Zulfan Lumbantoruan

Aku yang salah, aku yangCeroboh, aku yang tak mampumengendalikan perasaankusendiri.Tapi ternyata, melupakannya taksemudah itu, bahkan hiruk pikukkota metropolitan ini sama sekalitak mengalihkan perhatianku.Tapi tunggu, bukan dia yangingin aku lupakan, tapiperasaanku untuknya.Semua ini terjadi begitu saja,mengalir seperti air, tapi takpasti kemana akan bermuara.Rasa aneh yang pelan-pelanmuncul, rasa yang sebelumnyatak pernah ku tahu apa, hinggaakhirnya kurasakan rasa sakitketika sadar mulaikehilangannya.Kehilangan? mengapa aku harusmerasa kehilangan sedangkansedetikpun aku tak pernahmemilikinya?Dia yang dulu selalu memberikuperhatian, pesan-pesan singkatyang selalu menemani hariku, diayang akhirnya mampumendatangkan pelangi dalamkehidupanku.Perlahan aku merasa sangatnyaman dengan kehadirannya,menantikan setiap pesansingkatnya, dan menunggu saat-saat untuk bertemu dengannya.Salah jika aku berharap untukbisa terus bersamanya? Sikapnyayang membuatku berharap,sikapnya yang membuatkuberangan menjadi bagian daridunianya.Tapi ternyata aku salah, akumerasa seperti boneka mainan,dia menghilang.Tak ada lagiperhatiannya, tak ada lagi pesan-pesan singkat darinya.Akulah boneka itu, yang diamainkan perasaannya, yangmenemaninya saat dia merasasepi, dan aku lah boneka yangpernah dia kenal sebelum menjadi masa lalunya..Dan kini, setelah dia bosan, diatinggalkan boneka itu sendiri,bingung dengan sikapnya.Seolah tak mau tau denganperasaanku, tak peduli dengankuyang mati-matian membunuhrasa ini.Sekali lagi aku yang salah, dia takpernah salah.Aku pikir setiap perbuatanbaikku akan dibalas denganperbuatan baik juga.Aku pikir segenap kepeduliandan perhatianku akan selalumenghasilkan sesuatu yangindah.Aku pikir perasaanku akanterbalas dengan rasa yang sama.Tapi ternyata aku salah.Walaupun begitu satu yangselalu aku pegang, menyayangiitu memberi dan tak perlumengharapkan balasan.Menyayangi harus tulus sepertililin, dia memberikan cahayawalapun tubuhnya harusterbakar.Aku sadar ini bukan negeridongeng, dimana aku akanmendapatkan semua yang akuinginkan dengan mudahnya. Inibukan negeri dongeng dimanacinta pangeran selalu tersambutoleh sang putri. Ini dunia nyata,sesakit apapun rasaku sekarangini harus aku hadapi.Ini salahku, ini pilihaku, pilihanuntuk menyayanginya, jadimemang pantas bila sekarangkutanggung sendiri sakitnya.Aku menyayanginya denganikhlas, maka bila sekarang akuharus merasa sakit, akupun ikhlasmenerimanya.Kadang aku merasa menyesalpernah mengenalnya,seandainya saja aku tak pernahmengenalnya, seandainya sajatidak pernah ada percakapan-percakapan itu dan seandainyasaja tak pernah ada pertemuanitu, mungkin aku tak akanseperti ini. Aku masih akandamai dalam kesendirianku. Tapiaku percaya, ini bagian darirencana Tuhan, untukmembuatku semakin kuat,membuatku merasakan pahitnyarasa, hingga nanti suatu hari bilaTuhan memberiku rasa manis,manisnya akan lebih terasa.Terima kasih untuk bulan Januarihingga April ini, waktu yangsingkat tapi cukup untukmembuatku menyayangimu.Tenang saja, walaupun akumasih berharap tapi secepatnyaaku akan melupakan perasaankuuntukmu. Satu hal harus kamutau sebelum semuanya hilang,aku tulus menyayangimu, danaku akan terus mendoakan yangterbaik untukmu.Satu pesanku, "berhentilahbermain boneka, , Mencari yangsesuai keinginanmu tidak harusdengan cara seperti itu. Temukansatu yang kau cinta, yang akankau jadikan teman hidupmuyang setia"
Urut berdasarkan
No posts found.
CLOSE