Mentega dan margarin bukanlah bahan makanan yang asing buat orang Indonesia. Kedua bahan ini juga sering digunakan untuk campuran adonan kue, roti kering, bahkan olesan roti tawar. Sayangnya nggak semua orang tau kalau kedua bahan ini ternyata sama sekali berbeda. Banyak juga yang akhirnya salah sebut margarin sebagai mentega dan mentega jadi margarin. Loh gimana sih?

Untuk mencegah ‘ke-salah-kaprah-an‘ yang makin mendarah daging di dunia ‘permentegaan’ dan ‘permargarinan’ ini, ada baiknya kita semua mengenali lebih dekat apa perbedaan keduanya. Nggak cuma warna dan teksturnya yang beda, tapi material dan kandungannya juga sama sekali berbeda. Yuk simak uraian singkat Hipwee News & Feature berikut ini!

Cara paling mudah membedakan mentega dan margarin adalah dari warnanya. Mentega berwarna lebih pucat, sedangkan margarin warnanya lebih kuning

Mentega warnanya cenderung putih, kalau agak kekuningan berarti margarin via www.hipwee.com

Bahan pembuat mentega dan margarin aja beda banget. Orang yang vegetarian jelas harus menghindari mentega yang terbuat dari lemak hewani, tapi bisa makan margarin yang berasal dari lemak nabati

Memang awalnya margarin dibuat sebagai pengganti mentega yang lebih murah karena dari lemak tumbuh-tumbuhan via www.hipwee.com

Karena terbuat dari bahan dasar yang berbeda, aroma yang dihasilkan pun berbeda. Mentega bakalan pas banget buat bikin cake atau kue karena aroma khas susu yang dipanggang sangat menggoda iman

Harumnya margarin mah belum ada apa-apanya dibanding mentega yang sedap banget via www.hipwee.com

Lagi-lagi karena asalnya beda, kandungan lemak keduanya juga beda banget. Mentega punya kandungan kolestrol tinggi dan lemak jenuh hingga 80%, sedangkan margarin punya kandungan lemak tak jenuh

Meski sama-sama berlemak, tapi tingkat jenuhnya nggak sama via www.hipwee.com

Mentega sulit disimpan di suhu kota tropis seperti Jakarta dan Surabaya karena mudah meleleh. Sedangkan margarin lebih mudah disimpan tanpa perlu dimasukkan lemari pendingin

Itulah kenapa kita lebih akrab dengan margarin karena mudah disimpan di daerah tropis via www.hipwee.com

Mentega dan margarin juga punya tekstur yang berbeda. Meski punya titik leleh yang rendah, tapi mentega lebih padat jika dibandingkan tekstur margarin yang cenderung lembek

Bikin kue basah memang lebih maksimal dengan mentega, sedangkan bikin cookies lebih baik pakai margarin via www.hipwee.com

Meskipun lebih padat tapi kandungan air di mentega lebih banyak lho. Ini juga yang menyebabkan kenapa mentega itu mudah meleleh

Mengolah mentega bisa dilakukan di rumah, kalau margarin harus diolah di pabrik via www.hipwee.com

Mentega diolah melalui proses pasteurisasi yang sebenarnya bisa dilakukan di rumah atau sebagai produk home industry. Sedangkan mergarin harus diolah di pabrik

Kalau sudah tau cara bikin dan resepnya, mentega bisa diolah sendiri kok via www.hipwee.com

Fungsi dari kedua bahan ini sebenarnya hampir sama, hanya saja mentega lebih sering diolah untuk bahan kue. Untuk penggunaan sehari-hari dari menggoreng sampai mengoles roti, lebih enak pakai margarin

Lidah orang Indonesia lebih akrab dengan margarin yang cenderung asin, baik sebagai minyak hingga olesan roti via www.hipwee.com

Soal harga kedua bahan ini ternyata juga nggak sama. Mungkin karena bahan pembuat dan tingkat kesulitan prosesnya yang berbeda

Yang produk turunan hewan, satunya tanaman. Jelas harganya bakal beda via www.hipwee.com

Kamu nggak sendirian kok kalau sebelumnya kamu kira mentega dan margarin adalah bahan yang sama. Sebagian orang ada yang terbiasa menggunakan mentega atau butter untuk makan sehingga mengira semuanya adalah mentega. Ada juga yang dari kecil terbiasa mengonsumsi margarin sehingga semua bahan serupa dikira margarin. 😀 Mulai detik ini nggak boleh salah kaprah lagi ya, soal mentega dan margarin…

Advertisement
Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya