Ah, Jawa Timur ini memang elok luar biasa. Tak cuma memiliki pantai-pantai nan seksi, provinsi di timur Pulau Jawa ini juga menjadi surganya para pendaki. Tak heran, soalnya di wilayah Jatim tersebar puluhan puncak-puncak gunung yang menarik untuk kamu jelajahi. Beberapa bahkan sangat akrab di telinga mereka yang belum pernah sekalipun mendaki.

Mulai dari gunung yang bisa didaki oleh pendaki newbie sampai yang jalurnya ekstrem, semua dimiliki oleh Jawa Timur. Kalau kamu memang cinta mendaki, harusnya kamu sudah pernah menapakkan kaki di 9 gunung yang Hipwee bahas di sini.

1. Tak ada yang bisa menyangkal eloknya Gunung Bromo. Apalagi kamu bisa menikmati puncaknya tanpa susah payah

Gunung Bromo yagn bisa dinikmati siapa saja. via wonder-butterfly.blogspot.com

Gunung Bromo mungkin memang tergolong mainstream di kalangan wisatawan dan pendaki, soalnya Gunung ini memang minim tantangan; sangat mudah untuk melongok kawahnya atau menikmati panoramanya saat matahari terbit di Bukit Pananjakan. Tapi, justru itulah Bromo disukai; karena gunung ini, semua orang bisa menikmati panorama gunung berapi, salah satu panorama luar biasa yang ditawarkan alam kepada kita.

Gunung Bromo yang terletak di 2.392 mdpl ini terletak di empat kabupaten, yaitu Kabupaten Probolinggo, Pasuruan, Lumajang, dan Kabupaten Malang. Saat menuju kawah Bromo, kamu akan melewati lautan pasir yang sangat luas–tentunya lebih greget kalau ditelusuri dengan jalan kaki, hehehe. Gunung Bromo juga dianggap suci oleh suku Tengger, di mana mereka melakukan ritual Yadnya Kasada tiap tahun.

2. Gunung Ijen tak pernah alpa memanjakan pendaki dengan pemandangan api birunya yang cuma satu-satunya di dunia

Advertisement

Gunung Ijen (2.443 mdpl) yang terletak di Banyuwangi ini memang jadi selalu incaran para pendaki. Soalnya, hanya di kawah Ijen kamu bisa menemukan keunikan alam berupa blue fire alias api biru yang fenomenal. Fenomena alam ini konon cuma satu-satunya di dunia, makanya gak heran kalau wisatawan dan pendaki dari luar negeri pun rela jauh-jauh kemari demi melihatnya.

Untuk mencapai kawah yang jadi daya tarik utamanya, kamu bisa meluncur dari Banyuwangi atau Bondowoso untuk menuju Pos Paltuding, titik start pendakian Ijen. Meski medannya cukup curam, kamu bisa sampai di puncak dalam 2,5 jam, makanya gunung ini cocok buat pendaki pemula. Di atas sana, kamu juga akan menjumpai sejumlah penambang belerang yang dengan gigih mengangkut beban puluhan kilo setiap harinya.

3. Meski tingginya “cuma” 1.731 mdpl, jangan remehkan Gunung Kelud yang kecil-kecil cabe rawit ini

Pendakian Gunung Kelud via www.kaskus.co.id

Gunung Kelud yang terletak di perbatasan Kediri dan Blitar ini memang kecil-kecil cabe rawit. Setelah erupsi dahsyat 2014 lalu, kini pendakian menuju kawah Kelud sudah bisa dinikmati kembali, baik melalui Kediri maupun Blitar. Kalau kamu menginginkan tantangan untuk menikmati pesona Gunung Kelud, sebaiknya kamu mendaki dari basecamp desa Tulungrejo di Blitar, soalnya kalau dari Kediri cenderung ke wisata.

Dari Desa Tulungrejo, kamu bisa melakukan pendakian selama kurang lebih 4-6 jam melewati tiga pos sebelum akhirnya sampai ke puncaknya. Dari pos tiga, sisa-sisa dampak letusan begitu nampak. Siapkan air yang cukup ya, soalnya di dekat kawah suhunya panas banget, apalagi di gunung ini gak ada sumber air.

4. Di kabupaten Malang, dua puncak gunung bisa kamu nikmati sekaligus, yaitu Gunung Arjuno dan Gunung Welirang

Lembah Kijang di Welirang via anakbackpacker.wordpress.com

Terletak di perbatasan antara Kabupaten Malang dan Mojokerto, ada dua puncak gunung yang bisa kamu jamahi sekaligus, yaitu Gunung Arjuno (3.339 mdpl) dan Gunung Welirang (3.156 mdpl). Kedua gunung ini memang bersebelahan, apalagi puncak Arjuno berada di satu punggungan yang sama dengan Welirang.

Ada empat jalur yang bisa kamu lalui untuk menjamahi kedua gunung ini, yaitu jalur Tretes, Lawang, Purwosari, dan dari kota Batu. Tiap jalur punya daya tariknya sendiri. Tretes, misalnya. Meski jalur ini berat, tapi punya sumber air yang melimpah. Terlebih, kamu juga bisa berjumpa dengan para penambang belerang Gunung Welirang.

