Kalian pasti tahu ‘kan kalau sebulan terakhir ini Hipwee sedang mengadakan kampanye #SemuaBisaJadiPenulis. Alasannya jelas karena kami berkeyakinan bahwa tiap orang sebenarnya pasti punya cerita yang layak dibagi. Se-random apa pun, ceritamu bisa saja lo bermanfaat bagi orang lain.

Berangkat dari situ, saya jadi kepikiran untuk berbagi cerita pengalaman pribadi ketika belajar bahasa asing. Meski sekilas random banget — ingat cerita random pun layak dibagi lo — pemilihan topik ini sebenarnya sedikit berbasis data. Data yang mungkin cuma penulis atau editor Hipwee tahu karena kita bisa memantau mana artikel yang banyak dibaca dan mana yang tidak. Nah artikel-artikel seputar tips & trik belajar bahasa Inggris itu termasuk jenis artikel yang selalu ramai.

Tampaknya banyak yang galau dan kesulitas saat belajar bahasa Inggris via www.hipwee.com

Advertisement

Karena tahu kegalauan pembaca saat belajar bahasa asing terutama bahasa Inggris itu terdeteksi cukup tinggi, saya cuma ingin menawarkan sedikit tips yang berguna bagi saya dan semoga juga bagi kalian.

Terutama soal pelafalan alias bagaimana bisa terdengar seperti native speaker, walaupun tak pernah ke luar negeri. Soalnya banyak ‘kan tuh paham kalau mau melancarkan bahasa asing dan memperbaiki aksen, harus tinggal langsung di negara aslinya.

Saya bukan ahli bahasa, bukan juga lulusan sastra atau bahasa asing. Saya cuma seseorang yang menganggap belajar bahasa asing itu bisa sangat menyenangkan. Meskipun grammar saya (baik ketika les bahasa Inggris, Jepang, Korea, atau Perancis) biasanya hancur, tapi beberapa kali saya dapat komentar ‘kok pronunciation-mu bagus sih, pernah tinggal di luar negeri ya?’ — berkunjung ke luar negeri sih pernah, tapi tidak pernah tinggal lebih lama dari seminggu.

Advertisement

Intinya, meskipun grammar-mu hancur dan tidak pernah ke luar negeri, ketahuilah kamu pun bisa terdengar seperti native speaker. Bisa banget…

Pertama yang perlu diubah adalah mindset. Jangan anggap bahasa asing tuh kayak materi pelajaran yang harus dihafal, bahasa itu skill yang harus terus diasah dan digunakan sesering mungkin

Banyak orang keder atau takut duluan mempelajari bahasa asing karena membayangkan betapa banyaknya verb, noun, atau grammar yang harus dihafalkan. Padahal bahasa itu bukan hafalan, tapi skill yang harus terus diasah. Jika sama sekali tidak digunakan, kita kemungkinan bisa saja lupa bahasa ibu kita sendiri. Kebalikannya, walaupun awalnya mungkin hanya tahu satu dua patah katakalau terus dipraktikkan, bahasa asingmu pasti meningkat.

Nanti sepanjang penulisan artikel ini, sekalian saja ya saya campur saja dengan bahasa Inggris atau bahasa lainnya ya. Buat belajar bareng gitu…

Makanya dibanding stres belajar grammar duluan, saya biasanya justru fokus untuk lebih sering mendengarkan bahasa asing itu. Bisa lewat musik atau film

Strategi orang belajar bahasa asing pastinya beda-beda. Tapi kalau bagi saya, belajar grammar atau tata bahasa itu biasanya justru jadi prioritas terakhir. Daripada pusing duluan mempelajari rumus semacam Subject + Verb_ing +.. strategi awal saya fokus untuk membiasakan diri mendengar bahasa asing sebanyak mungkin. Jadi kelilingilah dirimu dengan film, lagu, atau acara tv berbahasa asing tersebut.

Apalagi kalau kamu memang sudah suka duluan dengan misalkan drama Korea, pastinya jadi modal yang oke banget untuk belajar bahasa Korea. Toh ‘kan mendengar tiap hari…

Setelah terbiasa mendengar, biasanya akan lebih mudah menirukan pelafalannya. Awalnya mungkin cuma sok-sok’an menirukan aksen, tapi akhirnya bisa fasih beneran lo

“Tapi banyak lo min yang hobi banget nonton drakor, tapi tetap aja nggak bisa bahasa Korea walaupun sudah les?”

Nah mungkin kamu harus coba tips yang satu ini, praktikkan bahasa itu. Praktik itu juga bukan berarti harus cari native speaker untuk jadi partner latihan bicara lo. Ada banyak cara untuk mempraktikkan bahasa. Bahkan sok-sok’an menirukan akses bahasa asing atau mengulang kembali kata baru yang didengar itu termasuk latihan praktik yang penting. Supaya kemampuan bahasamu ‘keluar’ gitu, nggak terpendam.

Pokoknya kamu harus punya channel untuk mempraktikan bahasa asing itu. Mau baca keras-keras  nyanyi sendiri di kamar mandi sampai pronunciation-mu juga oke.

Lalu coba deh uji dirimu sendiri. Kalau saya sih, biasanya tonggak pencapaian menguasai suatu bahasa adalah ketika bisa menerjemahkan atau at least tahu lah arti sebuah lagu dalam bahasa asing yang dipelajari

Sampai sekarang saya masih ingat lagu bahasa Inggris dan bahasa Korea pertama yang bisa saya pahami sepenuhnya tanpa bantuan subtitle. “Everytime”-nya A1 (boyband Inggris jadul banget) dan “This Song”-nya 2AM (kuartet vokal Korea yang sekarang nggak aktif lagi), kelihatan banget ya umurnya udah tua. 

Bisa memahami satu lagu atau film tanpa subtitle, bisa jadi ujian mandiri untuk mengukur kemampuan bahasamu. Nggak harus tahu semua arti kata, tapi paling tidak tahu garis besarnya. Apalagi kalau lirik lagu itu ‘kan biasanya puitis-puitis gitu, jadi sebenarnya lebih sulit lo.

Bahasa-bahasa dunia pun sebenarnya terhubung satu sama lain. Misalkan, banyak kosa kata bahasa Jepang dan Korea itu mirip. Kalau suka drama Korea dan Jepang, bisa sekalian seru-seruan menemukan kata-kata yang mirip di kedua bahasa tersebut.

Pokoknya jangan duluan minder kalau bahasa asingmu tidak sempurna atau kurang tepat grammar. Dipakai dulu saja, toh bahasa itu sejatinya alat komunikasi — asal lawan bicaramu mengerti, ya sah-sah saja

Yang orang sering lupa, bahasa itu at the end of the day hanyalah means of communication, alias alat komunikasi. Asalkan lawan bicaramu bisa paham dengan hal-hal yang ingin kamu sampaikan, apa pun itu — mau bahasa tubuh atau bahasa Inggris ala-ala — sah disebut sebagai bahasa. Jadi jangan minder duluan karena meyakini bahasa asing itu sulit banget, ya nikmati aja proses belajar bahasa atau cara orang berkomunikasi di lain tempat.

Teruslah membiasakan diri dan mempraktikkan bahasa asing itu. Soalnya ketika berhasil menguasai bahasa asing, kamu bakal merasa seakan-akan dunia baru tuh terbuka untukmu — one of the greatest feeling in the world. 

Advertisement
loading...

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya