang. Para pendaki bisa beristirahat dan berfoto ria di taman ini sebelum meneruskan perjalanan menuju puncak. Nah! Siapkan diri untuk mendaki dan jangan lupa bawa sampah kembali ke basecamp sebagai pertanggungjawaban diri.

Nah, begitulah kira-kira lokasi alam di Pekalongan yang sangat pantas untuk dieksplorasi lebih jauh. Tapi ingat, jangan lupa menjaganya dengan seksama. Kalau semua dirusak, ke mana lagi kita bisa melepas penat? Jangan sampai kehabisan hati hanya untuk memenuhi ego pribadi. Baiklah, akhir tahun hampir tiba. Selamat jalan-jalan, Pals!