“Maceeeet!”

Ketika long weekend tiba, mereka yang tinggal di daerah tujuan wisata seperti Malang, Bandung, atau Jogja pasti bakal malas pergi ke luar. Mereka lebih baik tinggal di rumah saja, karena alasan sederhana: di luar macet. Banget.

Di Malang, jarak yang di hari biasa bisa ditempuh paling lama 15 menit kini 30 menit saja belum bisa dicapai setengahnya. Ketika mau update status soal macet di Path, eh ternyata teman-teman di Bandung atau Jogja juga mengalami hal serupa (yang di Puncak pun teriak: “Kita udah gini dari dulu kali…”).

Tapi apa iya kota tujuan pariwisata harus macet setiap hari libur tiba?

Kemacetan itu ada gara-gara kendaraan roda empat yang ironisnya berasal dari luar kota

Jogja, karena istimewa jadi macet via kusnantokarasan.com

Advertisement

Ketika penduduk lokal menengok ke jalan raya kota yang macet total, sebagian besar kendaraan yang mereka temui pasti beroda empat dari berplat luar kota. Kendaraan-kendaraan ini biasanya lalu-lalang di jala arteri kota atau ikon pariwisata mereka. Sebut saja Jalan Malioboro di Jogja, daerah Batu di Malang, serta Pasteur di kota Bandung.

Memang wajar kalau para pejalan memilih membawa mobil pribadi saat berwisata ke luar kota. Mobil menawarkan kepraktisan dan privasi yang tak akan bisa didapat dari kendaraan umum. Selain itu, memakai mobil juga lebih murah karena para pejalan bisa membagi biaya bensin secara rata dengan teman-teman sekelompok mereka.

Tapi kota-kota yang paling banyak dituju oleh mobil-mobil ini sebenarnya tidak sanggup menerima arus kendaraan sebanyak itu. Jadilah, mereka selalu berakhir macet.

Pariwisata memang punya dampak positif buat masyarakat lokal. Dari segi ekonomi, banyak masyarakat yang mendapatkan keuntungan dengan meningkatnya industri pariwisata di daerahnya. Tapi, bukankah sudah saatnya kita memikirkan cara agar daerah wisata tak mendadak penuh sesak tiap liburan tiba?

Sebagai pejalan, kemacetan itu tentu mengganggu suasana liburanmu.

Kalau macet begini, apa yang bisa dinikmati? via www.tribunnews.com

Tujuanmu berlibur adalah untuk menenangkan pikiran dan suasana baru. Sehari-hari kamu dihadapkan pada keriuhan kota besar yang padat. Saat liburan kamu ingin mencari ketenangan di daerah yang bukan kota metropolitan. Eh, kenyataannya daerah tersebut juga tak kalah macet saat liburan. Tentu saja ini akan mengganggu suasana liburanmu.

Tak hanya itu saja. Karena macet, itinerary-mu jadi nggak efisien. Misalnya: awalnya kamu berencana mengunjungi empat tempat dalam sehari, karena macet kamu hanya bisa pergi ke paling banyak dua tempat wisata. Rugi bandar!

 

Kalau kamu yang pejalan saja kesal, apalagi warga lokal. Tak jarang weekend justru dihabiskan di rumah saja agar tak ketemu jalan raya

Mending di rumah ke mana-mana via www.beyondthecoupon.com

Bukan hanya kamu yang jadi bete ketika macet di daerah liburan. Masyarakat lokal yang tinggal di daerah wisata tersebut jauh lebih bete. Kondisi jalanan yang bikin istighfar membuat mereka lebih memilih tinggal di dalam rumah. Ketika warga luar jauh-jauh datang untuk menikmati keindahan atau keseruan yang ditawarkan kota tersebut, warga lokalnya malah tak bisa menikmatinya.

Sebagai wujud empati pada warga lokal, alangkah bijaksananya untuk mencoba menggunakan kendaraan umum untuk ke luar kota. Ada bus atau kereta api untuk kamu yang ingin bepergian antar kota. Nanti sesampainya di tempat wisata, kamu bisa naik kendaraan umum seperti becak atau angkot, seru ‘kan?

Naik angkot atau bus kota adalah caramu menghormati warga lokal. Dengan melakukannya, kamu telah membantu mencegah kemacetan

Ayo naik angkot! via arifabdurahman.com

Jangan ragu untuk pergi ke luar dengan kendaraan umum, karena ada banyak keuntungan yang kamu dapat. Pertama, tempat parkir mobil pribadi di area wisata pasti juga ramai ketika musim liburan tiba. Mencari tempat parkir saja bisa memakan waktu berjam-jam. Sayang kan waktu liburan yang tak lama itu terbuang hanya untuk itu. Kamu yang berangkat dengan kendaraan umum tidak perlu repot-repot memikirkan tempat parkir.

Kedua, dengan naik transportasi publik kamu juga berperan mengurangi kemacetan di daerah tujuan wisata. Bayangkan jika dalam sekali liburan ada 1000 kelompok pejalan yang datang ke daerah tersebut dan semua membawa kendaraan masing-masing. Itu berarti ada 1000 kendaraan baru yang memadati tempat tersebut!

 

Naik kendaraan milik warga lokal juga bisa membuat kamu dekat dengan mereka. Pengalaman traveling-mu akan jadi semakin kaya.

Selfie di angkot <3 via supirhero.com

Motto traveler yang baik adalah “do what local people do.” Mencicipi makanan lokal, tinggal di daerah penduduk lokal, termasuk naik kendaraan lokal. Kalau di tempat tinggalmu kamu tidak pernah naik kendaraan umum, inilah kamu merasakan sensasinya.

Naik kendaraan umum membuat kamu semakin mengerti bagaimana kehidupan masyarakat lokal di tempat yang sedang kamu kunjungi. Bisa jadi ‘kan keseharian mereka berbeda jauh dengan keseharianmu? Nah, memahami perbedaan tersebut membuat kamu semakin kaya akan pengalaman dan pemikiran. Ketika kembali pulang, kamu sudah menjadi orang yang lebih baik dari dirimu sendiri sebelum pergi.

 

Sensasi petualangan juga semakin terasa ketika kamu tersesat saat naik kendaraan umum! 😀

Kamu nyaman dgn dirimu sendiri via www.attractchina.com

Dengan naik kendaraan umum di tempat liburan, kamu bukan saja merasakan liburan tetapi juga petualangan. Di daerah yang sama sekali tidak kamu kenal, kamu harus mencari tahu kendaraan apa yang bisa membawamu ke suatu tempat. Bukan tidak mungkin kamu akan kesasar karena tidak hafal jalan atau salah naik kendaraan. Dan justru di sinilah serunya! Mungkin kamu akan mendapatkan tempat baru yang lebih indah dari pada rencanamu saat tersesat. Naik kendaraan umum juga membuatmu cepat hafal jalan dan nama daerah karena kamu dituntut untuk selalu awas.

 

 

Kamu yang traveling sendirian bisa mendapat teman perjalanan dengan naik transportasi publik

Teman di MRT via www.mindtalk.com

Untuk kamu yang pergi sendirian, apalagi sedang jomblo, berpergian dengan kendaraan umum bisa membuatmu mendapatkan teman perjalanan. Di perjalanan pasti kamu akan bebarengan dengan orang lain yang mungkin juga sedang traveling seorang diri. Kalau memang cocok, kenapa tidak kamu mengajaknya traveling bareng lumayan kan menambah teman.

 

Tidak lupa, naik transportasi publik selama liburan berarti kamu turut menjaga kecantikan kota yang sudah membuatmu jatuh cinta itu

Kamu jadi pejalan teladan! 😀 via warnahiduptashya.blogspot.com

Terbayangkan bagaimana serunya jika kamu berlibur dengan kendaraan umum? Makanya, simpan mobilmu di rumah saat berlibur dan mulailah berpetualang. Dengan menggunakan kendaraan umum saat liburan, tandanya kamu juga berperan dalam menjaga kelestarian tempat wisata tersebut.