Anisa Nur Dinawati Verified Confirm

Jakarta, 08 Mei 1995. Bukan wanita yang penuh dengan keberuntungan.
plus.google.com,https
Urut berdasarkan

Aku yang Merasa Ingin dan Perlu Diperjuangkan Olehmu

Tanpa perjuangan yang berarti, aku menganggapmu “melepaskan” aku, orang yang selalu memperjuangkanmu.

Kurasa Kali Ini Saatnya Aku yang Bekerja Keras

Semua harus aku ubah, semua harus berubah. Aku tak bisa terus menerus diam sebagai penonton yang hanya asik menyaksikan.

Mana Mungkin Aku Akan Membenci?

Apa dosamu sampai aku harus membenci?Semua kisah kita tak salah, semua perasaan yang tercipta pun tak bersalah. Begitupun dengan perasaan yang bukan lagi untukku. Mana mungkin aku dapat mengatakan bahwa itu salah?. Semua rasa itu anugrah bukan? Dan tak ada lagi cara lain yang mampu mendamaikan hati selain melepaskan dan mengikhlaskanmu. Untuk apa aku memaksa? […]

Cinta Tak Mungkin Selamanya Menunggu

Kamu yang selalu menggenangi lautan pikiranku Entah itu tanya, jutaan rasa atau bahkan sebuah pengharapan yang luar biasa. Aku menyimpannya rapih di dalam sana. Terkadang semua itu terasa akan membuncah meluap tak tahan dengan getarannya. Namun aku selalu berusaha menahannya, ku kunci ku gembok ku halangi dengan banyak papan yang setidaknya akan mampu menghalangi tempat […]

Cinta adalah Perlawanan

Sungguh perasaan yang membuncah ini sangatlah menggangu. Cinta yang belum siap mendapatkan tempat yang mulia telah memenuhi pikiranku. Rasa sakit atas sebuah pengharapan semu telah menghantamku. Kuatkanlah diri, bersabarlah hati, tak perlu merisaukannya, karena dia akan datang tepat pada waktunya. Karena Tuhan penulis skenario terbaik dalam hidupmu, keromantisan-Nya akan segera membuatmu terpesona.Tak adakah jawaban yang […]

Ibu… Aku Bangga Menjadi Seorang Guru

  Walau semua terasa pait dan menyesakkan, tapi aku banyak memetik nilai positif di dalamnya, Bu. Anakmu yang manja ini mulai berkembang dan dewasa bukan? Aku ingin menjadi guru yang anggun dan guru yang menyenangkan. Biarlah orang berkata apa, karena aku hanya memiliki dua tangan dan tidak bisa kugunakan untuk menutup semua mulut orang-orang yang […]

Surat Untuk Mu agar Lebih Mengenaliku

  Walaupun aku tak seindah penilaianmu. Namun biarkanlah aku mempunyai harapan-harapan indah dan berharap semua kebahagiaan masih berhak ada dalam genggaman tanganku.