5. Di dekat Arjuno-Welirang, ada pula Gunung Penanggungan yang tak seberapa tinggi namun penuh dengan peninggalan sejarah

Gunung Penanggungan via www.kaskus.co.id

Gunung Penanggungan yang tingginya 1.653 mdpl ini masih satu kluster dengan Gunung Arjuno-Welirang. Meski tak seberapa tinggi, puncaknya yang disebut puncak Prawita selalu menjadi incaran para pendaki. Tak cuma memiliki beberapa jalur yang menantang, gunung ini juga memiliki nilai sejarah yang penting, apalagi dengan ditemukannya ratusan situs percandian Hindu-Buddha di sekujur lerengnya, mulai dari kaki sampai mendekati puncak.

Jalur yang paling populer dan mudah bisa kamu jalani lewat Tami Ajeng. Dengan mendaki selama kurang lebih 4 jam, kamu sudah sampai di Puncak Bayangan di mana kamu bisa mendirikan tenda. Kawasan ini hanya berjarak sekitar 20 menit dari puncak.

6. Buat kamu pendaki sejati, persiapkan diri sebaik- baiknya untuk menjamahi Puncak Sejati Gunung Raung di ketinggian 3.332 mdpl

Pendakian Gunung Raung yang ekstrem via www.jalanpendaki.com

Gunung Raung yang merupakan gunung bertipe stratovolcano ini masih aktif dan terkenal dengan jalur pendakiannya yang ekstrem via Kalibaru. Untuk mendaki sampai ke Puncak Sejatinya, kamu harus menempuh jarak sekitar 17 km melalui medan yang sebagian besar berupa bebatuan terjal selama sekitar 6 hari. Apalagi, gunung ini gak memiliki sumber air, alhasil pendaki mesti membawa setidaknya masing-masing 10 liter air dari bawah.

Gunung yang terletak di Banyuwangi ini jelas bukan diperuntukkan bagi pendaki pemula, apalagi jika niatmu adalah menggapai Puncak Sejati yang ketinggiannya 3.332 mdpl. Dibutuhkan persiapan fisik dan mental yang sungguh-sungguh serta kemampuan mendaki yang mumpuni.

7. Meski terkenal angker, indahnya pelukan Gunung Argopuro di Probolinggo patut kamu cumbui sesekali

Menuju Cikasur, Gunung Argopuro via ruliamrullah.wordpress.com

Gunung Argopuro yang berada di Probolinggo ini memang terkenal angker. Konon, gunung ini adalah tempat hilangnya Dewi Rengganis beserta dayang-dayangnya. Tapi, gunung ini juga mempunyai sejumlah keunikan yang memikat. Dari jalur Bremi, kamu bisa menemukan danau Taman Hidup yang memiliki panorama nan elok, apalagi kamu bisa memancing dan airnya pun dapat kamu manfaatkan. Ada pula hutan lumut, hutan hujan tropis yang eksotis, lengkap dengan pacetnya.

Gunung setinggi 3.088 mdpl ini memiliki puncak utama bernama Puncak Rengganis. Ada pula puncak Argopuro yang jalurnya bercabang dengan puncak Rengganis. Puas di puncak, kamu bisa melanjutkan turun lewat jalur Baderan di mana kamu bisa menemukan padang sabana bernama Cikasur. Satwa-satwa liar seperti rusa, merak, serta babi hutan juga bisa dengan mudah kamu tempui sepanjang jalur pendakian.

8. Meski menjulang setinggi 3.265 mdpl, Gunung Lawu masih tergolong ramah buat kamu yang masih pendaki pemula

Tingginya Gunung Lawu terkadang memang membuat ciut nyali. Tapi, gunung yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur ini medannya cukup mudah dan tertata, karena menjadi salah satu tujuan ziarah terutama pada bulan Suro. Jalur yang terkenal ada dua, yaitu lewat Cemoro Kandang di Tawangmangu, Karanganyar, Jawa tengah, serta Cemoro Sewu di Sarangan, Jawa Timur. Kedua jalur pendakian ini hanya terpisah beberapa ratus meter aja.

Karena populer sebagai tempat ziarah dan pendakian, di pos terakhir kamu akan mendapati sebuah warung makan. Jadi, kamu gak perlu takut kelaparan, deh.

9. Gunung Semeru dengan Danau Ranu Kumbolonya yang spesial tentu jadi gunung legendaris yang tak boleh kamu lewatkan

Pesona Ranu Kumbolo yang memikat via www.javabackpacker.blogspot.com

Ya, Gunung Semeru menjadi salah satu gunung paling populer di Jawa Timur gara-gara novel dan film 5cm karya Donny Dhirgantoro . Gunung ini merupakan gunung tertinggi di Pulau dengan ketinggian 3.676 mdpl yang menantang untuk dijamahi puncaknya. Kamu bisa menikmati indahnya Ranu Kumbolo serta Tanjakan Cinta yang pastinya seru kalau ditapaki bersama kekasih hati. Di puncak tanjakan cinta, padang lavender Oro-oro Ombo sudah menanti kamu.

Nah, jangan sampai “stok” lis gunung yang hendak kamu daki itu kosong melompong. Yuk, ke Jawa Timur dan jamahi gunungnya satu per satu. Omong-omong, kalau gunung favoritmu di Jawa Timur belum masuk ke lis ini, bagikan aja langsung di kolom komentar.