10 Potret Dramatis Aksi Protes Terbesar dalam Sejarah Hong Kong. Jalan Tol Penuh Sesak Sama Manusia

Demonstrasi Hong Kong

Di negara demokrasi, pada dasarnya semua orang memang berhak mengutarakan pendapat. Salah satunya ya lewat aksi protes atau demonstrasi. Kita sendiri di Indonesia, pastinya sudah akrab ‘kan dengan wacana, kejadian, atau dampak demo besar-besaran yang sering terjadi di negeri ini. Bukan cuma Indonesia doang yang doyan demo, di negara-negara lain pun, demonstrasi kerap terjadi kok~

Advertisement

Nah demonstrasi dalam skala yang sangat besar baru saja terjadi di Hong Kong, surga belanja dan destinasi populer bagi tenaga kerja Indonesia. Meski secara resmi di bawah kekuasaan pemerintah China yang otoriter setelah ‘dikembalikan oleh Inggris sejak tahun 1997, wilayah Hong Kong memegang status otonomi khusus sehingga warganya jauh lebih bebas dibandingkan warga China Daratan. Sering dibilang ‘satu negara, dua sistem‘.

View this post on Instagram

More than a million people took part in a massive protest in Hong Kong on Sunday, organizers said, standing against a controversial bill that would enable China to extradite fugitives from the city. Hong Kong Police, however, estimated the number of protesters as closer to 240,000. Critics say the bill will leave anyone on Hong Kong soil vulnerable to being grabbed by the Chinese authorities for political reasons. The protest was mostly peaceful during the day, with a vast march stretching across the city and ending at the government’s headquarters. However, the demonstration turned violent overnight, with police trying to clear protesters with batons and pepper spray. The government of Hong Kong released a statement late on Sunday acknowledging the ongoing protests across the island, but reiterating that the extradition bill is still scheduled to resume debate on June 12. ? @taramulholland / CNN

A post shared by CNN (@cnn) on

Kebebasan itulah yang dikhawatirkan makin terkikis jika sebuah rancangan undang-undang soal ekstradiksi ke China diloloskan. Demi menolak RUU ekstradiksi tersebut, warga Hong Kong minggu lalu tumpah ruah ke jalan-jalan utama mengutarakan pendapatnya. Banyak hal menarik yang terjadi selama aksi demonstrasi terbesar dalam sejarah Hong Kong ini, yuk simak bareng!

Advertisement

Menurut pihak demonstran, aksi menolak RUU Ekstradisi ke China di wilayah berpenduduk 7 juta ini, dihadiri satu juta orang! Kalau polisi sih menaksir jumlah demonstran (hanya) di angka 240 ribu

Jalan-jalan protoko penuh sesak dengan manusia via www.axios.com

Aksi protes menolak RUU ini sebenarnya telah berlangsung sejak bulan April, sebelum memuncak pada tanggal 9 serta 12 Juni lalu

Sejak tahun 2014, payung jadi simbol demokrasi di Hong Kong via www.nytimes.com

Semua warga Hong Kong ini berunjuk rasa supaya rancangan undang-undang tersebut tidak diloloskan oleh parlemen. Mereka yang menolak khawatir kebebasan warga Hong Kong makin terkikis

Memuncak minggu lalu via www.nationmultimedia.com

Pasalnya di bawah undang-undang itu, warga Hong Kong kemungkinan bisa diadili di bawah sistem peradilan China jika tersangkut masalah pidana

Selain khawatir independensi Hong Kong makin dikekang oleh pemerintah China, dilansir dari BBC, mereka yang menolak meyakini bahwa sistem peradilan di China Daratan itu sangat ‘cacat’

Lebih bebas berpendapat di banding di China, demonstrasi sebesar ini bisa terjadi di Hong Kong via www.nytimes.com

Aksi ini berlangsung dengan sangat terorganisir. Walaupun sempat terjadi bentrokan dan ada beberapa demonstran yang ditangkap, tapi secara umum demonstrasi ini minim anarki

Aksi yang diatur dengan sangat rapi via www.nytimes.com

Belajar dari aksi demonstrasi besar yang disebut Umbrella Movement tahun 2014 lalu, warga Hong Kong kini punya persiapan mumpuni untuk berdemonstrasi. Full gear gitu~

Tahu akan diserang dengan gas air mata, maka mereka mempersiapka masker, helm, obat, dan berbagai ‘pertahanan’ lain via www.wsj.com

Para demonstran bahkan terlihat turut serta melindungi wartawan yang meliput

Banyak juga demonstran yang berinisiatif membersihkan area demonstrasi setelah selesai

Bersih-bersih setelah demo via www.instagram.com

Meski ditolak besar-besaran, para pengusul undang-undang ini tampaknya tetap tak bergeming. Menurut mereka, hukum ekstradiksi ke China, Taiwan, dan Makau ini memang diperlukan

Segala aktivitas di Hong Kong berhenti via www.nytimes.com

Terutama setelah terjadi satu kasus pembunuhan, seorang pemuda Hong Kong membunuh kekasihnya ketika sedang berlibur di Taiwan. Karena tak ada perjanjian ekstradisi dengan Taiwan, pemuda itu tak bisa diadili

RUU itu tidak populer di kalangan warga Hong Kong via www.bbc.com

Padahal Hong Kong sebenarnya punya perjanjian ekstradisi dengan 20 negara lain, tetapi tidak dengan China, Taiwan, atau Makau. Kelompok yang kontra, khawatir undang-undang ekstradisi ini bisa dimanfaatkan pemerintah China untuk menangkap aktivis demokrasi dan lebih jauh mengikis otonomi Hong Kong.

Belum ada keputusan lebih lanjut soal undang-undang ini. Jadwal sidang parlemen untuk membahas RUU ini pun terus ditunda karena aksi protes

Protest warga Hong Kong via www.reuters.com

Advertisement

Menarik juga ya, melihat potret demonstrasi politik atau aksi unjuk rasa di negara lain. Kalau dari aksi demonstrasi Hong Kong ini, kita bisa melihat bagaimana para pengunjuk rasa mempersiapkan aksi mereka dengan sangat rapi dan terorganisir. Misalkan karena tahu akan dihadang polisi dengan gas air mata, dilansir dari Wall Street Journal, mereka membawa peralatan lengkap untuk bertahan seperti masker, cairan sodium chloride untuk meredakan iritasi mata, plastic wrap supaya tangannya tidak panas, dan lain sebagainya.

Benar-benar siap untuk berjuang mengutarakan pendapatnya, tapi tetap aman dan tidak anarkis.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Editor

Learn to love everything there is about life, love to learn a bit more every passing day

CLOSE